Jan 102019
 

Fitur siluman jet tempur F-35 Lightning II akan hilang bila dilengkapi senjata eksternal © Military Watch

JakartaGreater.com – Tahun 2019 berada pada jalur untuk menjadi tahun besar bagi sistem rudal darat-ke-udara Rusia. Mulai S-350 Vityaz baru hingga brigade S-300V4, dan sejumlah sistem artileri modern Rusia siap untuk memasuki dinas militernya selama beberapa bulan mendatang, seperti dilansir dari National Interest pada hari Selasa.

Sistem pertahanan rudal S-500 Triumfator-M generasi berikut yang menawarkan sejumlah fitur kinerja terbaik di kelasnya. Triumfator konon mampu melibatkan rudal anti-balistik pada jarak 600 km, meningkat 200 km dari S-400 yang sudah tangguh.

Rentang S-500 ini dicocokkan dengan kemampuannya yang tak kalah mengesankan untuk melacak dan mencegat hingga 10 hulu ledak rudal yang terbang dengan kecepatan lebih dari 4 mil/detik atau lebih dari 18 kali kecepatan suara.

Informasi konkret jauh lebih sedikit tersedia pada perangkat persenjataan S-500. “Bocoran” awal menyebut modifikasi rudal anti-pesawat NPO 9M82MD, tapi kemudian laporan telah diselesaikan pada rudal 48N6 di lini S-400 sebagai prospek yang serupa. Sedangkan untuk opsi anti-rudal, S-500 diyakini secara luas menampilkan rudal 77N6 dan 77N6-N1 yang ini dirancang khusus.

Uji peluncuran sistem rudal S-400 Rusia © Kemhan Rusia

Pakar media dan militer Rusia percaya bahwa S-500 akan menjadi sistem pertahanan rudal pertama yang mampu secara andal menargetkan dan menetralkan jet siluman generasi ke-5 seperti F-35, sebuah klaim yang terlalu dini untuk dievaluasi secara bermakna pada tahap ini dimana S-500 masih dalam siklus pengembangan.

“S-500 adalah pukulan terhadap prestise Amerika”, kata kepala insinyur Almaz-Antey Pavel Sozinov kepada media Rusia. “Sistem kami menetralkan senjata-senjata ofensif Amerika dan melampaui semua sistem anti-pesawat serta anti-rudal Amerika yang banyak digembar-gemborkan”.

S-500 bersandar pada spesifikasi yang mengesankan dan klaim pabrikan yang ambisius, tetapi tidak semua baik-baik saja di surga pertahanan rudal Rusia. Triumfator-M pertama kali dinyatakan selesai pada tahun 2011 dengan produksi serial dimulai pada tahun 2014. Tanggal itu segera diundur ke pertengahan 2017 dan kemudian ke tahun 2020.

Jadi, apa yang menyebabkan keterlambatan siklus ini? Penyebab yang paling langsung dan muncul dalam pikiran adalah masalah pengembangan dan untuk alasan yang baik, halangan teknis yang tak terduga dan biaya dengan tenggat waktu yang sangat optimistis adalah kisah yang terlalu umum dalam pengembangan senjata strategis.

Sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-500 Rusia © Russian MoD.

Sumber-sumber Rusia kini tetap bungkam mengenai pengembangan S-500, apalagi tentang masalah teknis yang mungkin terjadi. Namun, laporan terbaru telah menawarkan penjelasan alternatif: S-500 sebenarnya telah selesai, tetapi Kremlin menunda produksi massal karena alasan komersial. Artinya, mereka takut dengan merilis S-500 ke pasar akan meruntuhkan kesuksesan ekspor besar-besaran dari S-400.

Calon klien mungkin kehilangan minat pada S-400 jika mereka percaya bahwa itu diambang keusangan. Klien-klien vital dan strategis seperti Turki dan India mungkin sangat terganggu karena mereka melewati rintangan diplomatik utama AS hanya demi membeli sistem S-400 yang mahal yang akan usang pada saat itu dikirimkan.

Yang lebih memperumit masalah, Rusia tentu akan memperbanyak pengadaan S-500 untuk angkatan bersenjata mereka dulu sebelum menawarkannya kepada pembeli asing. Rencana ekspor S-500 yang konkret tetap jauh di cakrawala, suatu ketidakmungkinan sampai tahun 2021 bahkan dalam keadaan terbaik sekalipun.

Karenanya Kremlin berisiko tidak hanya membahayakan kesepakatan S-400 yang sedang berlangsung, tetapi melakukannya tanpa pengganti langsung untuk ditawarkan. Dengan ini, Kremlin menembak dirinya sendiri bila mengungkapkan S-500 terlalu dini, dan sekarang berhenti sampai S-400 mencapai akhir siklus pasarnya.

Pendekatan yang disukai Rusia untuk mempertahankan proyek-proyeknya adalah dengan melakukan pemasaran tingkat tinggi, teori ini menjelaskan mengapa Kremlin begitu tenang dan senyap tentang S-500. Ini juga sejalan dengan tujuan mendasar di balik strategi ekspor senjata Rusia.

Bagikan:

  9 Responses to “Sistem Pertahanan Udara S-500, Pembunuh F-35?”

  1.  

    S-500 Prometheus – Surface to Air Missile/Anti Ballistic Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=tLvXwOuhOvo

  2.  

    inilah enaknya suatu negara kl dlm sesuatu keinginan bisa membuat sendiri dari NOL.
    bkn hanya merakit.

  3.  

    merakit rakit dahulu membuat kemudian.

  4.  

    Katanya S400 momok buat stealth amrik, sekarang S500, lama-lama jualan senjata Rusia jadi NATO deh, No Action Talk Only

  5.  

    Sayang kalau pakai S500, pakai S300 sudah cukup utk menjatuhkan f35

  6.  

    Ntar Indonesia dulu yang pakai S500. .borong. . xixiii ???