Sep 042018
 

Jakartagreater.com – Turki mengincar sistem pertahanan Rudal jarak jauh sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan militer strategis pertahanan negara.

Ankara tidak akan meminta izin siapa pun untuk membeli sistem Rudal permukaan-ke-udara S-400 dari Rusia, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kepada peserta forum bisnis di ibukota Kirgistan Bishkek, dirilis Sputniknews.com, Minggu 2-9-2018.

“Kami membuat kesepakatan dengan Rusia tentang S-400. Beberapa pihak prihatin tentang ini. Maaf, tapi kami tidak akan meminta izin dari siapa pun, “kata surat kabar Milliyet mengutip kata Erdogan.

Sebelumnya, Erdogan mengatakan bahwa negara itu mengharapkan untuk menerima SAM dalam waktu dekat, meskipun ada tekanan dari AS.

Pada bulan Juli 2018, The Washington Times menulis bahwa Amerika Serikat secara resmi melarang pengiriman F-35 Joint Strike Fighter generasi kelima ke pasukan Turki, memasukkan larangan tersebut ke versi final dari cetak biru anggaran Pentagon untuk tahun fiskal yang akan datang.

Undang-undang, yang diadopsi oleh DPR dan Senat, melarang pengiriman Jet tempur multi-peran advanced ke Ankara sampai Pentagon memberikan “penilaian perubahan signifikan dalam partisipasi Turki dalam program F-35, termasuk potensi penghapusan partisipasi semacam itu. ”

Menurut The Hill, Pentagon harus melaporkan kepada Kongres dalam 90 hari tentang bagaimana penghentian partisipasi Turki dalam program F-35 dapat mempengaruhi hubungan antara Ankara dan Washington, serta rencana negara itu untuk mengakuisisi S-400 Rusia. Sebelumnya, pemimpin Pentagon, Jim Mattis mendesak anggota kongres untuk meninggalkan gagasan melarang pasokan F-35.

Pada Desember 2017, Turki mengatakan telah menandatangani perjanjian dengan Rusia untuk pengiriman 2 baterai Rudal pertahanan udara S-400 pada awal 2020. Rusia juga setuju untuk memberikan pengetahuan teknologi untuk produksi generasi baru sistem pertahanan udara Turki.

Washington dan sekutu Baratnya sangat prihatin dengan dorongan Ankara untuk membeli sistem Rudal anti-pesawat S-400 Triumph jarak jauh dengan kemampuan untuk membawa 3 jenis Rudal yang mampu menghancurkan sasaran, termasuk Rudal balistik dan jelajah, meluncur sampai 400 kilometer (248 mil) jauhnya di ketinggian hingga 30 kilometer (18,6 mil).

  11 Responses to “Soal S-400. Erdogan: Maaf, Kami Tidak Meminta Izin Siapa Pun”

  1.  

    ucapan pemimpin yg tegas dan lugas.

  2.  

    negara adidaya yg suka mendikte negara lain.
    isroil punya nuke si amer diem diem bae.

  3.  

    negara lain di buat supaya ketergantungan sama produk amer.
    hari gini msh main dikte mendikte.
    hmmmmm negara kita kmrn jg di dikte walau secara halus,spy jgn beli su 35.

  4.  

    Maaf, siapa ya? gak kenal tuh 😛

  5.  

    maju terus pantang mundur

    •  

      Missile patriots Tidak bisa dibandingkan dengan S300/400/500…
      Seandainya turki mau Beli missile patriots pun….belum tentu disetujui Oleh USA …
      Apa USA ini berharap turki bertahan dengan manpads stinger Atau mistral saja Supaya USA senang Dan Tenang …?
      Mending setelah kontrak kerjasama militer dengan Russia ditanda tangani ..
      Turki keluar saja dari NATO..

  6.  

    S-400 Triumf – Air Defence Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=q4ncll2gNps&t=8s

  7.  

    Pemimpin yg tegas dan punya prinsip itu yg diperlukan… Upss Ga perlu takut ama embargo tentunya?

  8.  

    Indo jg butuh s400… ?

    •  

      Berharap setelah kerjasama militer dengan Russia untuk S300/400/500 Dan produksi sukhoi 57….
      Turki keluar dari NATO…
      Sejujur nya kehadiran turki tidak Pernah diharapkan di NATO…
      Mending turki keluar saja ..

  9.  

    Wkwkwk… lagi mangkel sama amrik akibat pajak impor tinggi

 Leave a Reply