Oct 222018
 

Sistem rudal pertahanan udara S-300 buatan Rusia © Kemhan Rusia via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Spesialis Rusia melakukan setting ulang sistem rudal pertahanan udara S-300PM yang dikirimkan ke Suriah sesuai kompleks S-300PMU-2 ‘Favorit’ untuk pengoperasian lokal di Suriah, menurut sumber militer dan diplomatik yang dilansir dari laman TASS pada hari Jumat.

“Pada bulan Oktober, tiga batalyon sistem S-300PM beserta amunisinya di kirimkan ke Suriah. Termasuk pos komando resimen juga dibawa. Seluruh perangkat keras menjadi bagian dari peralatan S-300PM, kecuali pengintai dan radar deteksi target udara dari pos komando resimen, yang merupakan bagian dari S-300PM-2”, kata sumber itu.

Melanjutkan bahwa para spesialis teknis dari perusahaan pertahanan Rusia yang datang kemudian mulai bekerja untuk melengkapi kembali S-300PM ke sistem S-300-PMU-2. Pekerjaan ini sebagian besar berhubungan dengan mengganti kode huruf dan frekuensi interogator darat berbahasa Rusia dengan kode frekuensi radar versi Suriah jelas sumber tersebut.

“Para spesialis Rusia akan menyelesaikan pekerjaan mereka pada akhir Oktober, setelah itu mereka akan kembali ke rumah”, kata sumber itu.

Perjanjian untuk mengirimkan sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh S-300 ke Suriah sebelumnya ditandatangani pada tahun 2010 tetapi kemudian ditunda. Hingga 24 September 2018, setelah hilangnya pesawat pengintai Il-20 Rusia di Suriah,

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengatakan bahwa Rusia akan mentransfer sistem S-300 ke angkatan bersenjata Suriah agar meningkatkan potensi tempur mereka. Pada tanggal 2 Oktober, Shoigu mengatakan pada Putin bahwa S-300 telah dikerahkan ke Suriah.

  6 Responses to “Spesialis Rusia Seting Ulang Sistem S-300PM-2 Suriah”

  1.  

    gagal komen

  2.  

    Kelanjutanya,kawasan suriah akan tetep jadi ajang ujicoba”peralatan militer”.

  3.  

    Deteksi target menggunakan sistem radar S300, tapi menghajar target cukup dengan rudal S200 pasti luar biasa

  4.  

    wilayah suriah tetap akan menjadi ajang uji coba alat tempur bikinan amerika melalui israel

  5.  

    patut di coba.

  6.  

    S-300 Long Range Surface to Air Defence Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=Nrtm1dKjrAo

 Leave a Reply