Mar 032012
 

Ada situasi yang berubah di perairan Ambalat, Nunukan, kalimantan Timur akhir- akhir ini. Tidak ada kapal TDLM yang mengganggu atau melakukan provokasi mendekati Suar di karang Unarang. Tidak ada pula pesawat Malaysia yang terbang melintas, mencoba memanas-manasi anggota TNI yang berpatroli. Yang tampak hanya kumpulan burung melayang memburu ikan yang berenang. Sementara Bendera Merah Putih kokoh berkibar di Menara Karang Unarang tertiup angin.

Situasi damai ini ada penyebabnya. Armada kapal perang RI yang bertugas di Ambalat, telah dilengkapi rudal Yakhont buatan Rusia serta rudal C-802 buatan China. Kedua rudal ini bisa jadi meningkatkan daya gertak terhadap semua ancaman. Betapa tidak, rudal Yakhont mampu melumat sasaran berjarak maksimum 300 km. Rudal di KRI Oswald Siahaan ini sangat besar, panjang 8,9 meter dengan diameter 0,7 meter. Mampu melesat pada kecepatan Mach 2,5 dengan bobot luncur tiga ton. Tampaknya belum ada Kapal Perang di Asean yang bisa mengatasi rudal yakhont. Malaysia memesan rudal ini ke Rusia, namun belum memiliki kapal yang bisa dipasang rudal Yakhont.

Untuk sasaran lebih dekat, KRI di Ambalat dilengkapi Rudal C-802 yang mampu menggasak sasaran kapal permukaan, hingga 120 km. Rudal C-802 menuju sasaran dalam ketinggian 5-7 meter di atas permukaan laut dengan kecepatan Mach 0,9.

KRI yang disebar di Ambalat juga dilengkapi beragam jenis torpedo, rudal Harpoon, dan Exocet, meriam 120 mm, 76 mm, 57 mm, 40 mm, 20 mm. Selain itu ada bom laut, RBU-6000, ASRL/ASROC, Mistral dan sebagainya. Seluruh rudal ini telah lolos ujicoba tahun 2011 lalu.

Ancaman potensial dari Malaysia adalah kapal selam modern Scorpene Perancis yang baru dibeli. Untuk itu TNI menempatkan CN-235 MPA yang dipersenjatai dan bertugas mendetkesi kapal selam sekaligus mengunci target dengan misil. CN-235 MPA menggunakan alat pendeteksi kapal selam dari Perancis, karena kapal selam Scorpene Malaysia, buatan Perancis.

Sebagai pertahanan udara, personil di Ambalat dan Karang Unarang, dilengkapi berbagai misil, tergantung kesatuan mereka. Ada misil QW-3 milik TNI AU, Strella, Igla, Mistral milik TNI AL, Gian tbow, Zur-kg, TD-2000b , SA-7 Skyshield,dan S-60.

Indonesia juga menyiapkan pesawat peringatan dini boeing 737 awe&c, skuadron UAV di Pontianak, serta Heli tempur MI-35.

Untuk urusan anti kapal selam, KRI Cakra-401 telah melakukan uji tembak senjata taktis Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) yang menghantarkan eks KRI Karang Galang ke dasar laut. Kapal ini juga menjadi sasaran tembak rudal C-802 yang diluncurkan KRI Layang-805.

Torpedo SUT yang menjadi senjata andalan kapal selam KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402, dibuat oleh PT DI, hasil alih teknologi dari Korea Selatan. Torpedo berbobot 1,4 ton dengan hulu ledak 260 Kg, mampu menjangkau sasaran tembak efektif maksimal 40 Km.

Selain rudal Yakhont yang sudah terpasang, kini Indonesia mematangkan rudal empat tingkat RX-420 LAPAN yang telah uji tembak di Pameungpeuk, Garut-Jawa Barat.

  9 Responses to “Situasi yang Berubah di Perairan Ambalat”

  1.  

    Torpedo SUT yang diproduksi oleh PT DI bukan hasil alih teknologi dari Korea Selatan, tapi dari Jerman Barat (waktu itu), yaitu pabrik AEG. Torpedo ini sudah diproduksi IPTN (waktu itu) sejak zaman Habibie.

  2.  

    Tampaknya perkembangan pembelian rudal cukup memberi efek getar yang tinggi diambalat, tetapi AL kita masih kekurangan kapal selam kelas kilo, kenapa beli kelas teri, karena senjata rahasia AL adalah kapal selam yang canggih. Mudah-mudahan anggaran pertahanan kita meningkat sehingga bisa kapal selam canggih.

  3.  

    mas diponegoro588, KS 412 yg dikalender, mirip KS INS Sindhurakshak?S-63?

    http://www.mdc.idv.tw/mdc/navy/china/kilo-india.jpg

    •  

      he..he..gambar KS yang nongol di kalender TNI AL itu memang KS milik India yang dicomot untuk memberikan signal bahwa jenis lontong yang satu itu sebenarnya telah menyelam jauh di dasar samudera Indonesia. mengawal kedaulatan bawah air kita dari penyusupan KS negara lain. Informasi yang saya dapat beberapa KS negara lain telah tepergok masuk untuk memata2i kita dan akhirnya berhasil diusir oleh monster bawah laut. sedangkan nomor lambung 412 merupakan signal dan proyeksi bahwa KS jenis ini dimasa mendatang akan ada 12 biji. 12 biji ini akan melayang2 di bawah air dari sabang sampai merauke….

      •  

        iya mas, penasaran, pengen liat kilo muncul ke permukaan, kalo KS nya hanya 2, kayaknya ga sebanding sama luasnya laut indonesia, apalagi dengan ekonomi indonesia yg lagi lumayan, tapi yg kok yg keliatan di daftar cuma 2.
        Buat saya mas, ada atau tidaknya, (semoga memang ada), sudah bikin negara dikawasan berfikir kalo mau masuk perairan kita tanpa permisi.

      •  

        lontong…oh lontong, kenapa kau selalu membuat aku galau

        12 biji ??? buju buneeeng…… banyak amat yaaak
        kita tunggu aja deh penampakannya di latgab akbar 2014

  4.  

    Perbatasan kalimantan sekitarnya perlu ditempatkan transmigrasi campuran, pensiunan, masyarakat petani dan penduduk setempat serta sekitar stransmigrasi ditempatkan aparat TNI/Polri. Shg akan menjadikan daerah tersebut ramai perkembangan wilayah, ramai utk memenuhi kekurangan kedelai/beras dan menjadikan pertahanan masyarakat akan cepat berkembang. Contoh perbatasan Papua dg Papua New Giniu pedagang2 bertebaran dr transmigrasi……

  5.  

    dah lama gak ada berita dari malaysia ,… koq rindu rasanya melihat perkembangan fostur militer tni berbanding atm sebagai bahan untuk analisa dari para sesepuh warjag
    maaf bukan mencoba manas manasin … tapi cuma bahan analisa saja…. en sr mode on again