Jul 212017
 

© Stanislav Krasilnikov

Perusahaan pertahanan Almaz-Antey Concern asal Rusia, saat ini  sedang menyelesaikan uji coba rudal pencegat “high-altitude” untuk sistem pertahanan udara S-500 yang paling maju, menurut Wakil CEO Almaz-Antey Vyacheslav Dzirkaln dalam pameran udara internasional MAKS 2017 pada hari Kamis, seperti dilansir dari laman TASS Defense.

Menurut Vyacheslav Dzirkaln, “beberapa elemen sistem rudal pertahanan udara S-500 baru saat ini telah berhasil melewati tahap dasar pengujian”.

“Pengujian akan segera berakhir untuk anti rudal permukaan-ke-udara yang dirancang untuk mencegat target dilapisan atas atmosfer”, kata Dzirkaln.

Secara umum, pekerjaan telah berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Kementerian Pertahanan Rusia dan pengiriman sistem rudal pertahanan S-500 tersebut kepada pasukan dijadwalkan pada tahun 2020, katanya.

Pengujian terhadap rudal-rudal baru

Almaz-Antey Concern mengatakan akan segera menyelesaikan uji coba tiga jenis rudal baru untuk sistem pertahanan udara jarak menengah S-350 Vityaz dengan active homing head.

“Pada tahun 2017, uji coba negara dari sistem tersebut akan segera berakhir. Sekarang para spesialis perusahaan sedang mengumpulkan statistik untuk peluncuran tempur dengan intersepsi target sesungguhnya dalam berbagai kondisi”, kata Vyacheslav Dzirkaln.

Vyacheslav Dzirkaln pun menambahkan bahwa perusahaan segera menyelesaikan uji coba negara dari tiga jenis rudal permukaan-ke-udara terbaru dengan active homing head untuk sistem S-350 Vityaz dan kompleks pertahanan udara kapal perang.

Sistem pertahanan udara S-350 Vityaz. © Wikimedia/Vitaly V. Kuzmin

Sistem rudal pertahanan angkatan laut Poliment-Redut juga memiliki tiga jenis rudal, jarak pendek, sedang dan menengah yang terintegrasi dengan kompleks rudal pertahanan S-350, tambahnya.

“Ini adalah rudal generasi baru dengan karakteristik manuver yang sangat tinggi untuk menyerang di semua jangkauan”, jelasnya.

Set lengkap dari sistem Poliment-Redut, telah di tempatkan pada fregat Admiral Gorshkov sementara beberapa elemen lain dari kompleks ini seperti peluncur, sistem kendali dan juga radar telah dipasang pada sejumlah korvet.

Sistem rudal pertahanan udara Poliment-Redut pada fregat Admiral Gorshkov, Rusia. © Missilito

S-350 Vityaz adalah sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak menengah yang dirancang sebagai pertahanan udara di medan tempur, menurut Pavel Sozinov, Kepala Perancang Almaz-Antey.

S-500 Triumfator adalah sistem rudal pertahanan udara jarak jauh yang dirancang untuk menggantikan pendahulunya sistem rudal S-400 Triumf. Sistem baru ini, di kembangkan dengan perspektif operasi dalam 25 tahun ke depan.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan sebelumnya bahwa pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-500 ke pasukan akan dimulai pada tahun 2020.

Bagikan:

  11 Responses to “Sistem Rudal S-500 Rusia Sudah Tahap Pengujian Akhir”

  1.  

    Kita cukup Bersyukur saja apa yang sudah Indonesia punya, yang real Dan yang disembunyikan ????

  2.  

    S-300 aja ga kebeli ini generasi S-500 dah muncul
    mungkin Indonesia akan membeli seri terakhirnya hihihi

  3.  

    Rusia strong

  4.  

    Nunggu indonesia beli kyk nunggu doi peka

    Lama.

  5.  

    wowww..9 artikel terakhir di jkgr, semua mengenai alutsista rusia..emang dah rusia kagak ada matinya..bravo rusia walau suhu ga suka..xixi maap2 aja nie suhu

  6.  

    Makanya mungkin ini sebabnya rusia ga takut jual S-400, mereka masih punya kartu as S-500… kalau S-350 vityaz itu kan sebenarnya hasil pengembangan dari kerja sama dng korsel di versi korsel itu cheolmae sam/KM sam… Malah kabarnya korea sekarang lagi seius ngembangin Cheolmae 4-H yg katanya sih kemampuannya bakal setara sm THAAD melebihi patriot dan teknologinya berdasarkan S-400 rusia berarti mereka masih terus kerja sm dng almaz antey… Hebat korsel berharap indonesia juga bisa kek gitu bikin Air defense system sendiri….

  7.  

    Lha..Nie baru bagus dbeli antidot pertahanan ktimbang beli pesawat bkin php…Rudal cetar membahana…

  8.  

    peluncur nya aja,… rudal nya entar pake rhan,..

  9.  

    Cara paling terpercaya untuk menguji alutsista Russia adalah ketika Russia berhadapan langsung dg dedengkot musuh sesungguhnya, USA dan NATO. Kedua musuh bebuyutan, Russia vs USA / NATO blm pernah terlibat duel langsung, tentu cap batel prupen alutsista Russia atau USA msh sekadar kecap nomor satu tukang kredit dan gombalan sales. Kedua musuh bebuyutan msh sekadar hanya bermain-main ketika berbagai alutsistanya berhadapan, misalnya ketika kapal perang US NAVY berlayar dekat wilayah Russia, segera diganggu Sukhoi Russia atau sebaliknya pespur Russia terbang dekat wilayah USA /NATO segera disambut pespur milik USAF. Jika pun sempat terjadi saling tembak, umumnya dilakukan oleh negara lain seperti ketika pespur jadul (SU-22) milik angkatan udara Suriah dg pilot Suriah ditembak F/A18 Super Hornet milik US NAVY. Tentu hal tersebut blm bisa menunjukan bahwa F/A18 Super Hornet US NAVY pantas mendapat bintang batel prupen, karena yg dilawan hanya pesawat tua dan pilot lokal. Para penggemar alutsista Russia (Russia fanboys) tdk akan terima jika insiden penembakan SU-22 oleh F/A18 Super Hornet menjadi bukti kecap nomor satunya pesawat buatan USA.

    Namun tentunya kita jangan berharap dulu Russia berhadapan langsung dalam konflik bersenjata melawan USA / NATO, karena resiko kiamat atau perang nuklir bisa terjadi jika kedua pihak benar-benar berperang. Nanti jika saatnya tiba, silakan mereka adu senjata sekadar menguji dan merebut cap batel prupen..

 Leave a Reply