Apr 212018
 

Kapal ASW Armada Pasifik, Angkatan Laut Rusia meluncurkan rudal © Russian MoD

JakartaGreater.com – Amerika Serikat telah mengamati Rusia dan Cina mengoperasikan rudal hipersonik, menurut pimpinan STRATCOM (Komando Strategis) AS yakni Jenderal John Hyten kepada wartawan, yang dilansir dari laman New York Times.

“Kami mengobservasi Rusia dan juga China dalam mengoperasikan rudal hipersonik”, kata Hyten pada hari Selasa. “Kami telah mengamati mereka menguji kemampuan hipersonik”.

Sebelumnya, Jenderal John Hyten dalam kesaksiannya di Komite Angkatan Bersenjata Senat AS mengakui bahwa di gudang senjata AS saat ini, tidak ada apa pun yang bisa menghentikan senjata hipersonik baru Rusia.

Menurut media lokal, Presiden Trump telah menyuarakan keprihatinan dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin soal pidato tandingan pemerintah Rusia tentang penciptaan dan penyebaran rudal jelajah ultra-jauh dan torpedo nuklir yang mampu mengalahkan semua sistem pertahanan strategis AS.

Jenderal John Hyten kepada wartawan pada hari Selasa juga berkata bahwa Amerika Serikat dan Rusia membutuhkan untuk lebih sering dialog termasuk ditingkat strategis, serta dialog antar militer.

“Saya akan selalu mendukung lebih banyak dialog dengan musuh potensial kita. Saya ingin lebih banyak dialog di tingkat strategis dengan Rusia dan China”, kata Hyten. “Saya terus mengadvokasi Departemen Luar Negeri untuk berdialog, saya mengadvokasi pemerintahan, saya mengadvokasi dialog antar militer dari para petinggi militer negara kita termasuk saya sendiri.”

Namun, komandan STRATCOM mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak diragukan lagi harus mengerahkan sistem pertahanan luar angkasa demi melawan sistem ofensif yang dilancarkan musuh negara.

“Tidak ada keraguan di benak saya bahwa kita harus mengerahkan sistem antrean pertahanan defensif karena lawan kami membangun sistem ruang kontra ofensif dan kami harus mempertahankan diri,” kata Hyten.

Hyten juga mengatakan bahwa Amerika Serikat “akan membuat keputusan tentang apa yang haris dilakukan untuk menantang kemampuan ruang angkasai yang lain.”

Bagikan :

  15 Responses to “STRATCOM AS Observasi Rudal Hipersonik Baru Rusia dan China”

  1.  

    Wow..you feel worry…general?

  2.  

    dengar2 dari interfax,,, drone amrik global hawk, berangkat dr italia, terbang diatas murmask, rusia utara…dan balik lagi ke itali setelah 30 jam berada di udara.

  3.  

    Punya rudal yakhont tapi cuma 4 biji, dua kali tes ujicoba sisa 2 biji kwalitas oke kuantitas ketengan efeknya dmn? Di tangkal RIM dan planax rontok semua.

    https://www.flickr.com/photos/jakartagreatercom/7194929704/in/photostream

    Malon Angkatan Laut Malaysia Akuisi Naval Strike Missile Senilai Rp2 Triliun, indo kalah jauh…..

    https://mobile.navaltoday.com/2018/04/18/kongsberg-gets-153m-contract-for-malaysian-navy-lcs-naval-strike-missile/

  4.  

    Akhirnya usa yg mengikuti tumbennnnn biasanya pelopor,trus rusia-tiongkok sekrg diam2 sdang buat anti satelit buat dibutakan satelit tsb

  5.  

    Lama2 5 dewa perang melanggar perjanjian untuk tdk mempersenjatai Satelit militer sebagai antidot persenjataan anti Satelit, negara2 lemah lainnya bakal jd Inferiror dibawah tekanan mereka!he3

 Leave a Reply