Jul 012018
 

JakartaGreater.com – Kompleks (sistem) rudal D-30 dengan rudal balistik antar-benua R-30 “Bulava”, berdasarkan keberhasilan pengujian pada tahun 2018 telah diadopsi oleh Angkatan Laut Rusia, seperti dilansir dari laman TASS.

“Program uji kendali penembakan yang dilaksanakan oleh Departemen Pertahanan Rusia telah berhasil diselesaikan, keandalan rudal Bulava telah menghapus semua hambatan untuk adopsi kedalam layanan. Keputusan telah diambil serta dokumen yang diperlukan telah ditandatangani”, menurut lembaga itu.

JakartaGreater tidak memiliki konfirmasi resmi tentang informasi dari TASS tersebut.

Rudal balistik antar-benua R-30 Bulava dikembangkan oleh Moscow Institute of Heat Engineering sejak pertengahan 1990-an. Desainer utama adalah Yuri Solomonov dan Alexander Sukhodolsky. Menurut media, roket berbahan bakar padat tiga tahap ini bisa membawa hingga enam hulu ledak individu.

SLBM Bulava dirancang untuk senjata kapal selam nuklir dari Kelas Borey (Proyek 955), dimana setiap kapal selam akan dilengkapi dengan 16 peluncur rudal.

Sejak tahun 2005, sekitar 30 uji peluncuran rudal R-30 telah dlaksanakan, dan sekitar sepertiga dari mereka mengalami berbagai permasalahan teknis.

Pengujian terakhir berlangsung pada tanggal 22 Mei 2018 lalu dari kapal selam K-535 “Yuri Dolgoruky” yang menembakkan 4 rudal Bulava secara salvo. Operasi eksperimental roket telah dimulai sejak 2013, ketika kapal utama pembawa rudal Proyek 955 diterima di Angkatan Laut Rusia.

  6 Responses to “SLBM Bulava Telah Masuk Layanan Operasional Militer Rusia”

  1.  

    Beli 12 + TOT bisa gak ya?

  2.  

    Wah ngebul, itu rudal apa sedang menjalankan misi siluman menyamar sebagai kereta uap jaman dulu ?

 Leave a Reply