Nov 282013
 
Situasi penjagaan di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Dok-ANTARA/Andika Wahyu

Situasi penjagaan di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.  Dok-ANTARA/Andika Wahyu

Jakarta – Anggota Koramil Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Serka Wendy tewas ditembak di bagian kepala dan hingga saat ini pelaku penembakan masih belum diketahui.

“Benar, ditembak saat berada di pasar,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul saat dihubungi detikcom, Kamis (28/11/2013).¬†Kapuspen TNI menuturkan, kejadian berlangsung pada pukul 10.00 WIT. Peluru mengenai pipi kiri dan menembus mata kirinya.

Hingga saat ini, pelaku penembakan masih dalam pengejaran. “TNI dan Polri masih mengejar pelaku,” ujar Laksamana Muda Iskandar Sitompul. (Detik.com)

  11 Responses to “Stop Press: Prajurit TNI Tewas Ditembak di Puncak Jaya”

  1. Perlu ketegasan, buru dan basmi OPM sampai habis. Jangan sampai tentara kita ditembaki tanpa balasan, satu TNI mati harus ada 10 OPM yang mati. HAM ala US dan AUS ke laut saja.

    Di saat bersamaan basmi juga pejabat2 korup di Papua, mereka yg putra asli dengan mental maling sikat saja. jangan berkutat kesukuan karena yang penting bagi seorang pemimpin adalah mampu dan jujur. Kembalikan kekayaan alam Papua demi sebesar besarnya kemakmuran rakyat sana, jangan sampai cuma dikeruk perusahaan asing dan membuat rakyat hanya jadi penonton. USA ini mengeruk kekayaan Papua dengan serakah namun menekan Indonesia masalah HAM, benar2 standard ganda

  2. ikut berduka………..tapi langkah pemerintah sdh baik, tinggal papua dippecah jadi 2 prop lagi, tambahi teritorial dan in tiljen, tingkatkan dengan cepat kegiatan ekonomi masyarakat hanya itu jawabannya
    dan tni dan masyarakat harus sadar hal seperti ini berpeluang terjadi terus

  3. pada kemana ya kambing2 ham kok nggak berkicau juga. lebih baik bubarkan saja itu corong kepentingan asing.

  4. sdh terlalu byk prajurit tni/polri yg gugur sia2 tanpa ada penyelesaian yg jelas,ada konflik kepentingan yg ikut bermain sehingga ada kerancuan dilapangan,dulu penanganan separatis di papua dlm kendali tni,tp skrg polri mengambil alih kendalinya..di mata tni tindakan separatis yg merongrong keutuhan nkri adalah kewenangannya utk menindak krn masuk dlm kategori mempertahankan keutuhan/kedaulatan nkri..disisi lain polri memandang tindakan separatis dr kacamata penegakan hukum adalah tindahan teror,dan polri merasa ini ranah mereka dan sesuai dgn yg tercantum dalam uu anti terorisme,atas dasar hukum pula polri merasa lebih berwenang dlm pengamanan objek2 vital di papua..peran tni di kebiri!
    dgn tumpang tindih kewenangan seperti ini,baik tni maupun polri tdk akan bs maksimal pergerakannya dilapangan..saya pribadi lbh cenderung kpd tni yg pegang kewenangan penuh utk menangani gangguan keamanan dr gerakan separatis papua,mengingat strategi tempur separatis yg mengarah ke hit and run,maka tni lah yg lbh memiliki kemempuan utk mengcounter nya..tp tni tetap butuh payung hukum yg jelas agar pergerakan mereka di lapangan bs maksimal!

  5. turut berduka.
    HAM…???tolong bedakan pelanggaran ham itu untuk siapa..?klw pelanggaran dilakukan pada orang yang menumpas pengacau nkri apa bs dikatakan sebuah pelanggaran HAM…?HAM di indonesia hanya dijadikan alat dan tujuan.
    “Perkuat alutsista.biar ketegasan kita tidak terkendala”

  6. kirim aja de***s 88 kesana…
    jangan beraninya maen di pusat kota aja…

  7. sekalian kameramen tv,buat ngrekam aksi heroik mereka numpas opm..(sblm nya siapkan dl lokasinya,trus taruh beberapa senjata dan bom buat brg bukti)

  8. setuju 3000%

  9. Tertembak senjata sendiri saat sedang dibersihkan……haddeehhh!

 Leave a Reply