Sketsa Skadron Tempur TNI AU Mendatang

65
565
Sukhoi SU-35
Sukhoi SU-35

Sekali lagi saya bukan tidak menyukai Su-35. Justru Su-35 adalah pesawat tempur kesukaan saya. Ausairpower.net – website Australia ini sudah memberikan banyak iklan gratis untuk Su-35. :)

Walaupun website ini sudah lama tidak lagi di-update, karena tujuan utama website ini, Australia membeli F-22 sudah tumpul. Analisa Ausairpower juga menurut saya terlalu meremehkan pilihan-pilihan Eropa.

Sebenarnya saya berharap di masa depan (tidak tahu kapan?), komposisi armada TNI-AU yang akan sesuai dengan kebutuhan Indonesia adalah sebagai berikut:

  • 2 Skuadron berat: 32 Su-35 SKI atau 32 Su-30 MKID (versi canard mirip Su-30 SM atau Su-30 MKI yang sudah dimodernisasi lebih lanjut).
  • Su-30 SM adalah pilihan yang lebih aman, karena sudah ada ratusan unit operasional. Su-35 lebih hebat, tetapi jumlah di dunia sedikit, jadi faktor ongkos support bisa lebih mahal.
    Lebih baik pilih salah satu tipe saja, dan beli langsung 32 pesawat. Jangan setengah-setengah. Biaya perawatan dan support akan lebih mahal.
    Sistem Network terintegrasi dengan Gripen-E dan AWACS.
    Fungsi Utama: Serangan target strategis jarak jauh, mengamankan lokasi-lokasi tertentu yang bisa menjadi target, dan membantai F-35.
  • Su-27/30 di Skuadron-11 lebih baik dijual saja agar kita hanya memakai 1 variant Flanker saja yang lebih modern. Lagipula secara teknis, kekurangan radar AESA/PESA di Su-27/30 membuatnya agak ketinggalan jaman.
  • 4 Skuadron tempur ringan: 64 Gripen-E
    Fungsi utama: Patroli udara yang ekonomis, dan (di kala konflik) pertahanan udara strategis – bisa dipangkalkan secara darurat di manapun juga di Indonesia, akan membuat lawan kesulitan mencari lapangan udara utama untuk dibom. Kalau ternyata Flanker kita dihancurkan di lanud Hassanudin, TNI-AU tetap bisa terus berjuang dengan Gripen-E yang mereka pangkakan darurat dimana-mana.
    Gripen-E yang RCS-nya kecil juga akan memberi kombinasi yang bagus dgn Flanker yang lebih besar.

 Skenario Pertempuran dari komposisi ini:

  •  4 F-35 yang dipandu AWACS berkonsentrasi untuk mengalahkan 2 Su-35 yg mereka liat jelas di radar, dan bersiap untuk menembakkan AMRAAM. Mereka tidak melihat formasi supercrusing Gripen-E bersembunyi dibelakang formasi Flanker.
  • F-35 membuka tempat senjata di perut, AMRAAM ditembakkan, dan membelok. Radar IRBIS-E sekarang bisa melihat F-35, mungkin lebih dulu drpd Selex AESA di Gripen E. IRST OLS-35 juga melihat bahwa AMRAAM sudah ditembakkan.
  • Sistem Network antar pesawat dari Su-35 memberi signal ke Gripen-E lokasi dan jarak target.
  • Su-35 menembakkan RVV-AEE dengan infra-red seeker dan radar-seeker, dan membelok untuk menghindari AAMRAM.
  • Gripen-E juga menembakkan Meteor ramjet BVRAAM dari belakang, SELEX AESA memberikan update sasaran melalui 2-link signal ke Meteor.
  • Su-35 bisa mengalahkan AMRAAM dengan electronic countermeasure, and kinematis yang bagus. Pesawat dengan +9G manuver, akan mudah menghindari AMRAAM yang terlalu cepat dan kurang kontrol di saat akhir.
  • 2 F-35 kewalahan menghadapi RVV-AE dan dihancurkan. 2 sisanya berhasil menghindar, tapi tidak menyangka juga harus menghadapi Meteor yang menggunakan sistem ramjet dan mempunyai kemampuan manuever lebih bagus. Keempat F-35 hancur.
  • Atau, semua pesawat berhasil menghindari BVRAAM, Su-35 bisa menangkap F-35 yang sedang terbang pulang (dan sekarang tidak bersenjata), dan menembak jatuh dengan R-73/R-74 SRAAM. Kalau ada yang lolos, Gripen-E dengan perpaduan aferburner dan supercruise mengejar sisanya, dan menembak jatuh dengan IRIS-T.
  • Sekarang AWACS lawan yang sendirian itu juga menjadi sasaran empuk. Tembak saja dgn Gsh-30 cannon atau Mauser K-27 agar menghemat biaya pemakaian missile.

oleh: wipe out

65 KOMENTAR

  1. Gak tau ya, kita ini sudah punya blue print pertahanan, tetapi tetap saja ganti pimpinan ganti aturan, capeeekk…. kapan nih kita punya pondasi yang kuat yang akan diteruskan oleh anak cucu kita, coba kita belajar dari OS Windows yang awalnya cuman MSDOS, Windows 3.X, Windows XP, Windows Vista, Seven, 8.X dst, semuanya punya kompatibelity yang baik.

  2. cita cita TNI AU kuat mudah mudahan tercapai dalam waktu dekat..
    bila perubahan kebijakan senjata/alusista sepertinya masih banyak sentimen atau kepentingan yang mempengaruhi per pergantian pemimpin
    namun..yang saya tau,membangun skuadron tempur kah logistik kah..bukan hal mudah dan simple seperti dengan hanya membeli alusista itu sendiri..
    banyak hal dari yang kecil dan strategi yang besar yang harus dipersiapkan dalam membangun skuadron pesawat..dan itu membutuhkan waktu-sdm yang banyak
    imho

  3. Sales Gripen sepertinya..:) memang TNI AU 20 thn kedepan hanya mengadakan pesawat kelas Medium & Heavy Fighter dng menghilangkan pesawat Light seperti Hawk 209..heavy fighter pasti di isi varian Sukhoi Family (SU 27/30, SU 35 atau bahkan Pak Fa) untk medium kemungkinan Gado2 IFX (kalau jadi), F 16, Gripen/Typhoon/Rafale..so kita tunggu aja apa yg akan datang dng harap2 cemas..:)

  4. Kalau saya sih dari dulu udah kompak ama jendral muldoko, su35 itu memang the Best fighter yg mestinya kita akuisisi untuk sekarang ini, tentunya dilengkapi dgn sistem data link yg terhubung dgn sistem pertahanan terpadu yg segera di aplikasi dalam satu sistem komando bersama antara tni au diudara tni al dilaut dan tni ad didarat, semoga cepat terrealisasi keinginan kita bersama ya, karena di saat saat damai begini kayaknya setiap negara, saling mengisi arsenal nya masing masing, karena perubahan yg terjadi sekarang ini susah diprediksi dan sangat cepat sekali perubahannya, maka persiapan persiapan untuk memperkuat otot otot pertahanan kita mesti jgn mencla mencle. Maksudnya jgn ganti pemimpin ganti lagi skenario, wah gawat kalau begitu. Bisa dari nol lagi deh semuanya, semoga mef 2 tetap dapat diteruskan, sampai mef 3,dan pembetukan nya jgn sampai dibatalkan.

  5. Skenario Pertempuran :
    – AWACS Wedgetail jarak pantaunya ratusan km, bagaimana mereka tidak melihat Gripen?
    – Secara teoritis Irbis E bisa memantau F-35 head on 59 km, dan dari samping pada jarak 59-91 km. Mengapa harus head on, lebih baik melambung dari samping.

    – Pada waktu F-35 membuka tempat senjata di perut (tentunya sekitar 100 km sesuai jangkauan AIM-120C7) akan segera terpantau oleh Irbis E. Dari waktu membuka sd melepas rudal butuh waktu 1-2 detik cukup untuk Irbis E menembak salvo RVV AE, baru SU-35 balik kanan menghindar AIM. SU-35 belum tentu bisa mengalahkan AMRAAM dengan electronic countermeasure, tetapi dengan kinematiknya yang bagus bisa keluar dari NEZ rudal..

    – Pada skenario ini tidak tepat memasangkan Gripen dengan SU-35 karena beda kelas, fuel fraction Gripen jauh lebih kecil dari SU-35 dan F-35. lebih tepat kalau Gripen diganti dengan 2 SU-35 untuk melawan F-35 atau mengejar AWACS. Tidak usah dibantu Gripen 4 SU-35 sanggup menghabiskan 4 F-35. Jadi 4 lawan 4 atau ignore F-35 dan langsung mengejar AWACS dengan supercruise (ingat jangkauan Irbis 400 km utk sasaran segede AWACS). Setelah AWACS rontok maka F-35 jadi buta (atau setengah buta).

    Sketsa Skadron Tempur TNI AU Mendatang.
    Mengapa Su-27/30 di Skuadron-11 lebih baik dijual saja, ada pilihan upgrade seperti radar, IRST dan ECM.

    Pilihan saya :
    1st tier Su-27/30 plus SU-35.
    2nd tier F-16, atau ganti dengan Gripen NG sekalian antisipasi gagalnya KFX/IFX. Kalau kita tidak diijinkan beli AIM-120C7, maka Viper jadi ular ompong.
    3rd tier T 50 tapi beli dong radar plus rudalnya.
    F-5 dan Hawk dihapus saja.

    • Antonov yang benar , Gripen dilihat dari jauh oleh AWAC dan tidak bisa menyembunyikan .

      Juga , aku mungkin bisa meminjamkan beberapa informasi untuk percakapan ini . Dalam situasi di mana angkatan udara Australia mengirimkan sebuah AWAC dalam misi tempur , tidak akan mendukung 4 pejuang tunggal . Jika AWAC keluar , Anda akan memiliki sesuatu yang lebih seperti skuadron penuh, dan tergantung pada situasi ( menganggap acara ini berlangsung dalam perang aktif ) beberapa jumlah growlers .

      Berbicara tentang arah, benar-benar tergantung pada situasi . Jika F35 yang menyerang Indonesia, SU35 ini mungkin bisa mendapatkan kesadaran situasional dan kondisi yang diperlukan untuk mendapatkan di sisi F35 ini . Namun, setelah mereka mendekat , F35 ini akan dipaksa untuk berbalik dan menghadapi mereka , di mana titik , mereka mungkin akan menurunkan radar lagi , tergantung pada banyak faktor yang berbeda sulit untuk menghitung apa yang akan terjadi .

      Jika SU35 yang menyerang Australia , akan sulit bagi mereka untuk kedua bisa masuk ke posisi ke sisi F35 ini , sebagian besar disebabkan oleh situasi kesadaran yang disediakan oleh radar berbasis tanah .

      Namun, dengan asumsi tampilan SU35 itu dari samping , mengambil rentang terpanjang melihat , 91km . Australia F35 ini direncanakan akan dipersenjatai dengan meteor akan bisa menembak suatu tempat di sekitar atau di atas tanda 100km . Sekarang , pertanyaan yang paling penting adalah seberapa baik pekerjaan meteor terhadap SU35 itu akan. Para growlers harus dapat menyebabkan gangguan yang cukup dengan penanggulangan yang SU35 itu . Maka pertanyaan kemudian menjadi adalah SU35 cukup bermanuver untuk mengalahkan meteor . Jika demikian, SU35 memenangkan pertarungan tangan ke bawah . Tapi jika tidak , hal itu akan ditiup keluar dari langit sebelum ia memiliki kesempatan untuk melakukan apa-apa . Australia adalah mengambil pertaruhan besar yang baik akan bekerja sangat baik , atau menjadi menghancurkan angkatan udara .

      Sebagian dari masalah adalah , mereka rantai peristiwa kunci saat ini mengandalkan pesawat yang sedang dalam pengembangan , F35 ini, rudal yang sedang dalam pengembangan , meteor dan bagaimana mereka berinteraksi dengan SU35 , pesawat yang telah memiliki banyak spesifikasi yang berbeda diterapkan untuk itu . ( Aku ingat bahwa ketika saya masih di angkatan udara , ada beberapa orang Amerika dengan dokumen dari Sukhoi mengatakan SU35 adalah Mach 3 pesawat tempur ) .

      Aku punya kecurigaan , berdasarkan pengalaman pribadi saya bahwa nomor yang SU35 yang mungkin dipijat sedikit lebih dari F35 dan meteor . Saya sepenuhnya mengakui bahwa ini adalah spekulasi berdasarkan pengalaman pribadi saya dengan peralatan Rusia ketika saya bekerja di Eropa Timur , dan itu bisa , dan mungkin salah . Namun, apa usus saya memberitahu saya .

          • Wow , saya tidak menyadari bahwa Rusia telah diluncurkan pengembangan ramjet untuk R – 77 . Terakhir saya dengar adalah bahwa itu kehabisan uang kembali pada tahun 2000. Ini terlihat seperti itu terjadi , tetapi mulai naik lagi dan beberapa titik . Ini akan menarik untuk melihat bagaimana meteor dan R – 77 membandingkan.

            Saya menduga itu akan turun ke seberapa baik mereka mendesain ulang itu . Jika mereka hanya menempatkan ramjet di sana , saya pikir itu akan memiliki waktu keras menjaga dengan rudal ramjet yang dirancang khusus . Atau mereka mungkin merancang rudal baru dan hanya menjaga di bawah R – 77 nama , misalkan kita akan harus menunggu sampai beberapa info lebih lanjut keluar .

            Namun masalah jangkauan sensor masih masalah . Masih memiliki F35 yang mendapatkan untuk menembak rudal jarak jauh pertama mereka , karena meskipun SU35 memiliki rudal dengan jangkauan, sensor tidak dapat melihat F35 ini .

          • Pada waktu F-35 membuka tempat senjata di perut (tentunya sekitar 100 km sesuai jangkauan AIM-120C7) akan segera terpantau oleh Irbis E. Dari waktu membuka sd melepas rudal butuh waktu 1-2 detik cukup untuk Irbis E menembak salvo dengan RVV SD.
            Atau waktu roket AIM-120C7 menyala dapat dipantau.

            Rudal :
            The primary BVR weapon to be carried by earl y production variants of the Su-35S is the KTRV RVV-SD , an extended range evolution of the R-77 / AA -12 Adder similar to the AIM-120D .

            The primary close combat weapon to be carried by early product ion variants of the Su-35S is the KTRV RVV-MD , an extended range evolution of the R -73/74 / A A -11 Archer with a jam resistant two colour scanning seeker and a
            laser proximity fuse.

            ECM: SU-35 dapat membawa:
            The heavyweight high power KNIRTI SAP -14 Support Jammer ECM pod is a Russian analogue to the US ALQ-99E pod carried on the EA-6B Prowler and EA -18G Growl er. It was developed for Flanker family aircraft and is carried on a large centreline pylon. To date little has been disclosed about this design, but it has been observed on the Su-30MK Flanker G/H and Su-34 Fullbac k . It operates between 1 GHz and 4 GHz .

            The KNIRTI SAP-518 ECM pod is a new technology replacement (DRFM?) for the established L005 Sorbstiya series wingtip ECM pods. It operates between 5 GHz and 18 GHz.

      • Maaf bahwa tulisan saya sulit untuk dibaca . Saya menghabiskan beberapa tahun relawan di Indonesia , tapi selalu dengan seseorang yang bisa berbicara bahasa Inggris jadi aku malas dan tidak pernah benar-benar belajar untuk berbicara dengan benar .

        Paspor saya Irlandia dan Australia , tetapi saya menganggap diri saya seorang Australia , itu hanya sangat berguna untuk memiliki kewarganegaraan Uni Eropa 🙂

      • bang antonov…sebenarnya untuk mendeteksi F35 itu tidak mesti harus pakai IRIBIS E waktu dia menembakkan Amraam dari dalam perutnya. menurutku radar L band yang di punyai Su35 sudah mampu melihat F35 karena radar L band memang anti stealth.

        jadi tinggal lihat seberapa jauh radar L band nya Su 35 melihat F35….kalau diatas jangkauan AMRAAM missile. maka dipastikan “first look, first shoot dan first kill” akan dipunyai oleh SU35 ini.

        F35 sudah pada rontok duluan oleh hantaman R77, amraamsky. sebelum mereka menembakan amraam nya.

  6. gimana klo sukhoi su-27/30 yg kita miliki dikasih cukup masing-masing 1 skuadron + 1 skuadron su-35 jdi ada penambahan 2 skudron sukhoi.

    kita memiliki 2015-2019:

    1 skuad su-27 di sorong-papua (mengisi kekosongan wilatah timur).
    1 skuas su-30 di tarakan-kal-tara (karena kal-bar ada hawk).
    1 skuad su-35 di makassar (berada ditengah bs mengcover barat-timur).

    ? skuad lisensi grifen NG.

  7. Secanggih canggihnya pespur kalo avturnya ga ada yak kagak bisa terbang hahaha,,,sistem manajemen TNI di benerin dulu alat canggih kasian jadi pajangan,,,secanggihnya sukhoi percuma kalo ga ada avturnya apalagi senjatanya,,,sukhoi cukup beli satu skuadron lagi banyakin aja beli gripen sambil minta TOT

  8. Saya tadi ktemu family d lanud halim perdanakesuma trus mampir kerumahnya,,dia seorg TNI Au,,saat melihat2 foto drumahnya q mmelihat da foto F5-tiger,,q tnya pa dia yg nyopirinnya,,ktanya iya n dia blg jga klau itu pesawat tua (mgkin dikiranya q kurg mgetahui tttg pesawat)..q pun blik nanya jadinya pswat tu mw dgnti pa,,gripen ato su 35..dia jawab lw gntinya Su 35,,tp dia blg pswat tu lmyan mhal opersiaanya..

  9. Yang cocok untuk Indonesia adalah 2 skuadron SU 34 fullback dan satu skuadron SU 35 ditambah SAM jarak menengah dan jauh.Jangan lagi membayangkan pertempuran head to head atau dogfight antara pesawat tempur karena perang melibatkan segala aspek.Cocok dalam artian mengcover seluruh ruang udara baik dari darat maupun udara.Lagi pula alutsista Rusia udara bebas embargo soal flight readiness kan Rusia mau bangun pusat perawatan alat perang di Indonesia.Trus apalagi yang di risaukan ??

  10. Halo semua,

    Blog entry ini sebenarnya diambil dari komentar yg saya sudah buat di blog lain sejak tanggal 10-Oktober-2014 lalu, disini:

    Saya tidak keberatan post ini diambil sebagai blog entry disini.
    Sebenarnya saya terlalu banyak membuat posting komentar, tapi malah tidak ada waktu untuk menulis blog sendiri. Jadi silahkan meneruskan sharing-nya!

    Mksh.

  11. Klo menurut saya mazhab yg d ambil negara(petinggi²) kita mayoritas sikap keragu²an…yg ini ..yg itu…tidak bisa dpungkiri dari berita² yg tersebar.ambil ketegasan ,jgn mau di dekte..mana yg terbaik untuk negara itu yg di ambil.
    Tetap optimis dan selalu realistis jgn termakan berita alam ghoib yg tetbukti tdk jelas akan nara sumber jg brngnya…terbukti d d lingkungan org yg pindah syuting tdk bisa menjelaskan atau pura² tdk bisa mengartikan arti kata sindiran …yg dpostingkan salah seorang membernya yg menanyakan keabsahan brg² canggih ghoibnya