May 252018
 

Uji peluncuran rudal MBDA Sea Ceptor dari fregat Tipe 23 upgrade © Kemenhan Inggris

JakartaGreater.com – Sistem rudal kelas dunia yang akan melindungi kapal induk baru Angkatan Laut Inggris atau Royal Navy secara resmi telah memasuki layanan, menurut Menteri Pertahanan Gavin Williamson, seperti dilansir dari laman situs Kementerian Pertahanan Inggris. (24/5/2018)

Sea Ceptor menyediakan perisai terkuat terhadap ancaman udara, termasuk jet tempur musuh, helikopter dan rudal lainnya serta telah dikembangkan dan diproduksi melalui kontrak Kementerian Pertahanan senilai sekitar £ 850 juta.

Sistem rudal canggih tersebut akan digunakan di fregat Tipe 23 Royal Navy dan telah berhasil ditunjukkan melalui uji coba dan kampanye uji coba yang dimulai tahun lalu. Baru-baru ini, HMS Montrose yang berbasis di Plymouth menjadi fregat ketiga untuk menguji sistem tersebut.

Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson mengatakan bahwa “MBDA Sea Ceptor akan melindungi negara kita dari ancaman yang semakin meningkat yang kita hadapi di saat ini dan masa depan, memberikan kapal-kapal kita perisai yang kuat terhadap segala sesuatu mulai dari rudal supersonik hingga jet tempur musuh”.

“Melengkapi kapal perang kita dengan teknologi inovatif ini tidak hanya melindungi Royal Navy, namun juga menunjukkan bahwa kita adalah pemimpin dunia di lautan. HMS Argyll akan menjadi fregat pertama yang memperoleh sistem mutakhir ini untuk mendukung perdamaian dan juga keamanan di kawasan Asia Pasifik akhir tahun ini”, kata Williamson.

Pengumuman yang dibuat pada Konferensi Kekuatan Laut RUSI di London, mengikuti analisis terperinci atas data yang dikumpulkan selama uji coba tembak kelas satu oleh HMS Argyll, yang dilaksanakan tahun lalu. HMS Westminster dan juga HMS Montrose, fregat kedua dan ketiga yang dilengkapi dengan MBDA Sea Ceptor, sejak saat itu juga melakukan peluncuran yang sukses.

Sea Ceptor telah dirancang dan diproduksi oleh MBDA dan secara langsung mendukung 600 lapangan kerja di Bristol, Stevenage dan juga Bolton sebagai bagian dari perjanjian kemitraan Tim Senjata Kompleks antara Kemenhan Inggris dan MBDA.

Uji tembak pertama Sea Ceptor dilakukan dari HMS Argyll di lapangan uji Hebrides di lepas pantai Skotlandia dan melihat sistem diuji terhadap berbagai skenario kompleks – termasuk melibatkan beberapa target sekaligus.

Sea Ceptor adalah perbaikan besar pada sistem rudal Seawolf yang akan digantikan. Ini menawarkan peningkatan kinerja terhadap ancaman masa kini dan masa depan yang diproyeksikan, kemampuan untuk melibatkan beberapa target dan ini memungkinkan fregat untuk melindungi kapal yang dikawal. Sistem ini akan dipasang pada fregat baru Tipe 26 Royal Navy.

Direktur Senjata untuk organisasi pengadaan Kemenhan Inggris, Defense Equipment and Support (DE & S), Richard Smart mengatakan: “Masuknya Sea Ceptor ke layanan dengan Royal Navy adalah tonggak penting, pencapaian besar bagi semua orang yang terlibat dan momen yang membanggakan bagi tim”.

“Ini benar-benar menarik untuk memberikan kemampuan baru yang akan menjadi bagian dari perlindungan bagi kapal induk baru dan akan membantu menjaga personel layanan dan negara kita tetap aman”, kata Smart.

Baru-baru ini, HMS Montrose turut ambil bagian dalam uji coba ketiga dari sistem dan berhasil mencegat target drone yang bergerak cepat. Dalam beberapa detik dari rudal yang meledak dari silo kapal, ancaman simulasi berhasil dihancurkan.

Komandan Conor O’Neill, Perwira Komandan HMS Montrose, mengatakan: “Uji coba yang kami lakukan merupakan puncak keberhasilan dari kerja keras banyak orang dan Babcock, tim Pertahanan Udara Jarak Pendek, DE & S, MBDA dan juga Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

  6 Responses to “Sistem Rudal Sea Ceptor Masuk Layanan Royal Navy”

  1.  

    Wowwww knp TNI gak beli rudal perisai udara ini ya dan malah membeli plastik mika nanggung banged sekali deterennya.

  2.  

    Indonesia nunggu rudal petir

  3.  

    Sudahlah ada negara2 yg tak suka indonesia bisa membuat rudal dan pesawat tempur..kelas indonesia itu hanya roket dan roket..indonesia berjalan mundur soal teknologi rudal dan pesawat tempur.

    •  

      Orang-orang Indonesia itu pinter2….gimana ndak pinter, di boeng ada, di nasa ada, di Jepang, seabrek, di Korsel apalagi….semua orang pandai2….cuman kesempatan di negara sendiri belum ada….mereka belum di manfaatkan oleh negara….coba kalau mereka tenaga2 pinter itu di suruh mikir dan bikin rudal misalnya….pasti jadi lho….

  4.  

    Basik indo masih blm keluar dari perang gerilya..
    Karena ancaman yg nyata itu dr negara yg memiliki kekuatan militer dan ekonomi beratus kali lipat..
    Jika indo mampu mandiri di rudal kelas panggul itu saja akan lbh mengerikan drpd indo mandiri di tank…

    Knp militer malay jauh lbh baik dan lbh mampu melindungi negaranya drpd indo karena malay memiliki pakta pertahanan dg negara kuat..

    Jika terjadi perang dg negara kuat maka rata rata pespur tank kaprang negara dunia ketiga hanya akan menjadi latihan militer negara kuat..
    Suriah irak libya argentina contoh nyata..

    Di indo ini banyak bumn hidupnya tak sehat, ini lbh sederhana dr gudall..

    Ha ha ha

 Leave a Reply