Agu 022018
 

dok. Armada jet tempur BAE Hawk TNI Angkatan Udara © TNI AU via Wikimedia Commons

Pontianak – Letnan Kolonel Penerbang Supriyanto memimpin armada Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa TNI AU yang berpangkalan di Pangkalan Udara TNI AU Supadio untuk latihan tempur di Biak, Papua. Yang mereka tuju adalah Pangkalan Udara TNI AU Manuhua di Biak.

“Pada latihan tempur di Lanud Manuha ini, kami mengerahkan satu flight pesawat tempur Hawk 109/209. Latihan yang bertajuk Cakra dan Kilat D-18 ini, berlangsung 30 Juli  sampai dengan 5 Agustus 2018,” ujar Letkol Supriyanto, di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu, 01-8-2018, dirilis Antara.

Dia menjelaskan, 2 latihan itu di bawah arahan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV TNI, yang dipimpin Marsekal Pertama TNI Jorry S Koloway. Dua latihan di Pangkalan Udara TNI AU Manuhua itu, digabungkan dengaan Latihan Elang Jelajah, yang merupakan latihan rutin para penerbang Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa TNI AU.

Letkol Supriyanto dan pasukannya, bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Supadio pada Senin, 30-7-2018, dilepas oleh Komandan Pangkalan Udara TNI AU Supadio, Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo.

“Kami menggabungkan latihan rutin dengan 2 latihan tempur bersama Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV TNI di Biak. Tujuannya adalah melatih kesiapsiagaan dan kemampuan unsur pertahanan udara TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia,” tuturnya.

Rute yang mereka tempuh adalah Pangkalan Udara TNI AU Dhomber (Balikpapan), lalu ke Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratunglangi (Manado), Pangkalan Udara TNI AU Pattimura (Ambon), hingga mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Manuhua di Biak.

Adapun rangkaian 3 latihan itu, diskenariokan dengan berbagai formasi tempur yang didukung berbagai unsur-unsur pesawat tempur TNI AU, termasuk pesawat angkut berat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 TNI AU yang berpangkalan di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Pada latihan ini, kami didukung pula dengan unsur radar jajaran Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV TNI, MCC Bandara Manuhua Biak, Batalion Komando 468 Paskhas,” katanya.

Dengan latihan tersebut, diharapkan para penerbang bisa menyiapkan dan mengoperasikan pesawat tempur taktis, baik untuk operasi lawan udara ovensif, operasi pertahanan udara, dan operasi dukungan udara sesuai tugas pokok mereka.

“Para penerbang kita harapkan dapat meningkatkan kemampuan operasional Skadron Udara 1 dan menambah pengalaman terbang bagi penerbang tempur dalam melaksanakan terbang navigasi jarak jauh dari satu tempat ke area lain,” katanya

Marsma Tribowo berharap semua unsur bisa meningkatkan komunikasi, kerjasama, dan koordinasi yang baik, sehingga memaksimalkan pencapaian target yang tepat, dan memperhatikan keselamatan, bagi semua unsur yang terlibat dalam latihan.

Dengan latihan itu, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan profesional dan kesiapsiagaan seluruh unsur pertahanan udara, sehingga terwujud sistem pengamatan dan penangkalan yang handal terhadap setiap bentuk ancaman di wilayah udara nasional.

“Saya berharap, semua pasukan bisa melaksanakan tugas sesuai dengan SOP masing-masing, sehingga tugas-tugas yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik, dan kembali ke pangkalan Skuadron 1 secara selamat,” ujarnya.

Bagikan:

 Leave a Reply