Feb 282014
 
F-16 Block 25 yang dihibahkan ke Indonesia selagi bertugas di Air National Guard (photo; F-16.net)

F-16 Block 25 Indonesia selagi bertugas di Air National Guard (photo; F-16.net)

Pekanbaru – TNI AU menargetkan skadron udara baru berintikan 24 unit F-16 Fighting Falcon blok 25,  yang berpangkalan di Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, Riau, beroperasi Juni tahun 2014. Skadron ini diberinama Skadron Udara 16.

Jika ini terwujud, maka Dragon Family (sebutan bagi penempur F-16 Fighting Falcon di kalangan TNI AU) akan bisa mengawasi ruang udara kawasan penting perekonomian Indonesia dan dunia, di Selat Malaka, secara lebih efektif.

Sebagai gambaran, pesawat-pesawat tempur Angkatan Udara Singapura hanya memerlukan waktu kurang dari satu menit untuk bisa berpapasan dengan garis batas wilayah kedaulatan Indonesia di Selat Philips dan Selat Singapura.

Dari Batam, mata telanjang manusia bisa menyaksikan mereka lepas landas dan mendarat, sebagaimana terjadi pada penerbangan sipil di Bandar Udara Internasional Changi, Singapura.

“Sekarang pembangunan fasilitas fisik sudah siap 90 persen, dan diharapkan Juni tahun ini dioperasikan,” kata Komandan Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Kolonel Penerbang Andyawan, di Pekanbaru, Rabu.

Ia mengatakan, Panglima Komando Operasi I TNI AU, Marsekal Muda TNI M Syaugi (termasuk generasi pertama penerbang F-16 dengan callsign Wild Geese), pada 25 Februari lalu telah meninjau persiapan skadron udara baru itu di Pekanbaru.

F-16 block 25 yang akan dihibahkan kepada Indonesia sebelum direfurbish (photo: F-16.net)

F-16 block 25 Indonesia sebelum direfurbish (photo: F-16.net)

TNI AU bakal menempatkan 24 F-16 Fighting Falcon blok 25 eks Perang Irak, yang direncanakan akan di-upgrade ke blok 52+ hibah dari Amerika Serikat di sana, dengan biaya total sekitar 400 juta dolar Amerika Serikat memakai skema pembayaran foreign military sales.

Selama ini TNI AU “cuma” pernah membeli 12 unit F-16A/B blok 15 OCU dari Amerika Serikat, yang jumlahnya kini menyusut tinggal 10 unit saja, yang tergabung dalam Skadron Udara 3. Saat itu, Indonesia menjadi negara operator pertama F-16 Fighting Falcon di Asia Tenggara.

Di antara kesiapan fisik di Pekanbaru itu, meliputi hanggar, hanggar perawatan, arena parkir pesawat terbang dan naungannya, gudang amunisi, asrama dan rumah tinggal pilot dan awak darat, perkantoran, dan lain-lain.

Jika berjalan lancar, maka akan ada dua skadron udara di sana, yaitu Skadron Udara 12 berintikan Hawk 109 dan Hawk 209 buatan British Aerospace generasi ’80-an, dan (nanti) Skadron Udara 16 –yang kebetulan nomornya pas dengan nomor tipe pesawat tempurnya– berintikan 24 unit F-16 Fighting Falcon hibah Amerika Serikat.

“Selama ini pasukan pemukul udara F-16 ada di Madiun, Jawa Timur. Nantinya, skadron baru F-16 ini akan bermarkas di Pekanbaru ini sebagai pasukan pemukul udara Indonesia di bagian barat,” katanya.

“Kekuatan kita akan makin mantap di udara untuk melindungi NKRI,” katanya. Dengan begitu, kewenangan dan kemampuan TNI AU memaksa mendarat pelanggar kedaulatan wilayah udara nasional semakin mantap pula. (Antara).

  26 Responses to “Skadron F-16 Block 25 Pekanbaru Riau, Operasi Juni 2014”

  1. # sip …
    # sebenarnya perbedaan yg mencolok dr block 52+ it ap y?

    • kalau dari segi fisik kelihatan block 52 itu terlihat lebih “gemuk” dari body F16 aslinya yg ramping, itu krna block upgrade biasanya dimodif bagian tangki lbh besar, juga mesin dan elektronik pada sayap…dari kemampuan lebih baik krna sistem elektronik dan avioniknya sudah lebih modern, mendukung untuk dipasangi senjata jenis terbaru dangan radar terintegrasi yg mampu melakukan peperangan elektronik jarak jauh…

      • WASHINGTON, Nov. 17, 2011 – The Defense Security Cooperation Agency notified Congress Nov. 16 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia for the regeneration and upgrade of 24 F-16C/D Block 25 aircraft and associated equipment, parts, training and logistical support for an estimated cost of $750 million.The Government of Indonesia has requested a sale for the regeneration and upgrade of 24 F-16C/D Block 25 aircraft and 28 F100-PW-200 or F100-PW-220E engines being granted as Excess Defense Articles. The upgrade includes the following major systems and components: LAU-129A/A Launchers, ALR-69 Radar Warning Receivers, ARC-164/186 Radios, Expanded Enhanced Fire Control (EEFC) or Commercial Fire Control, or Modular Mission Computers, ALQ-213 Electronic Warfare Management Systems, ALE-47 Countermeasures Dispenser Systems, Cartridge Actuated Devices/Propellant Actuated Devices (CAD/PAD), Situational Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), LN-260 (SPS version, non-PPS), and AN/AAQ-33 SNIPER or AN/AAQ-28 LITENING Targeting Systems. Also included are tools, support and test equipment, spare and repair parts, publications and technical documentation, personnel training and training equipment, U.S. Government and contractor engineering, technical and logistics support services, and other related elements of logistical and program support. The estimated cost is $750 million.

        Itu program upgradenya, soal kemampuan, perbedaan dgn block 52, dan rudal yg dibeli sudah banyak dibahas dlm artikel2 sebelumnya, silahkan buka artikel jkgr dan warjag mengenai F-16 hibah ini

  2. jayalah NKRI…..kita doakan semoga slalu yg terbaik…

    salam kenal semua ^_^

  3. jumat siang sekitar jam 10.3 di kediaman saya pulau bengkalis – riau ada 2 biji f16 (bukan hawk) terbang rendah ,dari camo nya milik tni au. apa berarti suakdron f16 yg biasa dimadiun memang udah dipindahkan ke pekanbaru yah.

  4. tapi jujur saja entah kenapa f16 hibah ini agak kurang greget rasanya. seperti memakan apel busuk tapi harus ditelan juga. maaf…

    • Indonesia saat ini butuh kuantitas dlu utk melengkapi kekurangan2 alutsistanya…
      Target beli dpt cm 6 ekor…ditawari 24 ekor… ya sikat aja dlu…
      Kalo semua udh tertutupi baru kita bicara kualitas…
      Udah bener itu cara pemerintah…kalo dana masih cekak jgn minta yg macam2 dlu

    • benar seperti kata bung ryu, mengutip kata menhan saat ditanyai perihal F16 hibah ini, beliau mengatakan selama ini banyak penerbad TNI yg tidak kebagian alutsista, untuk itu dari hibah tersebut diharapkan jumlah alat yg kurang dapat terpenuhi agar pilot TNI AU dapat meningkatkan jam terbang sekaligus melakukan pengamanan untuk kedaulatan NKRI…

  5. f16 oh f16 pesawat legendaris yang peranya tak akan tergantikan oleh pesawat laen sekelas f22 raptor sekalipun.

  6. Sebagian gak jadi didistribusikan ke skuadron F16 kita yang di Jawa ya Bung? Dengar kabar sebelumnya, 16 atau 18 unit untuk di Pekanbaru, selebihnya untuk melengkapi jumlah satu skuadron penuh yang sekarang cuma tinggal 10 unit itu. Sedangkan skuadron pespur Hawk 109 nya bagaimana, juga gak jadi digeser ke Medan? Atau mungkin kita sedang menunggu kesiapan infrastruktur yang di Medan Bung? Terbayang kalau bandara sekecil Roesmin Nuryadin harus dijejali pespur sebanyak itu. Semua calon penumpang penerbangan komersil bisa ramai pada ngomel karena penerbangannya banyak delay gara-gara nunggu pespur kita yang mau take off ataupun mau landing. Soalnya bandara di Pekanbaru ini cuma menggunakan satu landasan terbang saja Bung. Kami seringkali mengalami delay penerbangan dari PKU kalau TNI AU lagi latihan.

  7. mirisss,, pesawat rongsokan malah dibanggakan.

    • Ya…itu yg sanggup dibeli Indonesia saat ini…kenapa harus malu? Toh barangnya kan sudah di upgrade…
      Yg penting kita berdaulat atas wilayah kita…
      Yg penting kan “Man Behind the Gun”
      Kalo canggihpun tp gak hebat dalam penggunaan buat apa?
      Kita harus bangga pemerintah berusaha keras mengembalikan kejayaan militer kita…jadi mari kita support

    • boneyard pesawat US bukan sekedar gudang rongsok, tapi stock pelapis yang bisa diaktifkan lagi dan dijual. 750jt dollar untuk biaya upgrade saja artinya nilai peningkatan kemampuan F-16 kita 31 jt dollar per unit, karena unitnya sendiri hibah. jauh lebih mahal daripada harga unit T50i baru

      belum lama ini Singapura melakukan upgrade f16 blok 52 mereka senilai 2.4 milyar USD untuk 70 unit F16 mereka, artinya upgrade F16 RSAF dan F16 TNI AU nanti setara dalam nilai upgradenya

    • bro @ifx, mudah2an nnti pilot f-16 nya uji coba nembakin rudal/jatuhin bom target nya rumah mu. biar ente tau gimana rasanya dihajar f-16 “rongsokan” sprti yg ente bilang…

    • dulu Ace kita Ignatius Dewanto menghajar B-26 juga dengan pesawat rongsokan peninggalan Belanda, P-51D Mustang. Karena pesawat rongsokan itu kita mendapatkan si Herky C-130 yang ditukar dengan pilot B-26, Alan Pope.

    • Rongsokan otakmu

  8. mau gimana…antara butuh cepat dan banyak dilawan dengan dana cekak
    ya terima kenyataan ajalah. yang penting ada dulu. masalah tua muda busuk mentah nanti aja

    • Mantap nih bung towerman: menang harus (walau cm menang banyak) kalah urusan nanti…terbayang oleh saya satu phantom israel bisa menjagal 5 mig sekaligus….tapi juga ada kesempatannya: mig 17 vietnam yg gen 1 bisa menebasl phantom yg gen 3….apapun pilihannya biarkan takdir yg menentukan

  9. sy termasuk setuju dgn keputusan kemhan+tni au dlm memilih program upgrade hibah 24 f-16 c/d block 32+ ini sdh mendekati block 52, entar tinggal dibantu radar pertahanan + pesawat aew&c + rudal2 yg mumpuni + kehandalan pilot2 tempur kita, sy rasa msh mjd pesawat garis depan.
    Klo pilot2 tempur kita optimis (sesuai komentar dan ulasan di majalah angkasa 2 thn yg lalu) , mk sy pun ikut ngamini, ini adl pilihan yg cerdas dgn menyiasati anggaran yg cekak, tp hrs cepat mendatangkan pesawat tempur dlm jumlah byk minimal bisa mendapatkan 2 skuadron medium fighter.
    Ingat mef 1 yg penting untuk menggertak tetangga yg usil soal perbatasan, dan soal ambalat.
    Baru mef 2 nanti pasti dtg alutsista yg cetar membahan hi hi hi

  10. Selamat Pagi warjager
    @Bung yayan
    Benar hanya satu skuadron saja 16 pesawat F16 Hibah yang ditaruh skuaron baru ska 16 di lanud Roesmin Nurjadin pekanbaru mendapingi skuadron 12 panther hitam yang sudah ada
    Sedangkan 8 pesawat sisa ditaruh di skuadron 3 Elang Biru lanud Iswahtudi
    wartawannya saja salah kutip yang dimaksut 24 unit yang datang,

    Deploy ke lanud lanud lain bisa dengan roling secara periodik 1 atau 2 flight campuran hawk 109/209 dan falcon ke lanud supandio medan ,aceh,batam dan palembang .

    @Bung Andam dewi
    Mungkin F16 dari skuadro 3 iswahyudi yang ditugaskan disana untuk Evaluasi mencoba airstrip lanud lanud sumatera apakah sudah sesuai dengan typikal pesawat F 16

    Seperti yang pernah saya ulas sebenarnya di MEF I tidak ada penambahan penguatan tetapi penggantian dan pelengkapan alutsista yang sudah ada/usang dan tua
    Rencana hanya beli 6 unit falcon block 52 untuk melengkapi skuadron 3 Iswahyudi yang cuma ada 10 F 16 OCU (karena yang 2 unit crash/jatuh ) sehingga menjadi skuadron lengkap 16 unit pesawat
    Tetapi karena berubah memilih mendapatkan hibah 24 unit maka 16 unit dibuat penambahan kekuatan sehingga dibuakan skuadron baru yaitu skuadron 16

    Lumayan lah F16 setara 32 masih bisa mengimbangi F16 Singapura karena tentengannya sama yaitu Rudal AIM 9 sidewinder dan AIM-120, AIM-9, AGM-65,
    Untuk bagaimana prediksi F16 melawan F18 hornet dan keunggulan pesawat ini bisa dibaca di artikel artikel sebelumnya

  11. pagi juga bung@satrio
    dan wat para warjager
    saya kira tdk semua benar kalau f16 itu rongsokan,karna kan bakal upgrade,apa lagi f16 menurut saya udah legend n dah malang melintang dlm fight.
    jadi walaupun nanti ada raptor,f16 tetap msh menarik dijual lg atau upgrade krn f16 sudah punya pengalaman(upgrade)
    n bs pasangi rudal2 variasi.
    ketimbang raptor/f22 harga mahal,upgrade ??tentunya msh perlu riset n mahal amir…

    tp yg buat jadi pertanyaan saya,kalau mslh pesawat pasti ptg bhubungan avionik/radar dlm integrasi.
    nah pertanyaan kalau produk barat integrasi jg dgn nato???
    so seandaina kalau ptempuran di “intl” kita menggunakan produk barat,bagaimana,
    monggoh dianalis para puh..
    #you know l mean

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  12. saya rasa begitu bung satrio.mungkin sekalian mengintai selat malaka,soalnya datang dari arah utara ke selatan.thanks bung satrio.

  13. muga aja juni 2014 akan datang udah berbaris di riau gak molor sampai juni 2015

  14. sampai saat ini menjelang pilpres pespur f16 hibah kita belum terkirim satu pun, jangan-jangan nanti bila presidennya tidak dicocoki sama AS pesawatnya molor datengnya. Waaah sial betul

 Leave a Reply