Mar 172018
 

S-400 Triumf, sistem pertahanan udara jarak jauh generasi baru buatan Rusia. © Vitaliy Ragulin via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Udara India berkeinginan untuk menginduksi lima divisi sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh, S-400 pada tahun 2022. Jika kesepakatan yang diajukan dengan Rusia selesai, akan menjadi salah satu kontrak senjata terbesar yang pernah dimiliki India bersama Rusia, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Angkatan Udara India telah mengatakan kepada panel pertahanan parlemen bahwa pengadaan sistem pertahanan udara S-400 yang dikembangkan oleh Rusia sangat penting dalam upaya mengatasi kemungkinan ancaman dari China dan Pakistan.

“Kebutuhan pesawat tempur adalah prioritas utama kami, selanjutnya adalah sistem rudal jarak jauh S-400, yang secara substansial akan mengubah postur kita baik terhadap musuh utara maupun barat”, bunyi pernyataan yang diajukan oleh IAF dihadapan panel pertahanan parlemen.

Panel pertahanan parlemen sendiri juga telah merekomendasikan alokasi dana untuk pengadaan sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 dilakukan sepanjang tahun sesuai dengan permintaan IAF.

India dan Rusia telah bekerja dalam kontrak komersial akhir sejak Oktober 2016, ketika kedua belah pihak menyimpulkan kesepakatan antar pemerintah untuk pengadaan lima divisi sistem rudal S-400 dan empat kapal selam siluman atau “stealth” kepada India.

Sumber-sumber pertahanan mengatakan kepada Sputnik bahwa perundingan berada dalam tahap akhir sekarang dan kontrak komersial tersebut diperkirakan akan segera ditandatangani dalam waktu dekat. Ada sejumlah spekulasi beredar bahwa kunjungan Menteri Pertahanan Nirmala Sitharaman pada akhir bulan ini ke Moskow adalah untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

Salah satu rudal baru pada sistem S-400 adalah yang disebut 40N6 dengan jangkauan operasional sejauh 400 km (248,5 mil) dan ketinggian hingga 185 km (607.000 kaki). Rudal itu mampu melakukan intersepsi exo-atmospheric dari hulu ledak rudal balistik jarak menengah dalam fase terminal mereka.

S-400 juga dipersenjatai dengan rudal 48N6E2 yang disempurnakan dengan jangkauan 250 km (160 mil). Sistem pertahanan udara tersebut juga bisa menembakkan dua rudal tambahan, 9M96E dan 9M96E2 dengan masing-masing berkisar 40 km (25 mil) dan 120 km (75 mil).

China adalah pelanggan global pertama dari S-400. Sistem pertahanan udara terampuh di dunia dikirimkan oleh Moskow ke Beijing tahun lalu. Rusia juga diharapkan bisa mulai menerapkan kontrak pengiriman sistem S-400 pesanan Turki pada awal 2020.

Sementara itu, terlepas dari upaya India menyelesaikan kesepakatan sistem pertahanan udara S-400 yang akan datang, Sitharaman juga berharap untuk meneruskan diskusi tentang kolaborasi bilateral yang diusulkan mengenai pengembangan pesawat tempur generasi kelima (FGFA).

Berbagi

  17 Responses to “Sistem Rudal S-400 Jadi Prioritas Utama Militer India”

  1.  

    S-400… idaman

  2.  

    Prioritas bg india.., blm tentu prioritas bg kita..

  3.  

    Kok patriot keok ya???

    •  

      Patriot… Turki saja sampai putus asa bung mau beli, ga dikasih ijin, cuma dikasih pinjem secara bergantian oleh anggota NATO… makanya ketika Turki ngotot beli S-400 langsung ribut, USA akirnya berusaha menawarkan Patriot tapi mungkin Turki sudah terlanjur keki…
      India apalagi, anggota koalisi juga bukan dan India cenderung dekat dengan Russia…
      Saya rasa USA sengaja melepas hubungan dengan Pakistan untuk mengincar pasar India yang memang menjauh dari USA karena merasa Pakistan itu identik dengan USA…

      •  

        Yang aneh bin lucu, AS uring2an klu pasar senjatanya disalip Rusia dan China sampai pake ngancam2 lg bagi sapa saja yg membeli buatan Timur khususnya alutsista Rusia.he3

        •  

          Mereka kan maunya monopoli dagang bung… mereka sama sekali ingin menghilangkan adanya persaingan, karena persaingan biasanya akan menjadikan harga menjadi turun… apalagi kalau pesaingnya ternyata lebih sangar dan lenih murah…

          •  

            Mereka yang berbuat sok mahal mereka sendiri yang menuai kekalahanya… tunggu aja tanggal mainya sekutu2 US yang secara historis tidak loyal ke mereka pasti bakal beli banyak peralatan dari blok timur.
            Selain dari Harga yang memang kompetitif bahkan murah banget tapi kualitas sama2 oke belom lagi mereka ga ikut campur mau gunain seperti apa selama ga ngancam mereka langsung. lah USA dagangan mahal, sok di atur padahal kita yang beli, ancam ini itu. wajarlah pada pindah… itu beli apa nyewa. wkwkwkw
            mana agato… coba sanggah pertanyaan gw.. wkwkwkw

  4.  

    Mendingan liat su35 dulu deh yg udah dibeli.

  5.  

    India-Rusia masih diskusi kolaborasi pespur Gen-5, klu RI byk dana bs jg nih kerjasama R&D pespur Gen-5 selain KFX-IFX agar dpt teknologi Timur-Barat.he3.Ngayal.com. Jgn lupa S-seriesnya dibeli jg.

 Leave a Reply