Nov 142014
 
Kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Multi Role Light Fregate (MRLF) KRI Usman Harun (USH)-359 melintas diperairan Karimunjawa, Jawa Tengah, Minggu (28/9). [Antara/M Risyal Hidayat] -

Kapal Republik Indonesia (KRI) kelas Multi Role Light Fregate (MRLF) KRI Usman Harun (USH)-359 melintas diperairan Karimunjawa, Jawa Tengah, Minggu (28/9). [Antara/M Risyal Hidayat] –

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan tidak membutuhkan bantuan Angkatan Laut (US Navy) Amerika Serikat untuk pengawasan dan pengamanan laut Indonesia. Hal ini menanggapi tawaran Pemerintah Amerika untuk menjaga wilayah laut RI dari aksi pencurian ikan ilegal atau illegal fishing.

“TNI tidak ada kerjasama dengan Navy Seal untuk pengamanan laut Indonesia. Wilayah laut RI kita sendiri yang amankan,” kata Fuad dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 14 November 2014.

Menurut Fuad, hubungan TNI dengan angkatan laut negeri Paman Sam itu hanya sebatas kerjasama latihan dan pendidikan kemiliteran saja. Sedangkan untuk pengamanan kedaulatan NKRI, itu merupakan tanggung jawab TNI sepenuhnya, tidak bisa melibatkan pihak asing.

“Kita kerjasasama dengan mereka (US Navy) hanya latihan saja,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pengamanan wilayah perbatasan RI dengan negara tetangga, TNI bekerjasama dengan Singapura dan Malaysia. Menurut Fuad, kerjasama ini hanya sebatas mengamankan titik batas negara masing-masing.

Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu, Pemerintah Amerika Serikat melalui Duta Besarnya di Jakarta, Robert Blake, menyampaikan, bahwa pihaknya menawarkan bantuan kerjasama pengawasan laut kepada Pemerintah Indonesia.

Tawaran kerjasama itu untuk meminimalisir praktik illegal fishing di laut Indonesia dengan mengirimkan angkatan laut AS. Dubes AS mengaku sudah bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan akan membicarakan masalah itu lebih lanjut. (VivaNews.co.id).

  104 Responses to “Soal Jaga Laut , TNI Tak Butuh US Navy”

  1.  

    Yang komentar kayak nya lebih pinter dari sang menteri, padahal bacanya gak selesai, atau mungkin baca beritanya sambil minum anggur, jadi eror, perhatikan baik2 kerjasama yang di tawarkan, dan adakah menteri setuju, kan dubes mamarika baru menawarkan, dan kerjasamanya pun masih belum deal apalagi bidangnya, la ini komentar sudah hujat sana sini, coba tunjukan bahwa kita itu orang yang santun, dan berpikiran luas , jangan asal copas aja

    •  

      Mumpung belum deal perjanjiannya dikritik terlebih dahulu..siapa tau ada masukan yang bagus hingga bu mentri ga gampang mutusin…siapa tau bu mentri nanya ke pa moel…baik dan buruknya..kerja sama ama usa..

      maaf kalau salah maklum tukang ledeng

  2.  

    kenapa di suspend yaakk garudapatriot?

  3.  

    Yuppp….ada apa ya…? Kok setelah babaran ke-3 matra langsung di suspended?

  4.  

    Wait & see…..,gmn kelanjutan kementrian kelautan & perikanan jadi apa tidak bekerjasama dgn Asu. Kalo ane sih milih kemandirian kita sendiri utk pengaman teritorial kita,ga perlu asing. Kalo kerjasama teote baru boleh ntu…

  5.  

    duitnya darimana bos

    setiap pembelian wajib ToT dan Rusia terkenal suprt pelit baik maintenis dan sucad selama masih ada rosoboronexport

  6.  

    Bung kenapa accun patriod garuda kok suspended ya?

  7.  

    Bung jalo kok accun garuda patriot kok enggak bisa di buka ya,kok accuntnya suspended kenapa ya?

  8.  

    kenapa patriod garuda dihapus? ada yang punya copyannya terkait artikel list alustista? 🙂

  9.  

    jangan biarkan AS berbuat se enak nya. salut TNI harus tegas

  10.  

    wah bagusnya dibikin kan artikel gan

  11.  

    yg sabar ya teman2

  12.  

    Kayaknya bung PS kena jitak nih…???

  13.  

    NAVY SEAL? Ngga butuh… emangnya kita negara mini sekelas Panama atau Costa Rica?

    Kecuali mereka mau ngasi hibah kapal kelas Areligh Burke 3-4 biji, nha itu baru kita terima.

  14.  

    Tu-95? emang itu masih dibikin ya? Rafale, Typhoon, Gripen, Su-35 diborong sekaligus?

  15.  

    MODUS

  16.  

    Wait bukannya Navy Seal ini klo disini Kopaska ya? Klo tim Seal Six, dll baru seperti Denjaka?

    •  

      Betul tidak bisa dibandingkan apple to apple karena doktrin nya pasti ada perbedaan walaupun mungkin tidak banyak (aplikasinya Kopaska kebanyakan beroperasi di laut wlaupun berkualifikasi 4 media, sementara navy Seal beroperasi tidak hanya dilaut sesuai singkatan Sea Air, and Land. Hanya saja kalo dilihat sekilas, Kopaska kita seringkali melakukan latihan dengan Navy Seal, bahkan ada beberapa anggota Kopaska yang juga memiliki brevet Navy Seal). Dan Kurikulum Kopaska kita klo nggak salah memang mengacu ke UDT & Underwater warfare nya Navy Seal.
      Mengenai Tim Seal dengan angka (di liputan Nat Geo pernah dibahas mengenai proses rekruitmen mereka, pendidikan, basis operasi masing-masing tim Seal, hingga operasi yang mereka lakukan termasuk operasi terhadap Osama), base operasi setiap tim masing- masing berbeda dan tersebar di berbagai lokasi memang tidak bisa juga disamakan dengan satuan yg ada di TNI krna memiliki tupoksi yang berbeda.

  17.  

    Wow! Mantap…mantap…mantap!

  18.  

    Informasinya A1 oplosan seperti artis cantik korea cantik dengan operasi plastik jadi cantik oplosan.. ketahuannya pas brojol punya anak huehehehe

    Sama aja tni ketahuan aslinya pas ada konflik hehehe

    Bingung deh

  19.  

    saya tidak setuju kalo menteri susi mengadakan pembicaraan dengan navy seals tanpa mengkomunikasikan dengan panglima TNI dan juga unsur terkait. negeri ini pelan tapi pasti mampu mengamankan lautnya, kita akan menjadi kuat. kita harus tegar seperti ketika masa orde lama dulu, tetap tegar walau sebenarnya masih kekurangan alutsista. kalo kurang ya pelan2 beli lagi, asal halaman kita tidak dibersihkan orang lain. kita mampu membersihkan halaman kita sendiri

  20.  

    TNI KUAT TANPA MENTERI KOPLAK DAN AMERAKUS!!!

 Leave a Reply