Des 062018
 

JakartaGreater.com – Kapal perang Rusia akan mampu menundukkan kapal jelajah dan rudal balistik dari jarak ratusan kilometer. Senjata anti pesawat Polymer-Redut akan segera dilengkapi rudal jarak jauh, seperti dilansir dari laman Navy Recognition.

Para ahli yakin langkah integrasi rudal jarak jauh akan memperkuat pertahanan udara angkatan laut dan meningkatkan kemampuan tempur untuk mempertahankan fasilitas strategis, menurut harian Izvestia.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa sebuah rudal jarak jauh yang baru telah dirancang untuk sistem pertahanan udara berbasis kapal Poliment-Redut. Dan uji coba proyektil baru diharapkan dilakukan tahun depan.

Fregat Proyek 22350, korvet Proyek 20380 dan kapal perang prospektif lainnya yang dipersenjatai Poliment-Redut akan dilengkapi dengan rudal jarak jauh.

Fregat Admiral Gorshkov (Proyek 22350) Angkatan Laut Rusia © Peter Kovalev via TASS

Rudal baru untuk Poliment-Redut ini menggunakan pengalaman teknologi rudal 40N6 dan keluarga rudal 9M96 dan 9M100. Karakteristik taktis serta teknis yang tepat masih belum diketahui sejauh ini, namun rudal tersebut kemungkinan dapat menghancurkan target aerodinamis pada jarak 400 km dan ketinggian 35 km.

Rudal Poliment-Redut baru akan membantu kapal perang menciptakan zona aman di sekitar fasilitas laut dan darat dengan radius beberapa ratus kilometer. Tak ada kapal jelajah atau rudal balistik atau pesawat tanpa awak yang mampu menembusnya.

Poliment-Redut Adalah Senjata Pertahanan Udara Terbaru

Saat ini ada tiga jenis rudal anti-pesawat yang diluncurkan secara vertikal: jarak pendek 9M100 antara 10 – 15 km, jarak menengah 9M96E antara 40 – 50 km dan jarak jauh 9M96D hingga 120 km.

Solusi teknis modern telah bisa memberikan keefektifan yang tinggi, khususnya dengan penggabungan sistem dimana awalnya rudal tersebut dipandu oleh radar dan kemudian dipandu hulu ledak homing aktif. Ini menyediakan lintasan penerbangan yang optimal dan presisi pada sasaran yang bermanuver.

Dari bawah ke atas, rudal permukaan-ke-udara 9M96E2, 9M96E dan 9M100E © Kemhan Rusia

Berbeda dengan persenjataan pertahanan udara berbasis kapal generasi sebelumnya, Poliment-Redut memiliki probabilitas serangan yang jauh lebih tinggi dan kemampuan meluncurkan banyak rudal secara bersamaan. Senjata ini berukuran kecil serta dapat dengan mudah diintegrasikan oleh kapal-kapal kecil, seperti korvet.

Rudal pertahanan udara berbasis kapal adalah “produk canggih” secara teknis karena mereka beroperasi di lingkungan yang berbeda dari sistem berbasis darat, kata pakar Dmitry Kornev.

“Kapal perang menembakkan rudal dari kontainer peluncur rudal vertikal yang dipasang di bawah de”, katanya. “Ini menyerukan sejumlah kondisi untuk mengoperasikan pertahanan udara. Ada rezim penyimpanan amunisi yang berbeda dalam kelembapan dan indikator suhu. Rezim peluncur juga sering diubah. Wadah pengangkutan-peluncuran rudal pertahanan udara yang berbasis kapal telah berubah dalam konstruksi dan peluncur. Kontrol dan sistem juga berbeda dari varian darat”, katanya.

Rudal baru itu akan memperkuat pertahanan udara angkatan laut. Kapal perang akan mendapatkan pertahanan udara berlapis-lapis dan rudal jarak jauh ini akan beroperasi pada jarak yang sangat jauh.

Jika rudal atau pesawat musuh mencoba menerobos masuk, mereka akan dijatuhkan menggunakan rudal yang berbeda. Bahkan rudal anti-kapal terbaru jarang memiliki jangkauan lebih dari 400 km. Pembawa mereka dapat dihancurkan selama serangan atau saat mendekat.

Bagikan:

  4 Responses to “Sistem Poliment-Redut Akan Dilengkapi Rudal 400 Km”

  1.  

    Ane gak yakin tuh rudal bisa ngadepin rudal ASW yg terbang dg Sea skimming.

  2.  

    ooo…..berarti vls nya memiliki kelemahan, yaitu tidak tahan panas…..
    ada indikator suhu pada vls, ketika rudal diluncurkan suhu vls akan naik….
    1-2-3 rudal diluncurkan secara salvo mungkin kuat bahan vls nya…..
    tpi sepertinya untuk selanjutnya harus menunggu vls dingin… 🙄

  3.  

    sangar

 Leave a Reply