Feb 052014
 
SU 27 dan SU 30 RI di Darwin Australia

SU 27 dan SU 30 RI di Darwin Australia

Biak. Mabes TNI Angkatan Udara (TNI AU) sedang mempersiapkan penambahan pesawat tempur untuk pendirian skadron tempur di wilayah Indonesia Timur.

“Mabes TNI AU tahun ini akan melakukan pengadaan pesawat tempur, yang diprioritaskan untuk wilayah udara Timur Indonesia,” ungkap Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, di Biak, Rabu 05/02/2014.

Rencana untuk membentuk skadron baru pesawat tempur di Indonesia bagian Timur sudah masuk dalam grand desain Mabes TNI AU. Hanya saja untuk merealisasikan pembentukan skadron tempur baru, diperlukan kesiapan sarana prasarana, personel prajurit serta dukungan langsung kemampuan keuangan Negara.

“Kapan realisasinya pembentukan skadron tempur Indonesia Timur sedang dalam perencanaan Mabes TNI AU, ya untuk tahun ini kami siapkan penambahan pesawat tempur untuk memperkuat kemampuan prajurit TNI AU dalam mengawal kedaulatan wilayah udara NKRI,” tegas mantan Pangkosek Hanudnas IV Biak ini.

Untuk menjaga pengawasan lalu lintas udara di wilayah Papua telah dibentuk empat satuan radar TNI AU, tersebar di Timika, Merauke dan Biak.

“Dengan adanya satuan radar TNI AU diharapkan dapat memantau segala pergerakan pesawat udara yang melintas wilayah udara Papua dan sekitarnya, ya untuk saat ini semua pangkalan udara di Papua dan satuan radar telah menjalankan tugasnya sesuai tugas yang diemban prajurit TNI,” ujarnya didampingi Kapenau Marsma TNI Hadi.

Selama kunjungan kerja di Biak Selasa dan Rabu, Kasau Marsekal IB Putu Dunia mengunjungi Makosek Hanudnas IV, Pangkalan Lanud Manuhua, Satuan Radar 242 serta Bataliyon 468 Sarotama Paskhas.(Antara).

Bagikan :

  121 Responses to “Skadron Baru TNI AU Indonesia Timur”

  1.  

    lebih cepat lebih baik.

  2.  

    Sudah saatnya pula anak-anak Indonesia Timur memiliki peran menjaga nkri, tingkatkan kemampuan SDM dan kesadaran bela bangsa mereka

  3.  

    semakin mantap dengan skuadron su 35s dan sistem pertahanan udara s 300

  4.  

    Kayaknya TNI bergerak sangat cepat dan dinamis mengantisipasi gejolak di kawasan ini…..
    Kira2 yg mau ngisi apa ya……, klo SU-35 pengganti F-5 maka jelas masuk ke lanud iswahyudi, apa mungkin medium fighter sekelas gripen e/f untuk Biak ya….

    •  

      Yup bener
      Analisa saya sebenarnya selama ini papua tidak di biarkan tanpa skuadron tempur
      Ada pespur yang menjaga disana dengan skuadron bayangan..
      Kelebihan F-5 Tiger yang kita miliki selama ini dibuat untuk menjaga bumi papua,,,

      Tahun lalu PNG mengajukan nota protes karena diduga pesawat tempur F-5 Indonesia berpatroli sampai melanggar batas wilayah mereka.
      Protes mereka dijawab bahwa pepsur F 5 bermarkas di madiun dan tidak ada yang di papua.
      tapi ane yakin ada satu ska F 5 sudah menjaga papua tinggal ditambahi jumlahnya atau diperkuat dengan pespur lainnya
      IMHO

      •  

        kadang bikin geli juga, cara pengawal kita beraksi…
        hehehe..setuju deh..memang F-5 di Madiun qo. πŸ˜€

      •  

        Bung Satrio, iswahyudi nanti dgn kedatangan F-16 dari AS + SU-35 rusia maka wilayah jawa bali , NTT dan NTB tercover. Sedangkan Sumatera tercover oleh F-16 hibah yg ditempatkan di pekanbaru + skuadron hawk 100/200, Kalimantan dijaga hawk 100/200 serta sukoi 27/30 dari makassar.

        Sedangkan dari makassar ke papua, sukoi perlu waktu lama untuk mengintercept pesawat asing yg datang. Jadi wajar sekali papua harus punya skuadron baru, dulu pernah ada konsep untuk papua sementara ini cukup pesawat tempur peronda, nah mungkin dikasih F-5 hibah dari korsel dari pembelian T-50i (tapi kemudian ditolak sama TNI AU krn speknya masih standar).

        Kalau saya usul, pengadaan Pesawat tempur baru untuk skuadron baru sekitar 2 skuadron medium fighter untuk papua 1 skuadron dan 1 skuadron kalimantan untuk menemani hawk 100/200.

        •  

          Untuk sumatra betul akan dijaga F 16 dan Hawk 100/200 kalau nati ada gripen datang ya Hawk 100/200 akan digeser bisa ditempatkan di medan atau aceh (sesuai lokasi kogabwilhan wilayah barat)
          Sedangkan lanud Soewondo dimedan akan diisi oleh skuadron pesawat pengintai termasuk UAV

          Untuk kalimantan sama nanti bila gripen datang menggantikan Hawk 109/209 dan dibantu skuadron UAV
          hawk 109/209 bisa digeser ke natuna membuat skuadron baru disana.dibackup sukhoi dari makasar.,

          Papua akan mempunyai skuadron sendiri karena kogabwilhan timur akan bermarkas disana..bisa diisi sementara dengan F 5 sebanyak 2 skuadron,
          (COBA di ingat negara mana aja yang pernah ngasih tawaran Hibah F 5)
          F 5 dari korea pasti akan ditagih dengan speck yang diinginkan oleh TNI AU paling tidak yang setara dengan milik TNI AU yang sdh diretrofit..karena itu dijanjikan oleh mereka karena kita first customer T 50.
          bila F 5 madiun dan hibah dari Korsel ditaruh di papua maka ada 3 ska F 5 menjaga wilayah timur,
          dan backup bisa diberikan oleh satu flight SU 35 dari madiun yang di BKO kan secara periodik diwilayah timur bisa di eltari
          sambil nunggu SU 34 naval fighter land base terwujut menjaga wilayah timur,
          IMHO

          •  

            F5 Taiwan?

            Apa gak kejauhan Natuna dibackup dari Makassar bung Satrio? Dan menurut pemikiran awam saya Hassanudin dan Iswahyudi terlalu dekat untuk posisi sukhoi, pantasnya minimal digeser agak jauh untuk memperluas wilayah jangkauan

          •  

            mungkin spek yg diinginkan TNI AU untuk hibah F-5 punya taiwan, tapi kyknya nggak jadi krn Indonesia mempunyai hubungan baik dgn China (klo nggak salah china akhirnya juga pernah menawari MIG-21 upgrade ya?? dgn syarat china memasang radar maritim di wilayah AKLI 2 ???benar apa nggak ya)
            Klo soal hibah F-5 korsel yg sesuai spek TNI AU kayaknya nggak jadi krn korsel membutuhkan lagi dgn situasi memanas di semenajung korea dgn Korut.

          •  

            Sukhoi dari hasanudin scrambel ke natuna paling lama satu jam.,
            tetapi bila nanti SU 34 jadi datang atau F 18 hibah diambil dan bermarkas di natuna

            Saya kira sukhoi HND bisa konsentrasi melindungi kalimantan sulawesi dan ambon
            bisa saja nanti sukhoi akan digeser sesuai dengan pembagian Kogabwilhan yang ada 4 kofgabwilhan,

            Armada sukhoi adalah armada pemukul kelas berat, jadi akan dikeluarkan saat saat ketegangan tertentu .
            Untuk workhorse dan patroli memkai yang murah cost operasionalnya saja,
            Punya 4 ska sukhoi berbagai varian saya kira cukup mengcover 4 kogabwilhan

          •  

            bung satrio kenapa sukhoi tdk disimpan di merauke saja.?SU 35 yg baru ditempatkan di makassar sedangkan sukhoi yg di makassar yg dialihkan ke papua.

            untuk mengisi el tari tunggu grippen dtng.

          •  

            Bung Satrio, apakah su-34 mempunyai fungsi sama dengan su-35? betul kata bung one, akan kejauhan Iswahyudi dan hasanuddin untuk memberikan perlindungan/kover ke ujung barat dan timur RI. terutama bila dibandingkan dengan jarak singo/malaysi untuk utara dan untuk selatan ausi sudah mengobrak-abrik eltari. apalagi f-35 akan sulit terdeteksi radar. maaf katrok

          •  

            @Bung Fadil
            Bisa saja nanti begitu
            Tetapi kita lihat potensi ancaman kogabwilhan wil timur adalah sonotan
            perlu Fighter yang bisa menghadapi ancaman yang datang dari samudra pacific dan samudra Hindia yaa pilihannya bisa SU 34 maritim strike ,kecuali PNG akan dijadikan pangkalan aju.
            Terus Apa iya ruskie mau fasilitasnya peluncuran satelit di Biak dijaga oleh pespur dari barat.
            F 5 kalau untuk workhorse saja masih cukup tetapi harus dibackup sukhoi family,

            Sedangkan el tari itu sebenarnya sekarang masuk Kosekhanudnas II Makassar hasanudin nanti bila kogabwilhan terbentuk apakah eltari ikut tengah apa timur belum tau ..kalau ikut tengah bisa dicover oleh sukhoi HND

            @Bung NKRI newbie
            Beda bung,,SU 35 untuk air superiority sedangkan SU 34 untuk maritim strike
            Eltari sampai saat ini masih ada deploy pepsur sekiitar satu flight bergantian menjaganya
            jangan lupa menjangkau zee aushy dari hasanudin hanya perlu waktu 1 jam tuk scrambel
            maaf hanya analisa ngawue saja

          •  

            bung satrio apa benar ada tawaran hibah 1 sku sukhoi ?
            kira” ke depan el tari akan ditempatkan skuadron tempur yg tetap atau hanya deploy aja ?

          •  

            Jangan lupa Leopard untuk papua bung

          •  

            bung gue,

            justru krn Indonesia mempunyai hubungan baik dgn China, maka China akan mendorong agar F-5 segera diambil, sehingga pespur Taiwan berkurang πŸ™‚

        •  

          F 5 yang diterima yg ex Taiwan karena speknya sama dengan spek TNI-AU, kalo yg dari Korea ditolak karena masih standard. F 5 ex Taiwan datangnya bareng dengan jatuhnya Hawk 200 Pekanbaru yang sempat membuat berita besar…..seorang Pamen mencekik wartawan, sehingga semua mata media menuju ke sana. Enggak ada yang melihat F 5 dari Guam mendarat ke Biak……hebat benar sandiwaranya …..he…he….

          •  

            bung@DAWALA : akan ada 3 ska F-5? Berarti hibah Korea & Taiwan diambil semua ya?

            bung@Satrio : bakal ada 4 ska Sukhoi, yg sdh pasti eksisting 1 ska SU-27/30, yg 3 ska lg apakah terdiri dr 2 ska SU-35 + 1 ska SU-34? atau kebalikannya kah?

            Kl boleh sy inventarisir, smp dgn MEF II akan ada kombinasi fighter/bomber :
            – 3 ska F-5 (10 + 32 hibah Korea/Taiwan)
            – 2 ska F-16 (10 + 24 hibah US)
            – 2 ska Hawk 109/209
            – 4 ska SU-27/30/34/35
            – 1 ska Super Tucano
            – 1 ska T/A-50, dan
            – 3 ska Gripen (44 unit) ???
            Sudah berotot…hehehee

            Tambahan usulan, jika T-50 diproyeksikan utk latih lanjut sblm ke F-16 ataupun fighter NATO, knp kita gak ambil Yak-130 utk latih lanjut ke Sukhoi family?

            Maaf jika ada yg salah, mohon pencerahan bung@DAWALA & bung @Satrio & brgkali ada tambahan dr warjager yg lainnya…
            Maturnuwun

          •  

            Imho- jika Gripen dan Su35 sdh full operasional waktunya bersamaan dengan masa pensiun F5. Hawk dan f16 hibah juga mungkin hanya sampai 2020-2025, dan ini adalah waktu dimana Pakfa sudah akan tersedia unyuk eksport.

            Yang penting jangan sampai tergoda JF17 :mrgreen:

          •  

            kata para tukang layangan ‘dengan Kombinasi T 50 GE dan Simulator sudah cukup para calon pilot mengawaki Sukhoi family,

            Jadi Yak tidak diambil

          •  

            gripen dengan bom gas elpiji 3 kg….

            hati2 SAAB gripen…..itu milik yahudi geblek…..tak bisa nembak kapal USTRALIA CS
            kuwalatttt….7 turunan..CAYA DEH…:))

            he he he
            santai aja bang

      •  

        PNG berencana meningkatkan jumlah pasukan mereka dari 1000 menjadi 10000, itu kenaikan 10x lipat. Yang mereka pandang tentu adalah meningkatnya frekuensi dan level aktifitas TNI di Papua.

        Bahkan belum lama ini negara2 Malenisia juga mulai menunjukan kekhawatiran atas peningkatan kemampuan TNI πŸ™‚ selama ini negara2 kecil di Pasifik selatan berada di bawah payung Australia. Kita benantang dominasi barat di kawasan. Ini ‘rumah’ dan halaman rumah kita, Australia yang justru anomali dan pendatang tak diundang

        •  

          Ane punya Konsep Nusantara jilid 3
          angan angan ane nanti bangsa melanesia dan PNG bisa ikut bergabung dan mendekat kepada Indonesia karena faktor kedekatan geopolitik dan ras juga agama dengan indonesia timur dari pada harus mendekat ke ras bule wanabe,

          Demikian juga dengan dibarat bisa nanti malaysia,brunai,sabah,serawak mendekat ke Indonesia karena faktor kedekatan geopolitik,serumpun dan kesamaan agama
          Toh berkaitan dgn perkembangan global sekarang malaysia juga bingung mau mendekat ke china atau India,sedangkan ras melayu begitu kuat dan dominan disana ,
          Untuk tetap bergabung kepada brutush dan usa mereka sudah dianggap musuh potensial terbukti snowden mengungkapkan mereka termasuk yang disadap oleh barat,

          Bila ditambah dengan Vietnam,kamboja dan Laos maka akan timbul satu kekuatan baru (NEFO) semacam BRICS

          Indonesia sebagai negara yang besar SDA,SDM dan Wilayahnya,.mampu menjadi Macan asia (modal ini yang tidak bisa disaingi oleh negara kawasan bahkan oleh australia sekalipun)
          Indonesia akan jadi macan asia ,,dan salah satu macan yang paling BISA untuk disandari oleh negara negara melayu dan melanisia.
          Karena satu satunya macan yang beridiologi Pancasila.,

          •  

            Yup, penduduk asli Au dan NZ jelas lebih punya latar belakang yang berhubungan erat dgn nusantara. Untuk kamboja dan laos saya ragu, mereka cenderung mendekat ke China dan juga berlatar belakang wilayah Indochina

            Menghadapi tantangan ke depan situasi memang lebih suram untuk negara2 berpostur sedang apalagi micro, mereka harus melirik ke salah satu poros kekuatan agar bisa bertahan. Indonesia dgn potensinya memang bisa jadi poros regional. 5-10 tahun ke depan cukup crusial untuk melihat bagaimana perkembangannya, jika gagal menjadi kekuatan regional kita akan semakin dikelilingi ‘musuh’

          •  

            Mantap..idenya kecebong besar ini……cuma bisa berdoa…semoga sukses..

          •  

            Sebagai orang yang pernah bermukim 1 dekade++ di pedalaman Papua yang indah (dan dingin), saya kira lebih baik kita berorientasi ke dalam dan kukuhkan semaksimal mungkin pembauran/integrasi Papua di dalam wadah RI.
            Keputusan Gus Dur mengijinkan penggunaan nama Papua menggantikan Irian saja sudah merepotkan (bayangkan jika propinsi RI di Kalimantan bernama Sarawak Timur, Sarawak Selatan atau Sarawak Tenggara).
            Di pekerjaan saya berinteraksi dengan warga suku Amungme, Dani, Damal. Moni, juga dengan suku2 dari daerah jauh seperti Ayamaru dari Kepala Burung dan teman2 asal Biak, Jayapura dan Serui.
            Umumnya mereka berpandangan ‘memang kami beda’. Dalam bahasa Amungme ‘oyame’ berarti ‘pendatang’, darimanapun asalnya, Sulawesi, Sumatera, Jawa, pokoknya non-Papua (jadi dikhotomi Papua > < them itu adalah sesuatu yang riil). Pendatangpun tidak sensitif dan mempertajam dikhotomi, pernah terjadi musibah, dam di ketinggian 4,000an m jebol, banjir bandang
            menyapu bivak karyawan survey lapangan yang malangnya berada pada ketinggian dibawah dam tsb. Sejumlah karyawan hilang dan kalau tidak salah jasad mereka tidak pernah ditemukan. Seorang field engineer datang ke kantor dan bercakap2 dengan saya dan 2 sekertaris (1 non-Papua, 1 Papua) tentang musibah tsb. Field eng bilang X orang tewas (lupa jumlah persisnya, karena cukup sering kecelakaan fatal, bahkan hingga SUV dilindas haul truck yang setinggi bangunan 2 lantai), si sekretaris non Papua nanya 'berapa orang Indonesianya?' saya bingung karena pasti tidak ada expat yang ikut berkemah di lapangan.
            Si field eng yang arek Suroboyo juga bingung 'ya itu orang Indonesia semua', tapi si sekretaris Papua lebih tanggap dan berkata 'maksudnya yang bukan Papua'. Huuh, belajar dimana sih itu cewek bahwa orang Papua bukan orang Indonesia ? Lagian diucapkan didepan rekan sekantor Papuanya, luarbiasa 'sensitif' !
            Pengalaman dengan Timtim-pun membuktikan betapa alot dan ruwet (dan gagal) integrasi itu. Ada cara Orba yang jitu, putra Papua direkrut jadi penyiar TVRI, jika dalam militer dikenal military presence, trik
            dengan penyiar tersebut dapat disebut menciptakan 'Papuan presence' dalam kehidupan sehari2 masyarakat. Harusnya Keminfo menghimbau TV swasta yang menjamur untuk mengadopsi cara TVRI tsb (cewek
            Papua banyak yang cantik, ada yang mirip Janet Jackson atau Sade). Cara lain dengan menempatkan putra Papua pada jabatan humas yang sering diliput media seperti Kadiv Humas Polri, Jubir KPK dst.

            https://www.facebook.com/218956064783209/photos/a.635243559821122.1073741825.218956064783209/733676413311169/?type=1&theater

            Terkait PNG mungkin bisa kita rangkul untuk masuk Asean, jika ingin juga merangkul negara2 unyil Pasifik Selatan, mungkin bisa nyontek Uni Eropa, Uni Asia Tenggara – Pasifik Selatan.
            Dalam sejarah modern, negara2 yang bergabung adalah negara2 yang asalnya memang bersatu seperti Jerman, Vietnam, Yaman, mungkin menyusul 2 Korea, Taiwan-China?.
            Justru lebih banyak yang pecah seperti Yugoslavia, Cheska dan Slovakia, Uni Soviet, Sudan-Sudan Selatan, next Catalan-Spain, Quebec-Canada, Scotland-UK ?

          •  

            ralat :

            (jadi dikhotomi Papua vs. non-Papua (the rest of Indonesia), us vs. them itu adalah sesuatu yang riil di level akar rumput).

          •  

            @bung Danu

            Sudut pandang Anda memahami orang asli papua(oap) sya lihat masih terlalu sempit walau sdh 1 dekade hidup disana. Itu krn melihat hanya dari satu lokasi yg relatif kehidupannya msh monoton. Saya tebak Anda berada di mile68/74, dan suasana disana adlh suasana kehidupan buruh tambang, yg cenderung monoton jauh dari dinamika politik Papua yg sebenarnya.
            Sy punya banyak cerita tentangPapua krn sy sdh mengalami hidup hampir seluruh wil Papua. Yg singkatnya integrasi OAP ke dlm masyarakat Indonesia umumnya masih potensial untuk disatukan dg berbagai syarat. Sy blm ada waktu berbagi di saat ini, lain waktu mungkin sy akan panjang lebar bercerita di warjager ini.
            Salam NKRI !!

          •  

            bung Dikawin,

            πŸ˜€ anda pernah hidup hampir seluruh wil Papua pada level apa, jika hanya itu2 saja ya tunda dulu penilaian, mending share dulu pengalaman di forum ini.

            Di atas telah saya sebut interaksi dengan suku2 yang datang dari segala penjuru Papua. Anda bisa berkeliling Papua dan mengenal berbagai suku, atau anda diam di melting pot dimana suku2 tersebut berkumpul akibat kemilau emas, efeknya sama saja.

            Monoton? tergantung level anda dimana, seorang buruh memang tidak berinteraksi dengan orang2 dari berbagai latar belakang keahlian, hanya dengan foreman yang memberi perintah sehari2. Beda dari project engineer yang demi kelancaran proyek yang dipegangnya harus berinteraksi dengan kepala suku, pusat misionaris di Jayapura, pemda, LSM, aparat keamanan, sesama engineers (national maupun expat) hingga procurement di Jakarta dan vendor di luar negeri (Oz, Sin, Amrik), termasuk mengurus critical items yang akan diterbangkan langsung entah dari Amrik atau Oz dengan pesawat perusahaan. Anda akan ditelepon di akhir minggu atau di atas jam 21:00 WIT.
            Hidup akan merupakan lawan kata dari ‘monoton’ πŸ™‚

            Dinamika politik dimanapun diusung kaum terpelajar sebagai motor.
            Saya bekerjasama dengan banyak teman2 profesional Papua dari Community Development yang bersentuhan langsung dengan grass root. Banyak kolega Papua yang jebolan Amrik termasuk dari latar belakang non teknik seperti hukum.

            Yang penting mungkin ini :
            …Yg singkatnya integrasi OAP ke dlm masyarakat Indonesia umumnya masih potensial untuk disatukan dg berbagai syarat…

            Lha, kan ini yang saya bilang diatas, makanya fokus dan berorientasi ke dalam ?

            Jangan karena memikirkan burung2 gelatik, cenderawasih di tangan malah kabur…

            .:

        •  

          Ada baiknya juga TNI malah menawarkan Pelatihan kepada militer PNG dan Negara2 Melanesia, semakin besar kepercayan mereka ke TNI akan semakin baik.
          gue seiman dgn bung @Satrio, Nusantara = Melanesia + Asean

          •  

            bung Donnie klu bgtu skenarionya kayaknya jadi majapahit jilid II yah..heheheh

          •  

            πŸ™‚ lucu juga bung @faadhil, baru tadi sore saya kebetulan baca sejarah singosari dan majapahit.

            Btw, sejak jaman sriwijaya dan majapahit hubungan dgn china sudah berlangsung erat, hubungan dagang dan politik. Di satu satu sisi agak khawatir karena dari dulu kekaisaran China sudah berusaha menguasai nusantara, dan sempat terjadi memang upeti dan sowan. Tapi di sisi lain hubungan Indonesia-China punya sejarah panjang dan bisa dijadikan dasar saling menghargai.

            Indonesia adalah pewaris nusantara seperti Russia mewarisi kejayaan USSR dan kekaisaran sebelumnya. Saat ini negara pecahan Uni Soviet mengalami tarik menarik pengaruh antara EU dan Russia. Negara di kawasan sayangnya ditarik tarik antara China-India-US.

            Ada terlintas dalam pikiran saya bagaimana jika US dan Uni Eropa bangkrut dan pecah. Bukan tdk mungkin mengingat kemarin saja nyaris terjadi. Australia akan terpojok sendiri terkurung Asia, bukan tidak munhkin kita dan Cina serta India akan berebut menguasai benua Australia, Timor leste akan kembali dimasukan dalam NKRI, Singapura akan jadi rebutan Indonesia dan Malaysia, bahkan Malaysia dan Brunei bisa jadi sasaran perebutan antara Indonesia dan China

          •  

            Singapur + M’sia (kalimantan) ke NKRI z juga timor leste dan png, jadi beneran Negara kepulauan, perbatasannya cuma laut.

            Klaim Teritorial berdasarkan Sejarah…Boleh juga tuh…
            Oz jadi merinding ketika Aborign jadi naek Kelas πŸ˜€

            dlm Global India, China, Brazil, Rusia dan Indonesia waktunya jadi pemegang Ha Veto.. yg lama2 pensiun z deh… hehehe.

          •  

            SUMPAH PALAPA JILID II kayaknya akan semakin menjadi kenyataan nih……. πŸ™‚

          •  

            Ingat Comode excercise 2014 (latihan Multilateral Angkatan Laut)
            nama Komodo seakan ingin menegaskan bahwa masih ada lagi makhluk yang lebih pra sejarah, ya si Komodo itu. Bukan bermaksud menyindir tetapi kalau klaim didasarkan pada argumen kejayaan masa lalu yang sudah bernilai berabad-abad, kita pun bisa mengatakan kami ingin juga mengembalikan kejayaan Majapahit.

          •  

            Yang masih dalam waktu dekat < 10 th adalah Sabah-Sarawak dan Brunei. Jangka Menengah, karena dinamika kawasan LCS, Pinoy mulai mempertimbangkan referendum untuk menawarkan kepada Indonesia pembentukan Negara Serikat Nusantara (kan semua masih kepulauan – United State of Archipelago, atau Federation of Archipelago). Australia yang esmosi karena terkepung, melakukan strategi agresif, apalagi rakyat aborigin semakin maju dan menuntut hak-haknya. Karena salah penanganan, jadi musuh bersama negara-negara melanesia, yang berakibat Australia bertindak agresif secara militer kepada mereka. Ujung-ujungnya Melanesia menawarkan diri ikut bergabung ke Negara Serikat Nusantara.
            Singapur tidak bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya hanya jadi jasa. Para pengusaha kuat Singapur mulai menuntut pemerintah karena mereka sudah mentok, tidak bisa lagi menyusul konglomerat Indonesia, Malaysia, Thai dan Vietnam. Akhirnya dibuat semacam referendum yang dikuasai oleh pengusaha besar untuk bergabung dengan Negara Serikat Nusantara agar bisa ikut mencicipi pertumbuhan ekonomi kawasan Nusantara yang besar sebagai warga negaranya yang sama hak dan kewajiban dengan konglomerat Nusantara. Akhirnya, Thailand, Vietnam, Malaysia mengajak Nusantara yang sudah sebesar China Daratan agar membentuk Zona Industri baru.

          •  

            bung maling jemuran,

            survei membuktikan. Timtim yang kere dan disubsidi besar aja tetap ogah bergabung dengan RI, apalagi negara2 yang GDP per kapitanya berkali lipat kita.

            bisa2 dibanjiri PKL negara mereka yang sekarang rapi…

            sebaliknya jika yang GDP-nya dibawah kita ingin gabung, kita dong yang nolak, berat2in aja, ngasih makan 250 juta orang udah repot…

      •  

        Om Satrio, rencana gripen yg bakal di ambil apa masih sesuai dgn issue awal2 kemarin.?
        jika benar jumlah nya spt itu, apakah nantinya akan dibagi menjadi bbrp skuadron & ditempatkan dibbrp wilayah / Kogabwilhan, termasuk di Biak yg akan diresmikan ini.?

        •  

          Masalah Gripen tetap seperti berita terakhir
          Gripen akan ditempatkan di wilayah barat
          Biak diisi SU 35 dan SU 34.

          •  

            Bung, pak pur di spanyol, bla bla bla.. dewaruci dst, tapi terakhir disebutkan meneruskan perjanjian 2007. Bukannya 2007 itu perjanjian kapal permukaan steregushcy yang menyangkut Russia dan spanyol
            ?

          •  

            hehehe tebak aja bung now
            yang pasti pak pur trip ke eropa adalah
            Pertama tanda tangan kontrak batc 2 pswt C 295 dan kemungkinan mengambil A 400 (tentatif) ,,melihat bremen di Kiel yg lagi diretrofit,, dan melihat DZP class
            Ngecek Leo 2, serta Pzh2000

            barang spanyol ada lho yang ditawarin kekita,,yaitu surplus leo nya yang bila kita ambil akan memakai rheimental sbg dealernya sekalian di retrofit jadi Leo RI
            IMHO

          •  

            Nebak aircraft carrier untuk jadi KRI Gajah Mada :mrgreen:

            Spanyol adalah sumber yg menarik karena berbagai hal. Diantaranya adalah penguasaan teknologi perkapalan, akses ke persenjataan NATO dan kondisi ekonomi yang sedang terjepit, kombinasi menarik untuk jadi negara sumber alutsista πŸ™‚

            A400 kita sangat butuh, untuk kebutuhan damai maupun perang. Do’a agar DZP semakin mendekat. Pikiran awam saya tambahan MBT dan cannon belum perlu ditambah, pesanan mef1 saja belum pada dtg dan ancaman dekat datang dari laut serta udara

          •  

            Pzh2000 self-propelled howitzer 155 mm milik Jerman ada yang disimpan digudang mulai baru ada 31 unit yang masih terbungkus plastik dijual murah juga secondnya ada sekitar 55 unit yg kondisiny sangat bagus dan harganya murah banget..sepertinya mau diambil semua
            Penambahan MBT terus dilakukan karena kita kurang banyak Mbt tersebut bisa jadi ditambah dari produk ruskie

            Ingat kebutuhan Kogabwilhan memerlukan banyak penyebaran alutsista sehingga rapid deploymentnya maximal.
            penambahan MBT merata di kogabwilhan berbatasan darat gak perlu deploy MBT dari jawa dibawah kedaerah konflik bisa disabot dilaut nanti,
            IMHO

          •  

            Yup, Kogabwilhan akan membutuhkan penambahan kuantitas dlm jumlah besar, hanya saja belum tenang karena belum ada kepastian resmi mengenai tambahan kapal permukaan dan payung udara.

            Luar biasa kalau semua terealisasi di mef2 ini, salut buat kemenhan dan tni yang belanja cerdas hingga bisa banyak dapet mainan baru dgn dana trbatas.saya kira ini ada hubungannya dgn hibah f16 dan herc hingga dana bisa dialokasikan ke item lain

            Padalah pemberi hibah itu yg kita pandang sebagai ancaman masa depan πŸ™‚ btw kejadian bencana Pilipina menunjukan betapa masih tertinggalnya kemampuan air/sealift negara2 asia tenggara. Walau kita mengoprasikan banyak herc tapi A400 jelas akan memberikan kelebihan tersendiri. A400 dan DZP harapan saya

          •  

            bung now dan bung satrio,kirain hull tiger yg 2 biji uda kejual ke negara lain .?kalau perjanjiannya diperbarui berarti pembangunan hull baru ya.?.

            mantap tuh kalau leo ama DZH 2000 juga diambil mengingat untuk artileri berat katanya masih sangat kurang,leopard spanyol yg 2A4 ya bung.?

      •  

        Kalo enggak salah di Biak ….dibuat sistem piket dari Madiun. Selalu ada yg stand by beberapa unit layangan….semenjak tahun lalu, jadi enggak pernah kosong.

      •  

        sory bung koreksi jika saya salah, tuh f 5 tiger bukanya datang dari guam yang bung trus lewat png, karena tidak ” terdaftar” maka png kirim protes ki kita .

      •  

        loh f5 bukannya mau dipensiunin om?
        yang heboh2 pilih gripen apa s35 buat gantinya itu bukannya ganti f5 ya?

        apa kalau yg f5 hibah dari taiwan masa pakai/umur airframenya memang masih jauh lebih panjang daripada yang kita punya, jadi belum perlu pensiun gitu?

        •  

          Pasca upgrades F5 kita direncanakan mampu operasional sampai 2020. Pengganti F5 cuma konsumsi pers, tapi mengingat Su35 baru akan datang 2015 dan mungkin baru full 1-3 tahun jadinya ya ga hegitu keliru juga. Ada yang datang dan ada yang keluar

  5.  

    kebutuhan yg sangat urgent bentuk skuadron tempur dg F16 hibah dari usa…untuk mengawasi pasukan usa yg tlh tempatkan di darwin

  6.  

    harus skuadron klas berat….moga2 cepat terealisasi.

  7.  

    sarang baru utk keluarga sukhoi? at least, smg lekas terealisasi thn ini.

    •  

      Bung Kasamago, kalau menurut saya, Papua cukup medium fighter sekelas Gripen E/F, atau cukup kelas peronda F-16 C/D hibah batch 3 atau FA-50 Korsel. Sedangkan penambahan sukoi cukup 1 skuadron SU-35 di Iswahyudi. Sukoi su-35 berat dibiaya perawatannya.

      Kita ambil 1 skuadron su-35 (sambil mempelajari teknologinya lumayan buat pengembangan IFX), sambil nunggu pesawat Sukhoi T-50 PAK FA dilempar ke kita dan kita bisa ambil 1 skuadron untuk MEF 3.

      Yang penting kepemimpinan RI selanjutnya Presiden RI periode 2014-2019 bisa melanjutkan MEF ini, lebih hebat lagi.

      •  

        Gue sedikir Berlainan pendapat :

        Sarang Sukhoi ini harus ada di 4 Kogabwilhan, ya termasuk di Papua (kogabwilhan-4)
        Sarang Sukhoi = Air supriority + strike

        gue malah setuju dgn konsep SETENGAH SKUADRON.
        yg dimaksud adalah penempatannya base-nya dari 1 skuadron penuh, contoh :
        di Irian utara ada 8 Unit Su-35 dan 8 unit Su-34 demikian juga dgn Irian bagian selatan.
        Begitu juga penyebaran di Kogabwilhan lainnya.

        Keuntungannya :
        – Kecepatan Respon
        – Menghindari Kelumpuhan total akibat Sabotage
        – Ruang udara menjadi Rapat jangkauan
        – Adanya Layer Pertahanan Udara dari keluarga Sukhoi ini

        •  

          saya pernah berpikiran bgtu juga bung donnie,utamanya untuk penempatan di pulau” terluar seperti natuna dan morotai serta biak. tapi apa kira” kalau menggunakan konsep seperti itu biaya perawatan akan makin besar bung.?

        •  

          Jika kendala dana bisa saja TNI AU menggunakan 8 unit sebagai full squadron , jarak air base tidak terlalu jauh (agak rapat) hingga jika dipelukan beberapa squadron bisa bergerak menuju satu titik bersamaan. Keuntungan lain kekuatan udara yang trsebar ini akan lebih sulit dilumpuhkan dan menjadi beban bagi musuhbyg bermaksud menghancurkan kekuatan udara RI, pada perang modern kekuatan udara dan payung udara selalu jadi yang pertama dilumpuhkan

  8.  

    salam utk semua warjag.sy suka dengan forum ini,isix benar2 bermanfaat bagi kita yg cinta akan negeri ini.lama sekali sy berfikir,kenapa di wilayah papua tdk ada 1 skadron pun pesawat tempur utk mencover?meskipun dr makassar dapat di jangkau,namun membutuhkan waktu yg cukup lama utk merespon jika ada bentuk2 pelanggaran wilayah yg di lakukan oleh pesawat asing.bersyukur sekali skg ada niatan utk membentuk skadron pesawat tempur di sana,meskipun rasax kq agak terlambat.salam

  9.  

    tumben gak ada yang bully surya? :mrgreen:

  10.  

    info kelanjutan simulator sukhoi bagaimana kelanjutannya,,,??hihihi biar ada titik terang buat pespur mana yg bakal dtng lagi..

  11.  

    jangan lupa bapak-bapak. kita juga punya coin super tucano dlm inventori.

  12.  

    jangan lupa kita mase ada 1 ska Tukino yang bisa ditaruh di papua juga sebagai tambahannya

  13.  

    TNI mesti persiapkan pespur rusia SU 35 series dan T50 PakFa, Pesawat tanpa Awak, heli serang APHACE, Tank kelas berat, rudal S-300/400, Kapal Selam LADA/AKULA. TNI harus Bentengi papua dengan alutsista modern dan canggih sebagai daya tawar Diplomasi militer kepada pangkalan USA di Darwin AUSTRALIA.

  14.  

    mbah salam hangat dan ijin gabung karena saya merasa tertarik dg diskusi disini krn lebih enak dibanding di tempat sebelah yang isinya senior sok pinter sendiri dan kadang2 menghabiskan berhalaman untuk sekedar guyon2 aja.
    mbah sebenarnya kita mau beli s 35 atau s 34 atau gripen sih kok saya jadi bingung ?
    emang f 5 kita ada penambahan baru ya ?

    thank mbah sekalian n salam hangat

  15.  

    Kalau liat statement berita itu, katanya “tahun ini” pengadaan pespurnya. Bau-baunya kok bukan pespur baru ya..?.

    Jangan2 pespur hibah ? Mungkin sambil nunggu pengadaan pespur baru yg dianggarkan 2015, maka tahun ini sementara diadakan dulu 1 sk pesawat hibah (bekas) dan ditaruh di wilayah Indonesia timur (bisa Biak atau El Tari). Jadi bukan pergeseran skadron pesawat, mengingat kalimatnya adalah “pengadaan” yg berarti mendatangkan pesawat lain di luar pesawat eksisting.

    Sebenarnya nih, klo saya boleh berandai-andai :
    Sumatra sudah bagus dijaga Hawk 100/200 dan F-16 C/D di PKU.
    Kalimantan Sudah ada Hawk 100/200 dan UAV/UCAV. (Klo kelak ada penambahan pespur medium fighter, ane usul Pontianak buat airbase-nya, nemenin Hawk 100/200)
    Lanud Hasanuddin Sudah pas dg skadron campuran Su-27 dan Su-30
    Lanud IWJ Madiun saya kira cukup F-16 CD dan T-50i GE aja. Geser Skadron 14 (F-5 tiger) ke Kupang, sekaligus persiapan penggantian si “Tiger” dengan jenis pespur medium baru (bisa Gripen atau F-16 Blok 60)
    – Naah,..utk pespur kaporit,..eh..paporit rekan2 pornmil dan warjag (SU-35s) mending ditaruh di Biak. Kenapa…? Karena combat radius range-nya yg cukup jauh, shg klo di Biak rasanya pas. Sayang klo SU-35 ditaruh di El Tari apalagi di Madiun. (poin ini yg rasa-rasanya yg menjadi inti dari rencana pengadaan skadrom tempur sebagaimana diberitakan tsb. Klo rencana penggantian F-5, itu sudah agenda yg lain)

    Dengan pola sebaran begitu, rasanya sudah cukup “merata” skadron2 tempur kita. CMIIW

    •  

      bung DDR3, kalau saya lebih suka su-35 tetap di lanud IWJ magetan, karena untuk menjaga ibukota dari utara ( singapura ) dan selatan ( australia +amrik). Kecuali klo ibukota sudah pindah dari pulau jawa. Back up F-16 c/d di pekanbaru tidak cukup untuk melindungi ibukota.
      F-16 C/D + super tucano bisa di geser ke biak.

      Klo ternyata ada penambahan skuadron tempur baru selain su-35, misal gripen e/f benar2 masuk maka gripen + super tucano di biak

      Yg jelas klo situasi memanas, Ibukota jelas target utama mulai dikirimi rudal, digempur pesawat musuh. Daerah lain di gempur untuk memecah konsentrasi kita.

      Teori sederhana klo ibukota bisa dilumpuhkan maka suatu negara lebih gampang bisa dikuasai.
      Walau kenyataan kadang tidak demikian krn kita pernah punya pengalaman jaman dulu ibukota/ pemerintahan bisa di pindah tdk di jakarta , pindah ke yogyakarta…….

      •  

        Saya se7 pendapat Bung Gue. Su 35 Adalah Air supority, tugasnya melindungi Ibukota, negara selatan yang suka SOK sama yang si Kecil yang Pecicilan bentar lagi py F-35, mengingat br sekarang pesawat Ruskie yg bs Ngimbangin pesawat mereka cuma SU 35, jd peran SU 35 sbg tampeng Ibukota, ini pendapat pribadi bung….. mohon koreksi jika salah…..

    •  

      Bung DDR3…….iya yg datang untuk tahunbini emang bukan baru.misal f16 hibah ,yg akan d taruh di pekanbaru mendampingi hawk 100/200,.
      Saya rasa untu peletakan pespur di stiap daerah menentukan ancamqn di kawasan bung .bila di simpan di IWJ medion bisa mencover ibukota dan bila di simpan di eltari krn ada ancaman potensial dr oz. Jadi tdk menutup kemungkinan mpenambahan pesspur strong akan berlanjut sampai lengkap mjd 4/3 kogabwilhan….. baru di namakan NKRI STROONG

      •  

        Benar bung, memang rencananya F-16 C/D hibah akan ditempatkan di PKU (Ska. 16). Tapi konteks berita itu kan pembentukan skadron tempur di wilayah Indonesia TIMUR ?? Jadi pastinya bukan F-16 hibah itu…….(hayoo..kira2 apaan yha..? pespur yg mo didatengin tahun ini selain F-16 hibah, tapi gak baru..? dan akan ditempatkan di kawasan INTIM ???? ) he..he…tebak -tebak buah manggis.

    •  

      Yang lebih pas kalau di Timika/Merauke 1 skuadron SU-35 + 1 skuadron SU-34, di Biak 1 Skuadron Grippen, di El Tari 1 Skuadron F-18 Super hornet, di Madiun di tambah 1 skuadron F-16 blok 60 dan Makassar ditambah SU-34 Sukhoi, Medan, Banda Aceh, Pekanbaru, Ponti anak dan Balik papan masing-masing ditempatkan 2 skuadron Pesawat berbagai jenis pesawat.
      Dan jangan lupa mengantisipasi mata Asui di Pulau Cocos dan cristmas perlu ditempatkan di Sumatera Selatan 1 skuadron F-16 sebagai penghadang/penangkis.
      Yg lebih penting lindungi Ibu Kota dengan S-300/400 lengkap dengan perisai udara rudal jarak pendeknya.

    •  

      Hallo teman-teman,
      Pesawat Sukhoi SU 35s rencananya akan untuk mengganti F5E/F yang sudah sulit sukucadangnya.
      Dan SU 35s tersebut akan ditempatkan di Lapangan Terbang TNI AU Kalijati Subang dengan misi untuk menjaga Ibukota Negara ialah Jakarta bersama-sama dengan Perisai Udara S 300 yang menjaga wilyah udara Jakarta. Di Wilayah Udara Indonesia Timur dengan home basenya di Biak akan ditempatkan satu skuadron tempur secara lengkap ( 16 pesawat tempur ) Sukhoi SU 30 Mk2.
      Dengan demikian Indonesia akan mempunyai 10 skuadron tempur s/d tahun 2020.
      Demikian pandangan dari saya, salam.

  16.  

    tadi siang 5 sukhoi lewat di atas sekolah, seluruh siswa yang sedang saya ajar saya minta keluar nonton haha. guru fisika yang slealu menambah porsi sejarah. mudah2an siswaku mau mati untuk NKRI

    •  

      Good job bung, moga-moga dengan kogabwilhan baru dan penambahan armada, makin banyak yang seliweran diatas sekolah bung (pertamax, sesuai usulan pada trit yang lalu, ane pertamax pake “BUNG” he..he…).

      Tapi kalo nanti jadi keseringan, ntar nilainya pada jeblox gara-gara guru fisika ama murid pada suka nerawang wkwkwkwk

  17.  

    gn lp oleh” mas

  18.  

    @Bung Satrio
    Mau tanya nih,… katanya Pesawat Super Tucano dulu pernah rusak ya, padahal masih baru… dan katanya juga susah suku cadangnya….
    Mohon maaf bila salah.

    •  

      Ada memang Suku cadangnya yang harus menunggu kiriman langsung dari brazil
      karena ini termasuk pesawat jenis baru yang kita punyai bahkan diasia cmiiw
      jadi sparepartnya belum banyak

      Bukannya rusak sih tetapi lifetime sparepart itu sudah waktunya diganti sedangkan sucad belum terkirim semua karena ska tukino belum genap terealisasi
      Kontrak tukino terbagi 2 batch ,perbatch isi 8 pesawat,,,
      IMHO

  19.  

    Seneng banget bisa melihat dinamika dalam tubuh TNI AU kita. Walaupun pespur2 itu belum semuanya pada datang, tapi terbukti para tetangga udah pada kebat kebit. Soal kehebatan skill individu tentara kita, gak usah diragukan lagi. Hasil proses seleksi dari 240 juta penduduk, tentu quality rationya akan lebih baik daripada yang berasal dari seleksi penduduk yang cuma 27 juta jiwa, sebagaimana saya saksikan di Malaysia sini. Tapi kalau kita melihat ke belakang, terutama pada saat konflik Ambalat sedang memanas, ada rasa miris juga dengan segala kelemahan yang kita miliki. Karena di saat kita belum punya Sukhoi, Malaysia sudah memiliki ini:
    A. 8 unit Aermacchi MB-339CM.
    B. 10 unit HAWK MK 108.
    C. 18 unit HAWK MK 208.
    D. 17 unit NORTHROP F-5E TIGER II.
    E. 4 unit NORTHROP F-5F TIGER II.
    F. 2 unit NORTHROP RF-5E TIGER EYE.
    G. 18 unit Sukhoi SU 30 MKM.
    H. 8 unit F/A-18D HORNET.
    I. 16 unit MIKOYAN MIG 29N.
    J. 2 unit MIKOYAN MIG 29NUB.
    K. Beberapa unit UAV.
    L. Beberapa unit Armada pendeteksi dini berbobot besar dari jenis Boeing.
    K. Beberapa unit Armada pengangkut dari jenis Hercules dan CN 235.

    Data di atas saya ambil dari Majalah Perajurit, satu diantara dua majalah militer yang paling kesohor di Malaysia. Hehehe..! Disini gak seterbuka di Indonesia kalau sudah menyangkut masalah pertahanan negara. Data data persenjataan akan terpublish kalau pihak Oposisi udah bersuara pedas. Terima kasih Anwar Ibrahim, karena berkat dia, publik dibMalaysia bisa tahu tentang inventory pertahanan yang dimilikinya.

    •  

      Sayang quality ratio untuk timnas kita gatot alias gagal total πŸ˜€ kemenpora harus dirombak total sementara Kemenhan sudah menunjukan kenerja yg jauh lebih baik dibanding ‘beberapa’ kementrian lain.

      Yang paling atas itu pesawat latih ya? Imho- kecuali CN235, UAV dan Boeing (boeing sy br denger) yang lain sepertinya sudah setengah masa pakai dan bahkan kebanyakan sudah akan segera grounded tanpa ada solusi jangka pendek yg pasti. ATM bukan lagi mitra yang bisa diandalkan untuk menjaga keamanan kawasan.

      •  

        Sabar Bung, gak lama lagi kita juga akan punya Timnas yang bisa dibanggain. Mudah2an jalan terjal yang sedang dilalui oleh Timnas U-19 tidak berakhir antiklimaks. Jangan lupa Bung, kita juga perlu menempa diri untuk menjadi supporter yang baik dan cerdas.

        Yup, pespur point A, sejenis pesawat latih yang bisa dideploy ke medan tempur. Kononnya pesawat ini sekelas dengan T50 Golden Eye. Kalau gak salah, dulu kita juga pernah menjadikan pesawat ini sebagai alternatif, sebelum kemudian kita menjatuhkan pilihan pada produk Korea.

      •  

        Oh ya Bung Nowyoudont, ada sesuatu yang menggelitik selama 6 tahun saya tinggal di Malaysia. Kalau kita di Indonesia, mungkin sudah terbiasa melihat pespur di angkasa kota kita. Tapi disini, hal tersebut menjadi sesuatu yang langka. Yang ada hanya deru helicopter TDM dan PDRM, selebihnya kalau pengen lihat pespur2 itu harus pergi ke acara Langkawi International Maritim and Aerospace (LIMA) Ekspo. Itu juga harus menunggu dua tahun sekali dan di hari terakhir acara tersebut. Bahkan beberapa teman saya yang orang Malaysia, sering menanyakan perihal pespur2nya pada saya. Lucu dan kasihan banget ya. Berbeda sekali dengan waktu saya masih tinggal di Melbourne. Banyak pespur yang mungkin kalau di Indonesia cuma bisa dilihat dalam film2 Hollywood. Kelak jika saya sudah kembali menetap di Jakarta, saya pengen melihat langit kita diisi oleh aktivitas prajurit TNI kita yang sedang mengasah kemahiran bermanouvre pespur2 canggih yang telah kita miliki. Amien

        •  

          Iya? Aneh juga ya? Biar saya anak kampung tapi cukup sering liat pesawat tempur lewat, pesawat latih baling baling apalagi πŸ˜€ kebetulan di kota saya ada pangkalan kecil TNI AU dan sekolah pilot

          Mungkin karena lokasi base dan jalur terbangnya yang terpencil? Walau demikian tidak menjelaskan kenapa tidak terlihat saat patrolin rutin. Di P.Jawa lebih gampang liat pesawat lewat daripada burung dgn ukuran besar, ga tau kenapa tapi di kita bahkan burung empritpun ditembakin sama orang iseng.

          Kerja di deplu kah? anak buah Marty dong? πŸ™‚

    •  

      sebetulnya sama z, Informasi strategis ga bisa untuk konsumsi publik.
      Militer Malasyia belajar ke Indonesia, sedangkan Indonesia mengembangkan sendiri taktik strategis dan doktrinnya, anda bisa lihat dari kelengkapan satuan2 dlm postur TNI.

      Sedikit Usulan untuk TNI AD reguler seharusnya mendapat pembekalan taktik Pertempuran laut juga (Brown water), Pertahanan Bibir Pantai dan Daratan sebaiknya jatah AD,
      akan memberikan keuntungan dalam Format Kogabwilhan.

      •  

        Bukannya TNI AD kita juga dibekali taktik penguasaan Brown Water,Bung?Kalau gak salah ada istilah yang disebut Rawasunta atau apa gitu ya? Maaf udah lupa. Tapi mungkin baru terbatas pada personel dari satuan2 Komando, seperti Kopassus dan Kostrad.

    •  

      Bung yayan,,,,,,,
      ada pula selentingan kbar bahwa ketika anwar ibrahim mencalonkan diri menjadi perdana mentri Mlys ada kata2nya yg ingin menyatukan antara indonesia dan malaysia,kususnya sabah serawak….

      bahkan ingin membuat malaysia mjd negara repoblik,tapi selanjutnya gagal karena di cap sbg partai pembangkang..itulah malaysia,setiap ada partai lain yg ingin mengganti mjd negara repoblik pst d sbt partai pembangkang..

      •  

        Dalam konstitusi Malaysia, puak Melayu menempati kasta tertinggi. Contoh sederhananya; jika orang Melayu mau beli rumah, maka akan dikenakan DP 7%, sedangkan jika non Melayu yang mau beli, DP yang harus dibayarkan paling rendah 13%, bahkan bisa lebih, tergantung siapa pemilik perusahaan real estate tersebut. Kalau mau jadi Republik, masyarakat Melayu akan terancam hak istimewanya, siapa yang mau? Begitulah sekelumit gambaran tentang pola hubungan antar etnis di Malaysia. Anwar Ibrahim akan selalu berkibkat ke Indonesia. Isunya di sini, konon dia udah punya rumah di Bandung dan Jakarta, tapi atas nama adik angkatnya yang orang Bandung itu, Bung..

  20.  

    bung satrio… ada kabar terbaru ngak tentang Air Force One RI… mohon pencerahan…

  21.  

    Berita buruk
    Ditemukan masih ada pesawat TNI yg kesulitan dalam pengadaan sparepart hingga menggunakan part bekas dari luar negeri. Emangnya pilot tempur kita anak gank motor jadul?

    Berita baik
    Anggota komisi satu: “sedikitnya dibutuhkan tiga skuadron pesawat tempur baru agar wilayah udara Indonesia dapat terjaga dengan baik. Hal itu tentu saja disesuaikan dengan situasi politik dan pemerintahan dalam negeri, termasuk pembiayaan untuk merealisasikannya”

    •  

      yg penting jadi BERITA BAIK dan cepet cair pendanaannya…Warjager Manut saja.
      entah itu akal2an teknisi darat atau bukan πŸ˜€

      •  

        Banyak juga berita suram diantara euphoria hujan alutsista bung. Misalnya upgrade f16 blok 52 RSAF makan biaya $40 jt lebih per unit, itu nyaris 2 kali lipat harga T50 kita πŸ˜€

        atau berita kemungkinan kapal induk US sering nangkring di Darwin dgn F35B mereka menemani F35A RAAF. Kita butuh DF21 plus pakfa agar bisa ikutan main. 5-10 tahun ke depan ini sangat krusial, mudah2an pemerintah tidak tanggung2 dalam mendukung program TNI

    •  

      Mungkin yang dimaksut Sucad untuk pesawat F 5 di IWJ
      K1 kena dikomporin bahwa memang sucad f 5 kan sudah tidak diproduksi oleh negara asalnya
      memelas melihat kondisi ini dan akhirnya K1 setuju ada penambahan 3 ska pespur baru
      tapi sayang k1 nyebut jenisnya asal ngomong aja ne (bukan kaporit warjager)
      hehehehe

      •  

        1 squadron Su35 dan 2 squadron Jas Gripen. Afirmatif?

        •  

          bukan begitu maksutnya bung Now anggota K1 nyebutnya kan bisa diganti T 50 yang canggih ,dipikir T 50 catnya kinyis kinyis udah canggih,,,
          Coba nyebutnya Su 34 dan SU 35 pasti goyang rimba persilatan
          hehehe

          Tetapi tenang aja bung now akan ada 2 ska pepsur ruskie yang ,masuk
          setengahnya ditaruh di lanud baru Indonesia Timur yg kita bahas diatas
          Karena pembelian nyang mau dilihat dibulan februari kabar kabarinya belinya 18 unit sukhoi komposit formula 834 1035
          dan clue perlu pespur baru pengganti F 5 ,,memang bener tetapi F 5 yang dimana dulu hehehe
          IMHO

          •  

            ho ho ho.., thanks siraman rohaninya bung, jika bgini, baru boleh bungkus howitzer beroda plus mbt batch 2

          •  

            hahahha..sempat pusing ama angka 8341035,namun paham juga..
            akan ada 2 sku sukhoi.?satu komposit satu yg setipe ya mas.?

            apa benar qt jadi ambil F 5 dr taiwan ama korea mas.?beritanya kan dulu udah ditolak mas

          •  

            Mau nanya nih kepada bung Satrio atau bung Nowyou…

            yg dimaksud Workhorse itu batasannya apa…?
            Proses Intercept Pespur Negara Asing dgn full arsenal termasuk Workhorse..?

          •  

            bung@Satrio, kl 18 unit komposit brarti cm jd 1 ska aja donk? Knp ga 1234 1235 aja biar bs jd 2 ska ala jaman pembelian F-5 dan F-16 pertama…

          •  

            bung @donnie, IMO yup, termasuk intercepting pesawat asing yang terdeteksi ketika sedang patroli. logikanya jika hanya patroli dan pengawasan tapi ga bisa engage ketika ada musuh ya percuma, cukup pake radar atau UAV jika ingin tau situasi

            makanya pesawat patroli rutin ideanya ya single engine yang cukup canggih seperti Gripen NG, walau irit tapi tetap mumpuni dan mampu melakukan -dengan keterbatasan tertentu- tugas tempur. imho Gripen tidak kalah canggih dgn pesawat saingan, kekurangannya ditutupi beragai kelebihan lain.

            sementara Flankers keunggulan jelas di performa pesawat dan arsenalnya yang mantap. kita butuh flanker karena untuk saat ini hanya flanker dengan berbagai karakteristiknya yang memberikan potensi untuk menyaingi atau bahkan mengancam pesawat tempur F35 yang akan segera datang di sekeliling kita. Russia yang raksasa Migas dunia mungkin ga mempermasalahkan operasional sukhoi yang boros, tapi negara seperti kita jelas harus juga mempertimbangkan efisiensi biaya operasional tanpa kehilangan detterence. dan dlm konteks itu Gripen fits perfectly

          •  

            Bung @Nowyou, berdasarkan logika juga.

            Bahwa untuk saat ini ke depannya yg mau menyusup ke Ruang Udara NKRI dipastikan bukan Pespur ecek2, jadi sebetulnya gue kurang SE-IMAN yg selalu mengaitkan keberadaan Flanker Family dgn besarnya Cost.

            Bukannya yg kita beli itu Value Perfomance-nya..??
            Percuma juga misalnya kita melakukan Intercept dgn F-16 jika yg mau di Interceptnya memiliki Kelas setara dgn Su-35s, F-22, F-35.
            Mau ga mau Pola Intercept kita juga ikutan berubah (menyesuaikan).
            dulu2 gue berasumsi Intercept bukan Workhorse, karena yg diperlukan disitu Air superiorty bukan pespur yg ecek2.

            Tapi mari kita lepas dari sekedar dari batasan Workhorse,
            Kelas Medium Fighter pun Indonesia sebaiknya menganut Double Engine dimana pengaruhnya ke daya jelajah kecuali pesawat latih/trainer MEF-4 x ya…hehe

            # btw thanx penjelasannya.

          •  

            Bung fadhil……
            ”8341035”

            Jawabanya ruskie setronggg air strike naval dan supriority πŸ™‚

          •  

            @Abung fadil,bung shoter dan bung donie
            Komposit maksutnya campuran bila petinggi menyebutnya akan membeli pengganti F 5 (mungkin yg dimaksut F 5 yg bertugas dipapua) dgn 1 ska pesawat maka untuk mendapatkan banyak yaa memakai 1 ska yang berisi 18 pesawat
            Asumsi dgn komposisi 834 1035 maka akan terbentu 2 ska mini yang akan ditempatkan di biak dan ska mini ini bisa dilengkapi sampai full ska masing 16 unit di MEF 2..jadi mau tidak mau MEF 2 harus menggenapi 2 ska mini yg sdh terbentuk ini,

            Sesuai konsep pespur heavy,medium dan light bertugas sesuai fungsi dan strategi yang akan diemban oleh masing masing pespur
            Heavy memang untuk fighter kelas berat yang hanya di tugaskan dalam kondisi darurat/genting dengan daya jangkau yang jauh dan superioritas udara ,SEAD dan maritim strike

            Medium untuk patroli biasanya berjenis multyrool sbg peronda /workhorse,,sebagai interceptor dan airsuperiority ringan dan serang darat /maritim strike,

            Light untuk fighter ringan serang darat dan COIN

            Intercept tidak selalu dilakukan oleh blackflight pespur musuh bisa black flight pesawat komersial,pesawat pribadi yang lagi nyasar dan itu tidak bisa langsung ditembak dari jarak jauh karena ada SOP nya yang harus dicegat didekati untuk di Identifikasi visual,dan ini terlalu mahal cpfh nya bila memakai sukhoi heavy fighter

            maaf kalau ngawur

    •  

      ya betul sy dengar emang 3 skuadron, maka pilihannya juga 3 yaitu SU-35 1 skuadron, grippen 1 skuadron dan F-16 blok 60 1 skuadron. Mungkin akan ditambah satu lagi yaitu hibah F-18 Superhornet. Katannnnya begitu.

  22.  

    oh iya mas tadi saya dapet berita dari kunjungan K1 katanya F-5 AU dah kesulitan suku cadang,makanya mau diganti sama fighter baru,kira kira fighter apa lagi ya mas?atau ini alasan untuk jadi beli SU35,angka keramat interceptor “5”

  23.  

    Menurut rumor, penempatan sukhoi rencananya :
    -Kep Riau/Kalimantan mendapat jatah 1 Ska Su 27 SK/SKM dan 1 Ska Su 30 MK2/MKi
    -Sulawesi mendapat 1 Ska Su 34 Platypus dan 1 Ska Su 35s
    -Papua 1 Ska Su 27 SK/SKM dan 1 Ska Su 30 MK/Mki
    -Jawa 1 Ska Su 34 Platypus, 1 Ska Su 35s dan 2 Ska Su T-50 Pakfa.

    TNI AL jg disebut-sebut akan memiliki minimal 1 Ska Su 33.

    Ma’af bapak2,bung2 semua… Izin nimbrung buat nambah wawasan…
    Tlg di koreksi jika ini salah..

    •  

      Kuantitasnya diluar jangkauan, itu lebih terdengar seperti realisasi roadmap jangka panjang Kogabwilhan daripada rencana strategis jangka pendek. Kecuali jika TNI AU menggunakan 8 unit per squadron, jadi kekuatan tersebar lebih merata dan lebih sulit dilumpuhkan musuh, bahkan tetap bisa dijalankan walau misal pendanaannsudah tersedia

      Katakan saja misal jatah 1 kogabwilhan adalah 2 squadron tempur (16 unit), jika menggunakan 8 unit per squadron maka kogabwilhan tsb akan punya 4 squadron tempur yang mengcover wilayah lebih luas dan lebih sulit dilumpuhkan. Keuntungan meningkat tanpa terlalu membebani pengadaan.

      Lagipula di masa damai pangkalan udara itu bisa dimanfaatkan penerbangan komersial dalam negri. Ini keuntungan lain bagi logistik dan transportasi wilayah bersangkutan dan bisa menguarangi beban TNI/Kemenhan dalam perawatan runways/bandara, dan bahkan mungkin dalam pembangunan bandara TNI ini bisa ditawarkan untuk bekerjasama dgn Pemda. Akan jadi win win solution dalam hal keamanan dan ekonomi. Now, that what i’ll called dwi fungsi TNI

    •  

      Denger2 katanya Sukhoi 27 series udah gk dilanjutkan lagi “line production” nya. Itu juga alasan kenapa TNI AU akhirnya menggenapkan skadron sukhoi dengan seri MK2, karena MK2 masih lanjut serinya. SU-27 SKM memang bagus karena pengembangan dari SU-27 standar. Cuma kalo emang udah gk dilanjutin lagi, kok saya malah sangsi kalau TNI ambil seri 27 lagi.

      •  

        logikanya… flanker yg ada diremajakan semua ke yg terakhir rilis export, terutama masalah sucad lebih mudah didapat, setelah itu baru berbicara kuantitas. keluarga ini.
        keuntungannya :
        – alutsista yg fresh dan berotot.
        – Calon lawan tetap tidak mengetahui (karena arena pitchblack)
        – Pakem detergent tetap terpelihara

        just my opinion.

    •  

      Denger2 katanya Sukhoi 27 series udah gk dilanjutkan lagi β€œline production” nya. Itu juga alasan kenapa TNI AU akhirnya menggenapkan skadron sukhoi dengan seri MK2, karena MK2 masih lanjut serinya. SU-27 SKM memang bagus karena pengembangan dari SU-27 standar. Cuma kalo emang udah gk dilanjutin lagi, kok saya malah sangsi kalau TNI ambil seri 27 lagi.

  24.  

    Bung DDR3…….iya yg datang untuk tahunbini emang bukan baru.misal f16 hibah ,yg akan d taruh di pekanbaru mendampingi hawk 100/200,.
    Saya rasa untu peletakan pespur di stiap daerah menentukan ancamqn di kawasan bung .bila di simpan di IWJ medion bisa mencover ibukota dan bila di simpan di eltari krn ada ancaman potensial dr oz. Jadi tdk menutup kemungkinan mpenambahan pesspur strong akan berlanjut sampai lengkap mjd 4/3 kogabwilhan….. baru di namakan NKRI STROONG

  25.  

    @ Bung Satrio
    mau nanya nih.. apakah TNI akan mengakuisisi SU-33 yang untuk kapal induk itu ya? Kalau begitu apa sekalian bungkus kapal induk nya ya?
    Maaf OOT

  26.  

    @ bung satrio, bung nowyoudont dan para sesepuh yang lain..

    apakah su35 sudah superior dalam hal bvr combat,
    mengingat sukhoi kita kalah dalam hal bvr combat dengan f18 ausie di pitch black kemaren..
    satu lagi untuk gripen NG di promo videonya kelihatannya lebih hebat dari sukhoi dalam hal combat grup dan bvr combat..
    monggo di jawab para sesepuh..

    •  

      Kita memang kalah di bvr combat saat itu dan menang tipis di dogfight
      yang dikirmkan di pitch black kemarin memakai sukhoi yang seri apa?radarnya makai apa?apa sudah standart nya saat itu,,apa gak diperotoli dulu?
      Sedangkan SU 35 radar nya sudah yang terbaik dari keluarga sukhoi walaupun masih pesa.
      Kalau hanya melawan F 18 saja sukhoi MK2 sudah pasti bisa unggul di BVR

      BVR combat dan combat group itu kemenangan ditentukan oleh dukungan pesawat AEw&C
      Saat ini memang kita belum punya pesawat pendukung tersebut dan akan dipenuhi dimasa mendatang untuk memaksimalkan potensi BVR sukhoi,

      Tetapi menurut analisa saya bila hanya bertarung di wilayah udara Indonesia radar Irbis E SU 35 didepan dan SU 27 skm dan SU 30 MK2 diformasi belakang didukung perangkat knirti yang dua type ntu digotong dalam satu plat form (digotong oleh satu pesawat) atau duo knirti di dua platform (digotong dua pesawat dlm satu formasi tempur) akan bisa melabarak gowlier dan F 35 sekalipun dalam duel combat group apalagi Gripen NG
      Apalagi SU 34 menggotong duo knirti dalam gendongannya bahkan kemampuan gowlier aja tidak seluas kemampuan duo knirti tersebut bila disatukan,
      IMHO
      maaf analisa ngawur saja,

      @Bung Frirzzy
      kita tidak mengambil SU 33 apalagi mengambil kapal induk,

    •  

      bung @amole, saya bukan sesepuh. saya masih muda, scorpio, masa depan cerah he he he.. , bung Satrio tuh yang sudah sepuh mah :mrgreen:

      perasaan saya sudah komen posting ini tapi koq ga ada? apa di tag lain? tapi toh udah di jawab sama bung Satrio, saya sendiri banyak nanyanya sama bung yang satu ini. saya cuma mau nambahin RAAF mengoperasikan pesawat AEW plus radar HawkEye yang punya daya jangkauan jauh. Indonesia masih belum punya padanan yang setara. ganpangnya, saat ini kita punya kemampuan untuk bereaksi jika mendapat serbuan RAAF tapi lemah jika harus melakukan penyerangan ke wilayah Australia.

      Sabar bung, satu per satu nanti juga pasti akan diperbaiki

  27.  

    Bung Satrio kalo indonesia jadi beli Su-35 dan si Fullback 34 apakah sudah cukup untuk meladeni serangan F-35 australia dan singapura…apalagi malaysia juga ada F-18 malah Su-30MKM nya dilengkapi Jammer Advance SAP-518 KNIRTI …kalo beneran vs malaysia nih…berarti Perang F-16 vs F-18 dan antar Sukhoi family…perang sodara..hahaha

  28.  

    Harus ada peningkatan alutsista pertahanan udara untuk TNI AU. Jangan sampai ketinggalan dengan negara2 lain, terutama negara tentangga yang berpotensi terjadi polemik akibat perbatasan.

  29.  

    Seru euyy…nyimak achh…

 Leave a Reply