Feb 182019
 

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, hari Kamis menghadiri pertemuan para menteri pertahanan NATO yang diadakan pada markas besarnya, seperti dilansir dari rilis pers Kemhan Spanyol.

Dalam penampilan publiknya pada akhir pertemuan itu, Margarita Robles menyoroti aspek paling penting dari apa yang telah menjadi acara utama pada hari itu, yakni penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk bergabung dalam Future Combat Air System atau FCAS.

Menteri Pertahanan juga menekankan bahwa “Spanyol bergabung dengan proyek ini dengan persyaratan yang setara dengan Prancis dan Jerman”, yang mana akan memberikan visibilitas kepemimpinan pada Spanyol dalam kebijakan Keamanan dan Pertahanan Eropa.

Selain itu, Robles menekankan pentingnya proyek ini untuk modernisasi Angkatan Bersenjata dan, khususnya untuk Angkatan Udara Spanyol, serta dorongan untuk pengembangan industri pertahanan di dalam negeri.

Desan jet tempur generasi keenam FCAS dari © Airbus Defense System

Sekretaris Negara untuk Pertahanan (SEDEF), Ángel Olivares yang juga menemani Menteri Pertahanan selama penampilannya, menyoroti pentingnya sejarah hari ini, baik untuk apa artinya bagi Uni Eropa dan hubungannya dengan NATO, dan tanpa melupakan signifikansi industri dan teknologinya.

SEDEF juga telah membandingkan manfaat dari proyek ini dengan apa yang pada zamannya melibatkan partisipasi industri Spanyol dalam program Eurofighter.

MENTERI NATO

Pertemuan ini telah membahas masalah-masalah yang sangat rumit, seperti status perjanjian senjata nuklir jarak menengah atau INF. Perjanjian yang tidak terpenuhi oleh Rusia dan Amerika Serikat dalam bertahun-tahun dimana situasinya kini telah menyebabkan penolakannya, yang disetujui oleh Amerika Serikat dengan negara-negara Aliansi, pada 2 Februari.

Posisi tentang Pencegahan dan Pertahanan, distribusi investasi beserta komitmen pertahanan, dan operasi militer yang dipertahankan oleh aliansi NATO, sekarang telah berada dalam tabel debat para menteri pertahanan.

Demikian juga, telah ada perdebatan tentang inisiatif Pertahanan Eropa, sebuah pertemuan di mana Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Keamanan dan Pertahanan, Federica Mogherini juga hadir.

Sebuah desain Future Combat Air System (FCAS) dari Dassault Aviation Prancis. © Tiraden via Wikimedia Commons

PROGRAM FCAS

Program ini, yang dikembangkan atas prakarsa Jerman serta Prancis, menambah Spanyol sebagai mitra ketiga hingga tahun 2040, tanggal di mana itu diharapkan mulai memperbarui pesawat tempur saat ini yang membentuk kekuatan udara dari ketiga negara.

Fitur yang membedakan konsorsium ini dari program aeronautika sebelumnya yaitu niat untuk merancang dan juga membangun tidak hanya pesawat tempur, tetapi seluruh sistem aeronautika terintegrasi yang mampu beroperasi bersama dalam skenario apa pun.

Kementerian Pertahanan membuat komitmen yang jelas untuk memberikan peluang berkualitas kepada industri pertahanan Spanyol, sehingga ikut berpartisipasi dalam program ini akan memungkinkan mempertahankan basis yang kuat dalam industri penerbangan Spanyol, yang akan berkontribusi pada penciptaan kualifikasi tinggi dan nilai tambah.