Agu 242018
 

Sosna-R, sistem rudal anti pesawat jarak dekat buatan Rusia © Bao Dat Viet

JakartaGreater.com – Dalam rangka forum militer “Army 2018”, produsen pertahanan asal RUsia, KBtochmash telah menghadirkan sistem rudal permukaan-ke-udara jarak dekat, Sosna, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Menurut perwakilan dari KBtochmash, jangkauan rudal permukaan-ke-udara jarak dekat Sosna adalah salah satu keunggulan dari unit ini, ia memiliki banyak keunggulan seperti mobilitas dan otomatisasi tinggi, mampu bekerja dengan baik dalam segala hal. Ini tidak dibatasi oleh jangkauan minimum dan sangat kebal terhadap “jammer”.

Unit Tempur Udara alias Air Combat Unit Sosna Rusia mempergunakan rudal pencegat 9M317 Sosna-R, yang dipandu melalui pancaran sinar laser yang dipancarkan dari array fotovoltaik yang dipasang pada platform berputar. Sasarannya adalah pesawat yang terbang rendah, termasuk helikopter, hingga rudal jelajah dan pesawat tempur.

Sosna-R, sistem rudal anti pesawat jarak dekat buatan Rusia dalam forum “Army 2018” © Bao Dat Viet

Keistimewaan lain dari Sosna adalah itu dapat menembak selagi bergerak dan berenang melewati rintangan air untuk mengikuti pergerakan pasukan dari divisi bermotor, serta melindungi sasaran di darat dan menangkal target yang bermanuver.

Sistem Sosna ini dapat digunakan secara terpisah atau dalam kombinasi dengan jaringan pertahanan udara berlapis-lapis. Dengan jangkauan hingga 10 km, Sosna diidentifikasi sebagai pengganti untuk unit 9K35 Strela-10 yang telah menua, di samping potensi untuk modernisasi armada Sosna.

Tidak hanya untuk melengkapi persenjataan Angkatan Darat Rusia, KBtochmash bahkan telah mengumumkan bahwa mereka telah mempromosikan penjualan rudal anti-pesawat tersebut ke negara ASEAN, terutama untuk menggantikan Strela-10.

Bagikan:

  8 Responses to “Sosna Akan Diekspor ke Pelanggan Asia Tenggara”

  1.  

    Nah ini mungkin bisa dijadikan salah satu inventaris pasukan Marinir TNI AL

    •  

      Mau tanya bang. Ini salah satu alutsista yg di coba rusia di suriah apa ga ? Trs klu bnr hsl nya gmn ? Saya sih krg yakin klu cm berdasarkan cakap sales nya. Hal ini saya dapat kan setelah lama baca komen disini. Cakap sales semua produknya ga ada lemah nya, klu ada kejadian yg salah pasti faktor human error, cuaca dll selain masalah produknya.

  2.  

    Selamat pagi IndONEsia..

  3.  

    Mana gatling-nya? 2 X 7 barel saja 25mm, 3.500 peluru per menit sudah cukup kok

  4.  

    pelanggan pertama kl bis adalah indonesia

  5.  

    jaman now, pake gutling….haha..bisa kelamaan di reloadnya.

    kaya si pasir yg lagi reload malah kena hantam drone.

    makannya amunisi fuze on muzzle dan ketika sampai tujuan mengeluarkan srapnel. lebih disukai dijaman now.

  6.  

    Indonesia wajib borong krn itu barang rusia monceeerrr

 Leave a Reply