Feb 192017
 

F-16 TNI AU (Dispen TNI AU)

Pekanbaru – Lima pesawat tempur F16 Skadron Udara 16 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, kembali ke pangkalan usai selesai menggelar patroli di kawasan perbatasan termasuk Selat Malaka sejak akhir Januari 2017 lalu.

“Atas nama Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, saya menyampaikan ucapan terima kasih serta rasa bangga atas keberhasilan pelaksanaan tugas yang telah dijalankan,” kata Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono di Pekanbaru, 18/2/2017.

Letkol Dwi menjelaskan lima pesawat F16 berikut personel dari Skadron Udara 16 tersebut baru saja menggelar misi operasi dan latihan di Pangkalan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara.

Hari Sabtu, seluruh pesawat F16 Fighting Falcon dan puluhan personel pendukung tiba Lanud Roesmin Nurjadin.

Ia mengatakan selama lebih dari dua pekan, seluruh misi diantaranya Operasi “Tangkis Guntur-17” dan latihan “Cakra C-17” di Lanud Soewondo dan sekitarnya berjalan dengan lancar.

“Kehadiran Skadron Udara 16 di Medan adalah untuk mendukung program Nawacita dari Presiden RI yang salah satunya adalah poros maritim,” jelas Letkol Dwi.

Ia menjelaskan kegiatan serupa bisa kembali dilakukan dengan menugaskan pesawat-pesawat tempur di luar pangkalan induknya.

“Sehingga TNI AU mampu hadir untuk menjaga keamanan dan kedaulatan udara di seluruh wilayah NKRI,” tegasnya.

Saat ini Lanud RSN memiliki dua skadron pesawat tempur seiring dengan peningkatan status Lanud dari Tipe B menjadi Tipe A pada Agustus 2015 lalu. Dua Skadron itu adalah Skadron Udara Hawk 100/200, Skadron Udara F16 dan ditambah Skadron pemeliharaan.

Antara

  8 Responses to “Skadron F-16 RSN Kembali dari Patroli Perbatasan”

  1. Pertamaxx?

  2. daripada tejas mending beli mig-21 bison aja hahaha,,,yg katanya RCSnya mig-21 bison itu kecil dan ga bisa terdeteksi oleh radar (jadi pesawat stealth) wkwkwk, gipula masalah per kilonya lebih murah mig-21 loo 😀
    edisi kuntilanak genderuwo

    • Iya sih….kalo radarnya enggak dinyalakan, xixixi

      Lagipula utk mendeteksi keberadaan pesawat lain kan tdk hanya mengandalkan radar….masih ada irst(kalo punya) dan esm (rwr dkk)

      • radar nyala pun bisa mendeteksi sukhoi yg bodynya dan rcsnya besar, saya heran sama pesawat satu ini dibilang siluman bukan, pasnya disebut pesawat kuntilanak / genderuwo hahaha 😀 😀

        • Saking lincahnya, mig-21 bisa melesat dan meleset diluar “point of viewnya” radar pesawat lain bung petit…

          #haduh…point of view tu bhsa Indonesiane opo toyo(sambil garuk2)?

  3. Lanud Soewondo dulu ada skuadron F16nya, klu sudah latihan lewat diatas sekolah ampe bergetar bangunannya. Bisa diliat pilotnya saking rendahnya. Sekarang Lanudnya sepi semenjak Penerbangan sipil pindah ke Kuala Namo. Bandara penuh sejarah, dulu Belanda menyewa dengan Sultan Deli semenjak merdeka dikuasai AURI sekarang TNI AU.

  4. tes

 Leave a Reply