Jun 112014
 
F-16 Block 25 yang dihibahkan ke Indonesia selagi bertugas di Air National Guard (photo; F-16.net)

F-16 Block 25 yang dihibahkan ke Indonesia selagi bertugas di Air National Guard (photo; F-16.net)

Komandan Lapangan Udara (Danlanud) TNI AU Roesmin Nurjamin Pekanbaru, Kolonel Pnb Kahiril Lubis menyatakan, sebanyak 16 unit pesawat tempur F-16, akan datang bertahap. “Juni atau Juli empat unit F16 akan tiba di Madiun, setelah itu pada Oktober datang lagi empat unit. Diperkirakan November atau Desember, empat unit pertama akan berpangkalan di Pekanbaru,” kata Danlanud Roesmin Nurjamin Kol Pnb Kahiril Lubis di Pekanbaru, Selasa, 10 Juni 2014.

Selanjutnya, empat unit kedua akan datang juga pada awal tahun depan dan hingga akhir tahun 2015 sudah ada 16 unit akan berpangkalan di “Kota Bertuah”, julukan Kota Pekanbaru.

Saat ini, Lanud Roesmin Noerjamin sedang proses menjadikan landasan dari tipe B ke tipe A dan perkembangannya, tengah dibangun hanggar dan shelter pesawat.

F-16 block 25 yang akan dihibahkan kepada Indonesia sebelum direfurbish (photo: F-16.net)

F-16 block 25 yang akan dihibahkan kepada Indonesia sebelum direfurbish (photo: F-16.net)

Ketika empat pesawat pertama datang ke Pekanbaru tiba, akan ada proses penyambutan sekaligus persmian pesawat. “Biasanya proses peresmian dilakukan dengan penyambutan,” ungkapnya.

TNI AU mendatangkan F-16 Fighting Falcon blok 25 bekas Perang Irak, yang direncanakan akan ditingkatkan kapasitasnya (upgrade) ke blok 52+.

Meskipun hibah dari Amerika Serikat, pemerintah tetap mengeluarkan biaya untuk upgrade dengan total sekitar 400 juta dolar AS memakai skema pembayaran foreign military sales.(antaranews.com).

  107 Responses to “Skadron F-16 Pekanbaru”

  1.  

    bukannya punya turki udah diotak atik jadi bisa nembak punyanya israel?

  2.  

    bukannya punya turki udah diotak atik jadi bisa nembak punyanya israel? setelah kasus mavi marmara

  3.  

    Semestinya Indonesia jangan lagi beli Alutsista dari ASU. Apa Indonesia tidak takut kalau f-16 atau apache yg di beli nanti di pasang transponder yg bisa di deteksi oleh satelit ASU dan Sonotan untuk mengetahui keberadaan peralatan dan pangkalan militer kita.

    Atau mungkin di pasang alat transmiter di mana komunikasi antara pilot dapat terdengar bahkan alutsista rasia kita dapat diketahui??

    Strategi formasi tempur kita kalau sampai di sadap bagaimana? latihan beribu ribu jam yg menghabiskan uang triliunan hanya untuk di sadap strategi tempur kita.

    Belum lagi kalau di embargo, cari suku cadang harus mengemis kepada mereka.

    Apalagi beli barang Hibah yg si empunya saja sudah gak mau pakai. betulin dan upgrade 24 unit f16 saja sudah habis biaya $750 juta. (kebeli SU30 12 unit kalo harganya 60jt per unit). mending beli SU30 lahhh. barang baru, lebih canggih, aman tdk di sadap lagi.

    Pernah saya kerja di sebuah perusahaan kontraktor dan kebetulan ada rencana beli excavator.
    salah 1 dari bos ( anggap saja si bos A) bilang mau beli excavator dari China yg harganya kira kira 300jt.

    ada 1 lagi bos ( anggap si bos B) yg bilang mendingan beli barang Jepang yg harganya 900jt.

    Si Bos A tantang si Bos B bilang mana mungkin saya kalah kerja kalau 3 banding 1.

    ayo kalian tebak bos A atau bos B yg lebih untung??

    Si boss A dalam tahun pertama sudah betulin 3 excavator tdk tau berapa kali. biaya betulin lebih mahal dari keuntungannya. kebanyakan di bengkelnya dari pada kerjanya itu alat.

    sedangkan si Bos B sudah tahun ke 3 ke 4 pun excavator Jalaaan trusss…alat beratnya sehatttt……..penghasilan masuk trusss.

    Bos A yg mengejar kuantitas Bos B memilih kualitas. dan Bos B lah yg malah untung.

    Dari sini saja kita sudah dapat kesimpulan …mengejar kuantitas belum tentu lebih menguntungkan dari pada mengejar kualitas.

 Leave a Reply