Jun 112019
 

Yekaterinburg – Jakartagreater.com – Spesialis peperangan elektronik dari Distrik Militer Pusat Rusia menguji metode baru dalam melakukan jamming terhadap pesawat musuh dengan menggunakan tiga jenis sistem penanggulangan elektronik berbasis darat, ujar kantor pers Distrik melaporkan pada hari Senin, 10/6/2019, dirilis TASS.

“Selama percobaan di di areal latihan Sverdlovsk dan Chebarkul, prajurit menggunakan sistem Borisoglebsk [langkah-langkah balasan elektronik] untuk melakukan pengintaian radio-elektronik. Dengan menembus saluran kontrol sistem komunikasi musuh, mereka menciptakan gangguan terhadap radio komunikasi musuh yang dioperasikan di darat dan udara”, kata pernyataan itu.

“Tim-tim dari sistem Krasukha [penanggulangan elektronik] menekan sinyal radar yang terpasang di pesawat dan juga saluran radio untuk mengendalikan kendaraan udara tak berawak. Aktivasi perangkat keras Zhitel memungkinkan untuk mematikan peralatan komunikasi satelit , navigasi dan sistem komunikasi seluler dalam radius 30 km”, ujar pernyataan itu.

Metode baru ini memungkinkan spesialis peperangan elektronik untuk menciptakan ruang “hampa” yang terlindung dari dampak drone, radar di udara, amunisi peledak yang dikendalikan oleh radio, dan rudal jelajah, ujar kantor pers Distrik menjelaskan.

Latihan melibatkan sekitar 500 prajurit, ujar kantor pers Distrik yang diterima TASS.

“Eksperimen itu melibatkan kendaraan udara tak berawak, sistem komunikasi, amunisi tiruan dan pesawat terbang,” kata kantor pers tersebut.

 Posted by on Juni 11, 2019

  3 Responses to “Spesialis Peperangan Elektronik Rusia Uji Metode Jamming Baru”

  1.  

    Semakin sulit ditembus pesawat tempur maupun rudal musuh. Yang sono makin frustasi aja. Mbah gatol tambah ikut pusing jg…..xicixicixicixi

  2.  

    cucooooook

  3.  

    Jaman wis edan, perang wis gawe metode jamming, lha TNI an litbangnya apa sudah belajar? jangan sampe ketinggalan sama tetangga sebelah…