Sistem S-400 Turki Diharapkan Dikirim Medio 2019

Kendaraan pengangkut dan peluncur rudal S-400 dalam pameran udara MAKS 2017 di Rusia

JakartaGreater.com – Vladimir Kojin, Wakil Presiden Rusia, mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal S-400 diperkirakan akan dikirim ke Turki pada pertengahan 2019 atau awal 2020, karena kedua belah pihak telah menyelesaikan rincian kesepakatan yang lebih baik, seperti dilansir dari Daily Sabah.

Pada bulan September, Turki setuju untuk membeli dua resimen S-400 – sistem rudal anti-pesawat jarak jauh buatan Rusia yang paling canggih – dalam kesepakatan senilai lebih dari $ 2 miliar. Pejabat dari Ankara telah berulang kali mengatakan bahwa pembelian sistem S-400 diminta untuk memenuhi kebutuhan keamanan negara tersebut.

“Semua masalah telah diselesaikan dan saya membahas hal ini saat memasuki ruangan secara harfiah”, kata Kojin, menurut kantor berita resmi Tass Rusia.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan tidak ada masalah dengan kesepakatan tersebut.

“Kontrak memasuki tahap implementasi dalam beberapa hari mendatang. Sebagian kontrak akan dibayar oleh pihak Turki dan bagian lainnya akan ditutupi oleh pinjaman yang diberikan oleh pihak Rusia”, kata Kojin.

Sebagai negara anggota NATO, keputusan Turki untuk membeli sistem S-400 Rusia telah menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara anggota NATO lainnya. Namun, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengakhiri spekulasi, dengan mengatakan bahwa negara-negara anggota memiliki hak berdaulat untuk mengambil keputusan terkait pembelian militer mereka.

Dalam upaya memperdalam kerja sama militer, Turki dan Rusia dilaporkan akan menandatangani kesepakatan kerjasama sebelum mendirikan sistem S-400, menurut kepala perusahaan pertahanan milik negara Rostec, Sergey Chemezov.

Sistem pertahanan rudal S-400 adalah sistem rudal anti-pesawat jarak jauh Rusia yang paling maju dan dapat membawa tiga jenis rudal yang mampu menghancurkan sasaran, termasuk rudal balistik dan rudal jelajah.

Sistem ini dapat melacak dan melibatkan hingga 300 target sekaligus dan memiliki layanan ketinggian 27 km. Dengan pembelian S-400, Ankara bertujuan untuk membangun sistem pertahanan udara dan pertahanan anti-rudal pertama Turki untuk mencegah ancaman di wilayah tersebut.

Apalagi Turki berusaha membangun sistem pertahanan rudal sendiri karena kesepakatan tersebut juga melibatkan alih teknologi. Sistem S-400, yang diperkenalkan pada tahun 2007, adalah generasi baru sistem rudal Rusia, dan sejauh ini Rusia hanya menjualnya ke China dan India.

Tahun lalu, China dan India menandatangani sebuah kesepakatan antar pemerintah untuk pengadaan empat resimen S-400 buatan Rusia dan pengiriman sistem pertahanan udara baru diperkirakan akan dimulai pada tahun 2020.

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar