May 232018
 

Dalam Paparan komandonya Danlanud Iswahjudi menyampaikan rencana program yang telah dan akan dilaksanakan termasuk didalamnya kesiapan kedatangan pesawat sukhoi 35 dan kedatangan PSU (penangkis serangan udara).

Pangkoopsau II Marsda TNI Fadjar Prasetyo kagum, ketika melihat pesawat f-16 yang sedang menjali perawatan di Skatek 042, dengan kemampuan para teknisinya, dimana semuanya dikerjakan oleh prajurit TNI AU sendiri.

Magetan – Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo, S.E.,M.P.P., bersama Ketua PIA Daerah II Koopsau II Ny. Inong Fadjar Prasetyo, mengadakan kunjungan kerja di Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

Kedatangan orang nomor satu dijajaran Koopsau II beserta rombongan disambut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal, S.I.P.,MTr (Han), beserta ibu dan segenap pejabat Lanud Iswahjudi, pada Selasa 22 Mei 2018 di main apron Lanud Iswahjudi. Selanjutnya Pangkoopsau II beserta rombongan menerima paparan komando dari Danlanud Iswahjudi di ruang briefing Tedy Kustari.

Pada kesempatan tersebut Pangkoopsau Marsda TNI Fadjar Prasetyo mengucapkan terima kasih dan merasa bangga terhadap personel Lanud Iswahjudi. ”Lanjutkan kebangaan saya terhadap kalian, meskipun banyak keterbatasan tapi Lanud Iswahjudi tetap dapat menampilkan yang terbaik,” ujar Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo, S.E.,M.P.P.

Dalam Paparan komandonya Danlanud Iswahjudi menyampaikan rencana program yang telah dan akan dilaksanakan termasuk didalamnya kesiapan kedatangan pesawat sukhoi 35 dan kedatangan PSU (penangkis serangan udara). Termasuk Rencana pembangunan yang ada di Lanud Iswahjudi.

Kunjungan kerja ke Lanud Iswahjudi ini untuk pertama kalinya Marsda TNI Fadjar Prasetyo semenjak menjabat sebagai Pangkoopsau II. Dalam kunjunganya Marsda TNI Fadjar Prasetyo, meninjau kesiapan Skadron Udara 14, Skadron Teknik 042 dan Marshalling Area.

Ketika melihat pesawat F-16 yang sedang menjali perawatan (proyek Falcon Star) di Skatek 042, Pangkoopsau II kagum dengan kemampuan para teknisinya, dimana semuanya dikerjakan oleh prajurit TNI AU sendiri. (tni-au.mil.id)

  45 Responses to “Skatek 042 Bersiap untuk Pesawat Sukhoi 35 dan PSU”

  1.  

    sukses menjaili falcon
    target berikutnya super flanker

  2.  

    wauw, bongkar sendiri, servis sendiri, pasang sendiri……
    mantap brother……
    pokoknya jgn ada kalimat “pulang kampung”.
    saya jijik baca kalimat tsb.

  3.  

    kira kira PSUnya apa satu paket dengan SU 35 ?

    •  

      psu nya kan nasams, dul.

      •  

        dari kutipan kalimat ini bisa jadi satu paket S400 dan SU 35.
        *Dalam Paparan komandonya Danlanud Iswahjudi menyampaikan rencana program yang telah dan akan dilaksanakan termasuk didalamnya kesiapan kedatangan pesawat sukhoi 35 dan kedatangan PSU (penangkis serangan udara).*
        nasam untuk jarak sedang dan S400 untuk jarak jauhnya

  4.  

    Yg namanya upgrade besar2an biasanya pulang kampung bung, bukannya elbot jg begitu?

  5.  

    lah di JKGR malah dah dari dulu sudah bersiap… tiap ada artikel sukro pasti selalu bersiap… Maksudnya bersiap “akan” si menhan wkkkkk… Jadi kangen debat akan sukro tapi untunglah sudah berakhir… Atau jng2 masih berlanjut yah tuh shitnetron akan xixixi…

  6.  

    Jiah komen ane raib… Padahal ga mengandung silit xixixi…

  7.  

    PSU nya pakai S300 aja

    😎

  8.  

    @-Jendrall apa tanggapan jendral ttg australi dg f35nya..

    $-Begini itu hak dia australi dia mau beli senjata apa…
    Indo tak mau di sekitar terjadi perlombaan senjata..
    Tp jgn salah indo selalu dan selalu memantau dan mengantisipasinya..

    @-jd pembelian su35 indo utk antisipasi f35 ya jendrall..
    Tp apakah mampu pespur non siluman menghadapi pespur siluman..

    $-adek kok tau ada pespur siluman pasti srg nongkrong di jkgr tmpt para sales itu ya..
    Begini dek militer kita tak menutup mata dan telinga jadi percayalah semua sudah di antisipasi, ya
    termasuk dg pembelian su35 ini..

    @-maaf jendral dari yg saya pahami dari pengamat pengamat militer di jkgr bahwa su35 terlalu sulit mengalahkan pespur siluman dan terlalu mudah dikalahkan pespur siluman..
    Menurut jendrall..

    $–terlalu ribet bicara teknis disini..
    Begini saja dek..
    Dlm hal ini skill pilot akan sangat menentukan..
    Pilot pilot kita itu sudah terlatih dg baik, dlm pendidikan mereka sudah diajarkan bgmn ttg ghoib..
    Dah bgtu jls ya..
    Bahwa smua sudah diantisipasi..

    @-ya tengkiyu jendrall smg nanti kl indonesia perang jendrall blm pensiun ya…

    •  

      Hrs beli radar pasive yg canggih

    •  

      gue fiqir semua ada keterbatasanya…begitu juga para jendral…jadi semua menurut keahlian dalam bidang masing masing….seperti masalah strategi dan penerapanya….tidak semua jendral bisa dan paham secara keseluruhan,,,begitu pula alutsista pengetahuan dan kajianya tidak semua jendral paham….jadi alangkah baiknya semua perlu didengar dan perlu dikaji secara mendalam….!!!
      karna satu kesalahan kecil dalam perang bisa berakibat patal atau bisa juga menyebabkan kehancuran….sama halnya dengan permainan catur…!!!

    •  

      Hhhhhhhhhh, jenderalnya koplak. Mungkin yg jadi jenderalnya itu Despacito ya… Hhhhhhhhhh

      Apa sih yg bisa dijagain dari 11 Su-35 kalo ketemu 72 F-35 Aussie yg dipersiapkan buat bisa nembak JASSM-ER dan Meteor??? Mau punya 24 Su-35 juga gak akan cukup kecuali ditambah 3 Skadron lagi. Tapi Ane lebih setuju kalo Indonesia beli Su-35 dan F-35 sekaligus. Biar TNI lebih kuat dan lebih paham karakteristik pespur negara tetangga.

  9.  

    Jika australi melepaskan tomahawk dari pangkalan yg di selatan jawa apakah Lanud iswayudi maupun yg di malang terjangkau ya…

  10.  

    Nasib nasib

  11.  

    Mantappp

 Leave a Reply