Nov 192018
 

Sistem Pertahanan Udara Rapid Ranger Indonesia

Jakarta, Jakartagreater.com – Booth Kementerian Pertahanan RI di Indo Defence 2018, 7 hingga 10 November 2018, diramaikan oleh sejumlah alutsista yang digarap oleh BUMN.

Tampak antara lain Rapid Ranger yang mengusung rudal 4 Starstreak dengan chasis kendaraan URO Vamtac, yang diintegrasikan oleh PT Len Industri.

Sistem Pertahanan Udara Rapid Ranger Indonesia

Sistem dalam konfigurasi Rapid Ranger, masing-masing memiliki empat rudal siap diluncurkan, ditambah rudal Starstreak yang disimpan di bagian belakang Vamtac.

Rapid Ranger dapat diintegrasikan ke dalam jaringan struktur dan jontrol dari sistem Early Warning Command and Control (C2) atau dapat beroperasi secara otonom mode untuk misi tertentu.

Dilengkapi dengan rudal Starstreak, Rapid Ranger memiliki kemampuan untuk mengambil alih spektrum target yang luas seperti Armored Personnel Carriers (APC), instalasi statis dan platform teroris, serta ancaman udara, seperti UAV, rudal jelajah, helikopter pop-up, dan FGA.

Dengan meningkatnya kebutuhan akan Force Protection terhadap ancaman konvensional dan asimetris, Rapid Ranger menyediakan efek multi-misi dituntut oleh kekuatan modern.

URO VAMTAC adalah kendaraan taktis ringan multi-guna yang dapat digunakan untuk berbagai misi untuk pasukan militer dan keamanan. URO VAMTAC dapat dikonfigurasi sebagai pembawa peluru kendali anti-tank, dengan radar dan peralatan pertahanan udara jarak dekat dan sebagai komando dan kontrol kendaraan.

Sistem Pertahanan Udara Rapid Ranger Indonesia

Tiga awak mengoperasikan Rapid Ranger – komandan, pengemudi dan operator rudal. Sementara Rapid Ranger dapat beroperasi secara otonom, ia juga dapat diambil dari radar Thales Ground Master 200 yang dipasang kendaraan di tiang 7meter. Radar akan dikirimkan ‘segera’ untuk menyelesaikan program.

URO VAMTAC digerakkan dengan mesin M16- “Monoblock” Steyr Motors (6-silinder, mesin diesel turbocharged, dari 135 hingga 200kW) digabungkan ke transmisi otomatis lima percepatan. Kendaraan ini dapat berjalan pada kecepatan maksimum 135 km / jam dengan jangkauan jelajah maksimum 600 km. Dapat menegosiasikan 70% gradien dan 50% lereng samping.

URO Vamtrac memiliki panjang 4,845 m, lebar 2,175 m dan tinggi 1,9 m. Bobot berat kendaraan berkisar antara 3.000 kilogram hingga 3.500 kilogram, dan memiliki kapasitas muatan mulai dari 1.500 kg hingga 2.000 kg.

Bagikan:

  18 Responses to “Sistem Pertahanan Udara Rapid Ranger Indonesia”

  1.  

    berarti RBS-70 NG gagal promosi akhirnya milih Starstreak

  2.  

    Mantaplah!

  3.  

    kapan ya bisa di integrasikan di APC Turangga, APC Anoa, APC Komodo dan Medium Tank Harimau?

    biar nggak usah impor vehicles lagi. setidaknya sebagian ada teknologi dari dalam negeri

    •  

      JIKA INGIN KUAT TAK PERLU BANYAK INOVASI DENGAN INTEGRASI PLUDUKSI EROPA…….. PLODUKSI KITA ADALAH DOKTRIN PERTAHANAN DENGAN MELIHAT SUMBER DAN POTENSI YG JUSTRU EROPA LEBIH MENGANCAM………. KATAKANLAH SEPERTI OSHTALILI – FPDA YG DOKTRIN ALUSTITANYA KE USA / EROPA

      PLODUKSI TANAH AIR ADALAH SESUATU YG MENENGAHI ANTARA KEDUANYA

      HEMM………. SUDAH KU DUGA

  4.  

    Rapid Ranger Mengusung Rudal 4 Starstreak dengan chasis kendaraan URO Vamtac
    Sistem dalam konfigurasi Rapid Ranger, yang disimpan di bagian belakang Vamtac dan dapat diintegrasikan sistem Early Warning Command and Control (C2)

    Kemampuan :
    Seperti Armored Personnel Carriers (APC),
    Instalasi statis dan Anti Platform TERORIS
    Ancaman udara, seperti UAV, Rudal jelajah (HU HA)
    Helikopter dan FGA.
    Anti JAMING (AMING LEE)

    masih bingung memilih……………. sudah ku duga

  5.  

    Mungkin kapan2 kerjasama dengan Korea and Ukraine …tahun depan setelah pemilu..
    Untuk dapat Lisensi missile MANPADS kemudian dipasang di kendaraan tempur made in PINDAD…

  6.  

    dulu zaman SBY…rantis commodo plus mistral atlas. Zaman presiden sekarang URO vamtac dengan starsstreak.. Ini hanya sekedar variasi atau juga memperkaya jenis shorad?

  7.  

    itu atasnya bisa putar putar, yach…..
    supaya bisa berputar kan butuh listrik…
    apa meriamnya hanya bisa berputar pada kondisi kendaraan menyala (on)

 Leave a Reply