Feb 152020
 

Jakartagreater.com – ST Engineering meluncurkan sebuah model kapal LPD Endurance 170 di Singapore Airshow 2020. Kapal LPD dengan landasan dek yang panjang ini dikembangkan sebagai tanggapan terhadap permintaan pasar luar negeri, lansir Jane’s.

Berbicara kepada Jane di Singapore Airshow 2020, seorang wakil senior perusahaan, yang tidak disebutkan namanya menyatakan, kapal LPD sepanjamg 170 meter itu dibangun sebagai tanggapan terhadap potensi kontes di luar negeri.

“Endurance 170 dikembangkan dari produk Endurance 160 kami yang ada, dan itu dilakukan untuk memenuhi spesifikasi yang diinginkan oleh calon pelanggan”, kata perwakilan perusahaan, dan tidak mengungkapkan rincian tentang negara pembeli potensial.

Perwakilan tersebut juga meremehkan koneksi yang tampaknya telah dibuat antara kapal LPD Endurance 170, dan program kapal Joint Multi Mission Ship (JMMS) Singapura yang akan datang.

“Belum ada diskusi antara DSTA (Defence Science and Technology Agency) dan ST Engineering pada proyek JMSS pada saat ini, dan saya tidak mengetahui adanya rencana untuk melakukannya pada saat ini”, ia menegaskan.

Pemerintah Singapura pertama kali mengumumkan pada 2014 yang akan mengganti armada Republic of Singapore Navy’s (RSN) dengan empat kapal LPD Endurance class dengan jumlah platform JMMS yang tidak ditentukan.

Pengumuman lebih lanjut pada tahun 2019 dan awal 2020, yang mengkonfirmasi rencana Singapura untuk mendapatkan pesawat tempur F-35B yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal (STOVL), yang dapat meningkatkan harapan bahwa JMMS akan menjadi platform kapal induk .

LPD Endurance 170 memiliki beam keseluruhan 30,8 m, draft 6,6 m dan berbobot 19.000 ton. Kapal memiliki kecepatan tertinggi 20 knot, dan jangkauan 7.000 mil laut pada kecepatan 15 knot.

 Posted by on Februari 15, 2020

  3 Responses to “ST Engineering Luncurkan Desain LPD Sepanjang 170 Meter”

  1.  

    LPD atau LHD…
    dari mock up yg ada lebih mirip
    Landing Helicopter Dock (LHD).

  2.  

    Kasihan Singapura ya terpaksa buat LHD khusus dipersiapkan untuk pangkalan F35 nya masa mau disimpan di Australia pula kejauhan, bukankah pespur mereka sebenarnya juga sudah sering berlatih dan numpang parkir di Lanud Roesmin Nuryadin Pekanbaru Riau, manfaatkan saja itu tak apa cukup jangan sekali sekali musuhi saudara tua Indonesia kalau mau jadi provinsi khusus juga kita masih terbuka bukankah Tumasik masih masuk wilayah kedaulatan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya