Sistem Rudal S-300 Rusia Kerap Mengunci Jet AS di Suriah

112
53
Sistem rudal S-300V dan S-300VM. © Sputnik/Ramil Sitdikov

MOSKOW, JakartaGreater.com – Komandan Angkatan Udara Rusia, Alexander Leonov mengatakan bahwa jet-jet tempur Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di Suriah timur kerap dikunci oleh sistem rudal pertahanan udara S-300V4 Rusia, seperti dilansir dari Sputnik News.

“Sebagai bagian dari operasi militer, pesawat pengintai, pengebom strategis dan jet tempur Angkatan Udara AS berkali-kali terdeteksi dan terkunci secara otomatis”, tutur Letnan Jenderal Alexander Leonov pada hari Kamis.

Jenderal tersebut mengatakan bahwa sistem permukaan-ke-udara (SAM) dikirim ke Suriah pada bulan Oktober 2016 untuk memperluas kontrol atas wilayah udara bagian timur Suriah, guna mencegah serangan udara musuh di lapangan terbang Hmeymim dan basis logistik Tartus.

Dia mengatakan bahwa pesawat-pesawat AS bereaksi “gugup” saat terkunci oleh unit pertahanan udara Rusia pada jarak 200-300 kilometer (124-186 mil). Sistem dan personilnya ditarik ke tempat penempatan permanen mereka pada bulan Juni tahun ini.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa pesawat tempur F-22 AS mencegah pesawat Su-25 Rusia dari melakukan misi tempur untuk menghancurkan kubu Daesh (ISIS) di Sungai Efrat Suriah. Namun, perwakilan kementerian mencatat bahwa setelah munculnya pesawat tempur Su-35S Rusia, F-22 menghentikan manuver berbahaya dan bergerak menuju wilayah udara Irak.

112 KOMENTAR

    • salam Bung Lingkar, selamat dating kembali, numpang lapak nya ….

      mengenai F22/F35 dengan fitur stealth lebih sering menghindar disebabkan beberapa hal :

      1. (klo ga salah) sekali terbang F22 maka diperlukan 26 jam kerja untuk maintenance mengembalikan fitur lapisan silumannya, bahkan F35 membutuhkan 20 orang setiap pesawat untuk mengerjakan maintenance ini. Kemungkinan besar misi di Suriah F22 tidak mendapatkan perawatan yang cukup untuk mengembalikan fitur ini.

      2. USA sendiri tingkat konfiden fitur silumannya sendiri jauh berkurang karena menilai perkembangan teknologi radar yang jauh lebih cepat daripada perkembangan fitur siluman itu sendiri. teknologi fitur siluman F22 sendiri adalah tekonologi tahun 80-90. Hal ini juga berimbas dengan tingkat konfiden F35 dimana “syarat” khusus F35 dalam operasi adalah tandem dengan Growler

      3. Semakin sering bertemu F22/F35 dengan pesawat musuh (di masa damai) semakin khawatir bahwa Emisi radar nya akan dipelajari dan dipakai dalam kondisi perang yang sesungguhnya.

  1. Bung Agato mana nih……cie…cie..cie. pura2 gak baca nih artikel ya.? 🙂

    Baru kena kunci sdh keringat dingin ngucur, apalagi kena gembok….xixixi

    Kok bisa F-22 balik badan ketemu SU-35 ya.? Cuma ada 2 kemungkinan pastinya :
    1. F-22 takut bersenggolan dng SU-35, sbg mana diketahui pilot rusia gemblong semua.
    2. Memang kemampuan F-22 cuma koar2nya aja digedein mirip dng bacotnya si Trumph.
    Kira2 jawaban yg benar apa bung Agato.?….xixixi

    • bukan Rusia saja bung, China dengan segala keterbatasannya juga bisa berhasil, terlebih dengan perkembangan ekonomi mereka saat ini… meski banyak yang meremehkan produk buatannya… ataupun menyebut mereka cuma penjiplak dengan produk kw-nya…

      • China pertumbuhan eknominya menggila bung… dan sepertinya keuangan China dengan dana cadanganya yang super bahkan lebih kaya dari USA… kalau menilik sejarah banyak penemuan militer berasal dari China, termasuk bubuk mesiu… jadi tidak mengherankan kalau mereka mampu mengembangkan kemampuan teknologi militernya…
        Tetapi untuk China, mereka memang suka melakukan hal yang cenderung instan, seperti lebih suka menjiplak daripada membuat sesuatu yang benar2 baru karena untuk mengejar secepat mungkin teknologi merek dibanging barat maupun Russia… Hanya saja karena cenderung Instan mungkin akan butuh waktu lebih lama untuk memastikan buatan mereka memang bisa diandalkan…
        Kalau dari sisi teknik industri, harga sih memang gila murah habis tidak ada yang bisa menandingi, bahkan dengan produk lokal sekalipun, tetapi ya itu, sulit mengharapkan kualitas dan kemampuannya… apalagi umur pakainya…

      • Su-22 Suriah ditembak F-18 hornet pakai AIM-9X dan lolos, lalu ditembak menggunakan AMRAAM… yang malu itu AIM-9Xnya… sudah begitu yang ditembak pesawat Suriah bukan Pesawat Russia…
        Tomahawk 59 ditembakan memanfaatkan lokasi yang bisa di over dengan melintasi wilayah Libanon dan ini pernah di jawab bung Jimmy, USA memberi informasi tetapi tidak memberikan target, jaraknya jauh dari posisi sistem pertahanan berada… dan dari 59 hanya 23 yang sampai dan yang lainya tidak tahu jatuh dimana…
        Kasus Su-25 vs F-22, males komentar karena memang hanya provokasi sesaat dan dengan kabur jelas menunjukan seberapa hebat mental pilot F-22…
        Target Russia terutama adalah ISIS, bahkan pemberontak tidak dimasukan dalam target teroris seperti ISIS dan AL nusra… sekarang yang akan terjadi adalah perang antara Suriah melawan pemberontak yang didukung USA, dan mau dibilang sebagai apa USA??? membela pemberontak… bayangkan jika itu terjadi di Indonesia

      • Yang kejadian di Palmyra… itu pada kondisi dimana ISIS masih sangat kuat, setelahnya mereka bahkan tidak mampu melakukan perlawanan… Palmyra pernah dibebaskan dan kemudian direbut kembali, jelas perang diwilayah itu sangat berat… yang justru saya ingin tahu, waktu Suriah dan Russia perang kota dengan ISIS dimana USA saat itu??? dimana USA saat minyak dijarah dair Irak dan Suriah???

        • Konyol loo bung, bahkan dari citra angkasa, satelit maupun pesawat dan Drone dengan mudah bisa mendeteksi dan mengikuti kemana arah penyelundupan… bagaimana pergerakan para militan, dan dimana militan berada atau bermarkas, USA memiliki teknologinya dan untuk mendeteksi itu jelas masalah kecil untuk USA, bahkan untuk menghabisinya…
          Justru yang seru itu era pembebasan Allepo… saya tidak akan pernah lupa betapa rumitnya prosesnya…

  2. Kita sebagai pengamat awam dlm menganalisa benar tidak nya f22 lari saat su35 datang? Itu kita pakai logika dasar aja

    Amrik selalu akan menjaga image sebagai negara superior, dunia pun di tantang dgn statemen perpindahan ibukota israel ke yerusalem, bahkan jika ada yg tidak setuju diancam akan tidak diberi bantuan.

    Russia sdh mengeluarkan statemen sdh ada 2 bulan lebih, jika memang f22 tidak lari tunggang langgang maka tidak sampai 7 hari amrik akan segera membantah, tp faktanya amrik diam aja, mudah kan??

    😀