Mar 262016
 

Srikandi Indonesia 2016 tak lain adalah Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti. Mendengar ada kapal coast guard Tiongkok yang menghalangi kapal KKP dalam menangkap kapal pencuri ikan, Menteri Susi pun langsung meradang. Hari itu, Minggu 20/3/2016 di kala semua instansi sedang libur weekend, dia langsung menggelar konferensi pers di rumahnya, ditemani Wakil KSAL Lakdya Arie Henrycus Sembiring.

Susi Pudjiastuti geram, lantaran kapal coast guard Tiongkok menabrak kapal ikan Tiongkok yang sedang ditarik KKP ke daratan. Kapal itu ditarik KKP, karena terbukti melakukan pencurian ikan di ZEE Indonesia. Karena ukuran kapal coast guard Tiongkok 10 kali lebih besar dari kapal KKP, disertai senjata meriam kapal, petugas KKP memutuskan, untuk melepas kapal ikan Tiongkok tersebut.

Dalam konferensi persnya, Susi mengatakan Indonesia akan melayangkan nota protes ke Tiongkok. Esok harinya, Menteri Luar Negeri Retna Marsudi, melayangkan surat protes tersebut.

Di hari-hari berikutnya kasus terus bergulir. Menkopolhukam bersama kementerian terkait menggelar pertemuan dan keterangan pers, terkait sikap Indonesia atas tindakan kapal Tiongkok yang memasuki perairan Indonesia. Menkopolhukam Luhut Pandjaitan mengatakan, Indonesia tidak akan mengorbankan kedaulatannya demi menjaga hubungan baik dengan Tiongkok. Dia juga meminta kapal kapal ikan Tiongkok menjauh dari ZEE Indonesia di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Kasus pelanggaran wilayah oleh Tiongkok di Laut Natuna, bukan hal yang baru. Kasus serupa terjadi pula di masa pemerintahan terdahulu, namun, kala itu pemerintah memilih lebih berdiam diri.

Kini setelah layangan surat protes Indonesia ke Tiongkok, terungkap sudah, bahwa Tiongkok menganggap Laut Natuna merupakan Traditional Fishing Zone mereka. Dalam suratnya, Tiongkok mengatakan, nelayan mereka mencari ikan di wilayah perairan Tiongkok.

Menteri Susi Pudjiastuti, telah membuka kotak Pandora. Kita semua akhirnya tahu, bahwa Tiongkok menganggap Laut Natuna sebagai wilayah mereka. Perkataan manis dalam hubungan diplomasi selama ini, ternyata hanya strategi di atas kertas semata. Surat yang dilayangkan pemerintah Tiongkok, menunjukkan, Pemerintah Tiongkok tidak menghargai Indonesia. Suatu perilaku yang jauh dari pengertian teman atau sahabat.

Bagaimana bisa, negara Tiongkok yang jauh di belahan dunia sana, mengakui Laut Natuna sebagai wilayah mereka. Karena pemerintah Tiongkok kesulitan mencari justifikasinya, mereka keluarkan istilah Traditional Fishing Ground, mengacu pada hikayat, dongeng atau gosip ratusan tahun yang lalu. Traditional Fishing Ground yang diklaim pemerintah Tiongkok, maknanya sejajar dengan kata : Naga. Sebuah hikayat, dongeng, gosip dari ratusan tahun silam, yang tidak bisa dilacak jejaknya di muka bumi ini. Tiongkok memang hobby membuat hikayat seperti hikayat Naga yang bisa terbang dan mulutnya menyemburkan api. Kini hikayat Traditional Fishing Ground mereka ciptakan di Laut China Selatan.

Menteri Susi Pudjiastuti, salut dengan tindakan Argentina

Menteri Susi Pudjiastuti, salut dengan tindakan Argentina

Kita sekarang sedang menunggu penjelasan pemerintah Tiongkok tentang Traditional Fishing Zone, suatu terminologi yang sudah disurati dan sedang ditanyakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Pemerintah Tiongkok. Istilah tersebut juga tidak diakui dunia internasional. Namun, tentu bisa ditebak, pemerintah Tiongkok akan punya jawabannya, terlepas masuk akal atau tidak, yang penting menjawab.

Menteri Susi Pudjiastuti tidak mau terjebak dalam permainan semantik tersebut. Dia langsung melakukan aksi dengan memerintahkan Kapal KKP SKIPI berukuran besar (60 meter), segera merapat ke Laut Natuna, Kepulauan Riau, untuk menjaga laut Indonesia, dari tindakan pencurian Ikan. Biarlah para diplomat melakukan pekerjannya, pikir Susi. Susi Pudjiastuti juga meminta kepada TNI AL untuk mengirim kapal berukuran besar ke Laut Natuna. “Jangan dikirim yang segede upil”, ujar Susi dalam kesempatan silam.

Pemerintah melalui Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan dan TNI AL, menyatakan komitmennya untuk menjaga Laut Natuna dari aksi penjarahan para pencuri ikan asing. (JKGR).

(Episode I)

Berbagi

  46 Responses to “Srikandi Indonesia dan Hikayat Traditional Fishing Zone”

  1.  

    akal2an orang tiongkok aja, jaman beye kan dibiarin

    •  

      jaman mbah harto..lek habib, mbah gus dur ma mbak mega juga dibiarin koq…cuman sekarang lagi fokus maritim…jadi semua perbatasan harus di jaga ( walaupun ane kasang nggak sreg ma keputusan2 pemerintah sekarang bro…) ,tapi untuk pemgawasan maritimnya boleh diacungin jempol..mantap…tingkatkan

    •  

      Mana ada ‘Maling’ yg mau ngaku kalo nggak di pangkong dulu ‘Kepala nya’…

    •  

      Sungguh saya tidak suka komen anda .Kita harus bisa membedakan ,etnis China yang sudah jadi WNI dengan CHINA DARATAN. Pemikiran yang seperti anda yang membuat etnis China sulit bedadaptasi dengan suku lain. Jangan lupa Islam di Nusantara ini juga di kembangkan oleh etnis CHINA seperti para WALI ,hanya satu wali tanah jawa yang beretnis Jawa. Berapa banyak juga mereka yang ikut perang kemerdekaan baik sebagai prajurit maupun pedagang yang membantu jalur distribusi ke luar negeri saat Indonesia di blokade Belanda.

      Coba anda tanya etnis SINGAPURE sebagai penduduk Singapure pasti membela Singapure jika ada perang dengan China daratan . Dimana bumi di pijak disana langit di junjung .Kwik kian Ge ,sangat nasionalis, Jaya suprana,dll bisa membuktikan analis anda salah besar.

      •  

        itulah kerjaan cina memalsukan sejarah, iya deh seluruh wali itu cina semua cuma satu yang gak, tapi ada satu yang aneh kok bahasa cina tidak dijadikan sebagai bahasa penyebaran islam di nusantara? yang dipakai justru bahasa melayu dan jawa?

      •  

        Komerat parewa anda ngigau klu bicara wali keturunan cina..ngak ada silsilahnya bung.dr mana anda bisa ngeclaim spt itu.jgn samakan claim tiongkok ke natuna berdasarkan dongeng dgn claim anda ttg wali songo
        LUCU bangun dr tidur bung

    •  

      anda memang cerdas sugih, malah ada tuh satu yang namanya ambalat2 itu, sok nasionalis padahal tujuannya mengadu domba orang indonesia dengan malaysia, tapi ketika isu cina maling ikan ini dia ngelepir…

    •  

      naga terbang , jet lee terbang , tendangan tanpa bayangan , kungfu hebat china , peralatan tempur hebat .. semua tiruan senjata rusia dan semuanya menggertak ..
      kalo jagoan2 kungfu china hebat busa tendangan tanpa bayangan bisalah mereka menang di UFC .. ga ada pendekar cina disana ga ada petinju chin juara .. malah petarung2 jepang yg sering muncul
      semuanya gertakan dan dibesar besarkan ..
      diakui penduduknya banyak , ekonomi hebat tapi kemampuan sama saja .. lawan bu susi kami mendukung

  2.  

    hikayat sang pelaut dari susi air

    •  

      Bu susi top markotop
      Segera pesan ke pt pal, buat kapal markas kkp untuk brantas ilegal fisihing yg merugikan bagi nelayan, jika target bandel kandaskan di tempat

      Bravo Bu susi…

      •  

        iya sih ilegal fishing itu kudu tetep ditegakkan ,,tapi ada yg tau kondisi nelayan dalam negeri ? disaat susi air ngurusin ilegal fishing di perbatasan ,banyak nelayan dalam negeri malah ngga bisa melaut ..tau karena apa ??? perijinan melaut yang sekarang tarik ulur kaya maen layangan ..banyak nelayan dalam negeri yg ngga bisa melaut lebih dari 2 bulan gara2 perijinan ngga kelar2 …bagus sih ilegal fishing diurusin ,,tapi ya mau makan apa nelayan dalam negeri kalo kaya gini terus

        •  

          he..he… gua sih merasa susi ini menteri yang gak beres juga, tidak memikirkan nasib nelayan malah lebih memikirkan bisnis ikannya sendiri, tapi untuk isu yang satu ini saya dukung full dia.

  3.  

    hajar cina

  4.  

    Kita nggak butuh penjelasan China, kalau mereka masuk ZEE kita, langsung tangkap. Beres dah….

  5.  

    Lanjtkan bu rakyat mendukung

  6.  

    Benar benar mantaf kbijakan bususi.

  7.  

    Mantap Menteri K?P kita

  8.  

    Lanjutkan Bu! Panglima TNI, MENHAKAM & MENKOPOLKAM kalau memang ada strategi yang tak perlu dibuka ke publik lanjutkan! Kami butuh sebuah hasil yang nyata terlaksana di Natuna dan”natuna2″ yang lain. Kami memahami bahwa luas area yang di “cover” oleh lembaga hankam besar, kami memahami bahwa anggaran pertahanan kita belum memadai, dan harus diakui bahwa terlalu lama kita berpuasa. Tapi kami percaya kalian bisa memberikan solusi yang terbaik bagi kedaulatan, keutuhan dan kehormatan ibu kita -NKRI.
    Pak Menkeu, Bappenas dan Menkoekuin tolong perlancar arah penguatan otot Petugas Penjaga Marwah Negara kita.
    Salam Satu Indonesia!

  9.  

    Biarkan diplomat menjalankan tugas nya…
    Kkp menjalankan tugas nya….
    Dan sea rider menjalankan tugas nya…
    Salam PING……
    Hehehebe

    •  

      Biasa aja Kaleeeee’… Ngak usah ping2an…

      •  

        @ndolon

        Maksete bung arumanis tu…tiap kali ketahuan lg kapal coast guard cina menerobos ZEE, lambung kapalnya “di-PING” alias diberi tanda silang biar ketauan berapa kali ngelanggar xixixixixixixi

        Lha wong kapal coast guard nggak dipasangi sonar anti kapal selam,,,biar mau di-PING sampe jebol sonare, nggak bakalan denger mereka

  10.  

    tuby tukinyut,,,

  11.  

    https://www.youtube.com/watch?v=8kABbX30QDc

    di akhir episode kok pelurunya bisa mantul mantul yaaa….

  12.  

    saran saya sih bu, kapal jangan di ledakin, disita dan dikasigkan ke nelayan Indonesia aja….

  13.  

    Semoga ada proyek yang diberikan oleh pemerintah kepada rusia di pulau belitung, supaya memantik rusia untuk memasang badan jika terjadi pergesekan di natuna

  14.  

    [email protected] itu mah hikayat tv rusak yang punyanya amburadoel bakar yg slogannya kami memang becak jadi bukan tv . wew dasar amburadoel

  15.  

    Lebih terlihat PRESTASI & KEBERANIAN serta NASIONALISnya nich bu Susi walau bapaknya bkn PENDIRI BANGSA seperti yg sering didengungkan ibu ‘pemilik’ partai…:)

  16.  

    itu jin berdagu panjang, penunggu beringin tua, kakinya berlumpur, penggemar swingers party, yang lagi jatuh dari puncak orang terkaya.

  17.  

    Ok..lah kalau begitu….majuuuuuuuuuuuu..

  18.  

    Ganti nama LAUT CHINA SELATAN menjadi LAUT ASIA TENGGARA.

  19.  

    pasti datang lagi tuh nelayan tiongkok, perkuat pertahanan. salut buat kkp yang sudah mencoba menangkap.. bikin kapal besar yang mempunyai senjata lengkap untuk melindungi KKP, kesian dong sudah berani tp tidak di lindungi keselamatannya.

  20.  

    Bravoo Mekopolhukam Ibu Susi Pudjiastuti.. upsss.. salah yaaa.. hihi..
    #Lanjut dan tingkatkan bu.. !!!

  21.  

    Bikin kapal nelayan yg modern minimal 10 bh ukuran min 40 mtr . dilengkapi radar yg bagus ama alkom modern. Tugas nya pura2 nyari ikan di perbatasan….

  22.  

    Pak Jokowi kelihatannya harus segera menanda tangani rencana TNI untuk membangun KOGABWILHAN. Dimulai dari Natuna saja dahulu. Kogabwilhan lainnya belakangan saja.
    Pak Menhankam, kalau beli alutsista jangan kosongan dong. Lengkapi persenjataannya. Sedikit tapi mampu menggigit. Bagaimana mau menjadi efek penggentar kalau beli barang kosongan gitu.

  23.  

    yg jelas dari kecil trus sekolah trus berkeluarga trus jadi pengusaha trus bahkan sampai jadi menteri pun … bu Susi gak punya dan gak pake biaya sponsor … jadi gak punya beban & bebas berkarya buat bangsa dan negara.

  24.  

    Mari susi mari kita dukung . Jangan berjuang sendiri..

  25.  

    kkp jaman sekarang lebih bergigi ketimbang jaman beye cuma peresmian aja

  26.  

    Bukan main deh, bu Susi.. Masalah nelayan, perikanan, hukum kelautan, penegakan hukum di laut, teritorial, perbatasan, sampai kedaulatan, diborong abis sama, bu susi.

    oiya bu, kalo ketemu presiden china, tolong bisikin di kupingnya. ” Pak, nenek moyangku seorang pelaut loh”…

  27.  

    Bravo bu menteri…jujur,berani,tegas

  28.  

    Kembali ke UUD 1945

  29.  

    Long live bu susi.semoga engkau bertambah rejekinya dan sehat selalu
    Aminn

    Ya Tuhanku.perbanyaklah org yg seperti bu susi.yg selalu menjaga tanah airnya dan tdk pernah berkhianat thdp bangsa ini
    Aminn

 Leave a Reply