May 172016
 

Saat ini light frigate KRI Raden Eddy Martadinata 331 (Martadinata-class) sedang melakukan uji kaut dan satu lagi sedang dalam konstruksi, untuk 6 kapal pesanan TNI AL.

Setelah fase, uji laut ini, mungkin persoalan yang bergulir adalah pemasangan sistem elektronik dan kelengkapan senjata.

Beberapa lalu KSAD Jenderal Mulyono sempat memaparkan, bahwa tank leopard 2 yang dibeli dari Jerman, belum dilengkapi sepenuhnya, untuk sistem elektronik, komuniasi dan senjatanya. Kini TNI AD sedang melengkapinya. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi light frigate TNI AL. Kapal perang harus bersenjata lengkap, agar fungsinya berbeda dengan kapal sipil atau kapal tamasya.

KRI RE Martadinata

KRI RE Martadinata

Jika melihat gambar tiga dimensi di atas, KRI RE Martadinata akan mengusung rudal 4 x2 rudal Exocet. Kapal ini berarti naik kelas dari korvet Sigma yang lebih dulu dimiliki TNI AL yakni dengan launcher ASM 2 x 2 rudal Exocet.

Light frigate Sigma 10514 juga akan dilengkapi 12-cell vertical launch short-range air defence system (VL SHORADS), serta sistem senjata lainnya : satu close-in weapon system dan satu 76mm medium-calibre gun, serta Two triple torpedo launchers.

Sensor kapal menggunakan : STIR 1.2 Mk2 electro-optical (EO) fire control system, identification friend or foe (IFF), KINGKLIP hull-mounted sonar, SMART-S Mk2 3D multibeam surveillance and a target indication radar. Frigate ini juga dilengkapi fitur LINK-Y datalink, an integrated internal and external communication system and extensive air, surface and sub-surface surveillance capabilities.

Tacticos combat management system yang didesain oleh Thales terintegrasi dengan sensor kapal, senjata dan peralatan lainnya untuk menghadirkan real-time situational awareness. Frigate ini juga dilengkapi dua radar untuk pengamatan laut, global maritime distress and safety system A3 (GMDSS-A3) dan satu reference gyro.

Kapal perang ini digerakkan oleh sistem propulsi kombinasi diesel atau electric (CODOE) yang terdiri dari dua 10,000kW maximum continuous rating (MCR) diesel engines, two 1,300kW electric motors, two double input / single output gearboxes, dan dua 3.55m controllable pitch propellers.

Peralatannya termasuk 6 715kWe generator sets, a 180kWe emergency generator set, dua redundant distribution chilled water systems, degaussing and fire-fighting system with four main and one service pump.

Light Frigate PKR SIGMA 10514 memiliki kecepatan 28 knot dan dapat menjelajah sejauh 5,000nm dikecepatan 14 knot dengan daya tahan 20 hari di laut.

Kini kita sedang menunggu informasi pemasangan sistem elektronik dan senjata dari kapal perang yang dibangun di PT PAL Surabaya ini. Jika sistem elektroniknya seperti yang dipaparkan di atas, patutlah dibanggakan kapal ini.

Berbagi

  44 Responses to “Sistem Senjata Kapal Perang PKR SIGMA PT PAL”

  1.  

    Nyari pertamax dapat minyak jelantah

  2.  

    cepat selesai dan taruh di natuna

  3.  

    hem ikutan bangga

  4.  

    Exocet?

    •  

      Kemungkinan besar exocet .. Karena tanpa penyesuaian lagi ..Tinggal pasang dan click ..
      Soal rencana & wacana RBS 15 & C705 …semuanya tidak jelas . .dan gelap….mau & jadi … beli Kapan ..berapa dan mau dipasang dimana …

  5.  

    Gitu doang garing

  6.  

    ok..lah kalau begitu….3x

  7.  

    oh.. ktu ny.!!
    trusss..?

  8.  

    Compatible dengan senjata lain gak bung mungkin yakont dan sejenisnya..?? Katanya modular kan bisa di modif gituhh..???

  9.  

    Bagian buritan (belakang) tdk ada persenjataan otomatisx… Klo lawan dr belakang mnyerbu… Masa harus balik dulu kapal nya

  10.  

    Keren kalau begitu jadinya

  11.  

    Modelnya cakep senjatanya moncer weiisss top banget hehehe…

  12.  

    Kurang gahar klw tdk pake rudal kaliber ,cellnya cuma 12 harusnya ditambah mjd 24 cel vls

  13.  

    Bowo nggak seneng kalo ada berita alutsista RI ada kemajuan, tapi kalo PLA lagi pamer…, langsung jungkir balik kegirangan kayak orang mendem kebanyakan minum banyu tadah hujan.

  14.  

    Kalo kapal ke 1,2,3,4 senjata anti permukaannya mungkin Ecxocet block 3. Tapi yg ke 5,6,7,8 pake Yakhont dng sistem VLS, karena stock yakhont masih ada 30 biji. Utk yg ke 9-20 sdh pake rudal buatan dlm negeri dng sistem VLS jg.
    Sotoy…toy..toy..mood on

  15.  

    duh…seneng ati rasanya.

  16.  

    hmm.
    Cuma buat body aja..

  17.  

    Ajib….
    Next inhouse (pkr1350) frigate/light destro pake yakhont ato rhan yak..maknyusss

  18.  

    kapal perang sudah bisa,,, kapal selam hampir bisa, jet tempur akan bisa,,, tp rudalnya gmna nih,,, sudah bisa atau belum? satu lg,,, pabrik propelan gmana kabarnya yah,,,,?

  19.  

    design yang cantik, pinoy pasti ngiler waktu lihat kapal ini xixixixixixixixi

  20.  

    kok keren ya..

  21.  

    Betul bung jay, Bung diego bahas pabrik propelannya donk ?? Gak sabar pengen lihat rudal dalam negeri di parade TNI..

  22.  

    Rudal petir gimana nasibnya?

  23.  

    Bung, nanya dong selama ini platform Yakhont di kapal mana saja ya ?
    Terus ada kemungkinan ga di PKR ini diinstall Yakhont ?

  24.  

    Tanya dong ke sesepuh forum

    Modul bagian mana saja yang di buat PT. PAL
    TNI AL order berapa

  25.  

    Kita liat aja nanti …

  26.  

    6 sigma? Ada sumber beritanyakah? Setau sy masih pesen 2 aja ni…

  27.  

    buat yg banyak..

  28.  

    Makjang, lengkap banget tuh. Jika sudah tercapai nanti pengadaan maksimal 26 Sigma, aman sentosa dah nusantara. Bravo PT.PAL

  29.  

    tepat,, jika kita mampu kenapa tidak.. buat 1000X lgi.. lanjut..

  30.  

    bodynya mantab

  31.  

    Moga persenjataannya ndak nanggung…

  32.  

    Laut selatan Jawa kok belum ada pangkalan militer dan kurang perhatian???? padahal di sana itu ada Australia dan ASU, mereka punya pangkalan militer di selatan pulau Jawa…musuh bisa mudah lho invasi masuk lewat selatan pulau Jawa dan Bali…

  33.  

    la ni tinggl pemasangan instalasi elektronikanya n senjata, klo masang sendr bs gwt krn pt pal lum pernh masang yg lbh njlimet n rumit mesti hrs gandeng pihak kontraktor asing klo tdk bs2 cm jd brg pajangan, maklum br bljr buat kpal fregat jd masih kagok ato culun, beda dgn buat kapal patroli ato kcr

 Leave a Reply