Dec 162014
 
F-15Israel

F-15Israel

Tanggal 7 Desember 2014, angkatan udara Israel melakukan serangkaian serangan membelah wilayah udara Suriah. Serangan itu tidaklah umum dilakukan Israel ke Suriah dan Lebanon. Israel biasanya menyerang konvoi yang membawa senjata ke pihak Hizbullah di Lebanon atau menyerang untuk memperlemah pasukan rezim Suriah di barat daya Suriah.

Tetapi serangan 7 Desember menjadi serangan yang unik dengan strategi yang cukup berani. Salah satunya, sebagian besar serangan udara tertangkap kamera. Dan dari bukti video dan fotografi terungkap beberapa taktik Israel yang sangat menarik.

Jika menyimak gambar dan video serangan tersebut terlihat bahwa serangan dilakukan oleh sedikitnya empat jet tempur F-15 Israel. Empat jet itu dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing tim dengan dua pesawat.

Pesawat masuk ke wilayah udara Suriah pada pukul 16.00 waktu setempat dari arah Lebanon terbang menuju timur menuju Damaskus dengan terbang sangat tinggi dan kecepatan tinggi.

Formasi pesawat sangat lebar. Bukan hanya antar tim, tetapi antar pesawat dalam satu tim juga mengambil jarak yang jauh. Dan ini memang strategi dalam serangan itu.

Jet Israel hampir pasti menggunakan jamming elektronik untuk mencegah radar pertahanan udara Suriah bisa melacak mereka, ketika jarak masih jauh. Sistem pertahanan udara buatan Rusia, yang dimiliki Suriah sudah memiliki cara-cara untuk melawan jamming canggih.

Tetapi dengan tidak adanya radar pasif dan jaringan pertahanan udara terpadu, sistem Suriah mungkin masih melacak azimuth dan elevasi sinyal jamming yang masuk meskipun dengan margin error yang cukup besar.

Data yang bisa memberi isyarat sensor optik memungkinkan sistem rudal Suriah bisa mendeteksi ada musuh datang. Masalahnya dengan jarak antar pesawat yang sangat lebar menjadikan margin error tumpang tindih hingga Suriah sangat sulit menentukan target dan tembakan Suriah pun kurang akurat. Dalam pertempuran udara cepat, hal ini menjadi waktu yang berharga bagi jet tempur bergerak mendekati target.

image

Perhatikan gambar di atas. Asap contrails di sebelah kiri berasal dari F-15. Sementara contrails di sebelah kanan merupakan asap dari rudal Buk-M2 Suriah.

Meski mendapatkan jamming berat, rudal Buk-M2 Suriah yang ditempatkan di bandara Mezzeh berhasil menembakkan dua rudal ke arah formasi pertama. Namun Israel menanggapinya dengan langkah sederhana yakni dengan mengubah arah pesawat.

Dalam tembakan jarak jauh, sistem rudal darat ke udara jarak menengah, akan memprediksi titik benturan di depan pesawat untuk kemudian dijadikan dasar lintasan rudal (rudal akan menembak ke depan pesawat, untuk mengimbagi laju pesawat). Pada tahap akhir penerbangan, rudal akan memperbaiki lintasannya menggunakan komputer pencari (seeker). Dengan adanya perubahan yang signifikan dari arah target, maka rudal tersebut tidak akan menemukan pesawat di zona yang telah diprediksi oleh sistem otomatis penembakan Buk-M2.

Formasi pertama F-15 Israel memancing rudal Suriah untuk menembak ke arah mereka, kemudian berbalik ke arah utara sambil merilis rudal mereka, menyerang lapangan terbang kecil bernama Al Sharai di wilayah Dimas, barat Damaskus. Tim pertama kemudian berbelok tajam ke barat dan kembali ke langit Lebanon.

Di belakang, tim kedua sudah memasuki Suriah. Kedua F-15 itu telah mendekati Damaskus. Buk-M2 menunggu pesawat penyusup untuk mengubah arah atau masuk lebih dekat lagi.

F-15 kemudian menembakkan rudal mereka (standoff weapon) dan berbelok tajam ke arah selatan. Dua rudal Suriah merayap ke langit yang diyakini sebagai SA-3. Yang perlu diketahui rudal yang diluncurkan kali ini tidak untuk menghantam F-15, tetapi untuk mencegat rudal yang dilepas Israel.

Salah satu dari rudal SA-3 menghantam target. Puing-puing dari rudal berpandu Popeye jatuh ke tanah. Popeye adalah rudal stand-off dengan hulu ledak seberat 700 pounds. Rudal ini Menggunakan kombinasi citra inframerah dan bimbingan inersia untuk menghantam sasaran secara tepat hingga 50 mil jauhnya dari titik peluncuran. Sementara rudal F-15 lain lolos dari sergapan, berhasil menghantam kendaraan dan suplay di bangunan bandara internasional Damaskus.

image

Rudal Popeye F-15 Israel yang disergap Buk-M2 Suriah

Angkatan udara Israel sebenarnya juga memiliki rudal Spice yang lebih modern dibanding Popeyes. Spice menggunakan kombinasi GPS dan bimbingan laser. Belum jelas kenapa bukan rudal ini yang dipakai.

Media Lebanon termasuk Al Menar TV melaporkan, setelah melakukan misi serangan ke Suriah, ternyata pesawat Israel tidak langsung kembali ke Tel Aviv. Mereka masih berputar-putar sekitar 30 menit di atas langit Lebanon. Kemungkinan menunggu untuk menyerang lagi, jika ada sasaran yang lolos dari penghancuran. Setelah target dipastikan hancur, pesawat-pesawat itupun segera ditarik kembali ke wilayah Israel.

Jet tempur Israel melakukan sebuah misi berani di siang bolong jelas sebuah serangan yang berani. Memilih menggunakan rudal Popeye juga sebuah risiko. Tetapi suka atau tidak, serangan udara ini cukup sukses meski penuh risiko. Penyergapan oleh situs rudal di dekat perbatasan atau beberapa rudal jarak pendek atau senjata anti serangan udara bisa saja membalikkan keadaan, membuat serangan itu menjadi petaka bagi Israel. Apapun yang telah dilakukan, kedua pesawat akhirnya meninggalkan kedua bandara dan berpencar ke arah yang berbeda.(Jejaktapak.com).

Bagikan Artikel :

  45 Responses to “Strategi Serangan Udara Israel ke Suriah”

  1. Strategi bagus

  2. Sebentar lagi juga masuk bung…hehehhe

  3. Uda baca di warung sebelah dari tadi pagi!

    Komentar saya si tiru nyali dan strategi awal hingga akhir operasi terbatas Israel tersebut. Tetep aja lolos dari jamming dan serangan darat ke udara itu prestasi lumayan.

    Semoga Angkatan Udara Indonesia dapat memperlekapi kekuatannya dengan peralatan peperangan elektronika canggih yah minimal sekelas pesawat yang mempermalukan Kapal Perusak USS Donald Cook di laut hitam beberapa bulan lalu (lupa nama pesawat Rusia itu). Secanggih apapun senjata kalo ada alat jammer yang sanggup membutakan bahkan mematikan senjata itu ya kabar tidak baik. Salam.

    • BUK aja bisa kecele

    • su-24

    • Betul bung MJ , SURIAH adalah jalan terpendek satu satunya ke IRAN setelah arab saudai dan irak mengancam akan menembak p[esawat israel bila mereka melewati negaranya .. kalau Suriah tidak dibikin kacau maka opsi serangan udara ke IRAN akan sulit dilakukan .
      Setelah Suriah kacau israel akan mencoba rudal anti serangan udara SURIAH seberapa tangguhnya ( dengan ikut menyusup di berbagai banyak pesawat tempur yg melakukan pemboman terhadap ISIS ) , dan dimana kelemahan dan kelebihannya .. tapi serangan seperti itu sangat beresiko , untung saja tidak ada SAM di perbatasan karena porak poranda karena perang saudara .
      Dan suriah tidak punya AWACS dan satelit pertahanan …
      Tapi serangan israel itu akan membuat Rusia semakin memperbaharui dan memperkuat sistem SAM nya ..

      • Dan iran akan semakin waspada … hehehe ternyata bisa tembus sampai damaskus pesawat israel .. dan itu jarak yg dekat dengan fasilitas nuklir iran ..
        Rusia keknya setelah diembargo baik ekonomi dan yg terbaru adalah embargo ROSOBORONEXPORT akan mengirim semua persenjataan modern nya baik ke IRAN , SURIAH atau CHINA yg dulu sangat ditentang barat ..
        Salah satu komponen rudal rusia adalah produksi ISRAEL (RBTH)
        Serangan israel itu langsung berimbas referensi SENAT usa untuk meng embargo rosoboronexport , karena SAM rusia dapat dipatahkan .. tapi itu baru BUK dan pantsir bukan s300 ataupun s500 yg terbaru .. hehehehehe

    • kalau dari artikel diatas dikatakan “Tetapi dengan tidak adanya radar pasif dan jaringan pertahanan udara terpadu, sistem Suriah mungkin masih melacak azimuth dan elevasi sinyal jamming yang masuk meskipun dengan margin error yang cukup besar.”

    • Betul bung.. jgn cuma di-isengi tetangga, skali2 kita yg iseng..

  4. konon suriah memiliki sistem pertahanan udara s-300 yg dipadukan dgn buk-m2, tp kenapa tidak memakai s-300 untuk menghajar f-15 israel,,lumayan juga strategi israel kali ini,,rupanya israel benar2 sudah memperhitungkan bagaimana mengecoh sistem pertahanan udara yg berasal dari rusia ini,,ini patut jadi pelajaran TNI seandainya indonesia punya ancaman seperti suriah,,,

    • Ampun..
      sudah tau triknya..ada pencegahannya ga nie TNI?

    • Kalo melihat di peta, jarak damaskus ke perbatasan hanya sekitar 30-40 km bung. Sedangkan S-300 adalah rudal anti serangan udara jarak jauh yang optimal pada jarak diatas angka tersebut…imso :)b

      • Benar bung MJ, Suriah akan pakai S-300 jika yang menyerang adalah pesawat2 US NAVY dari arah laut pada jarak di atas 40 km

      • Benar Bung, makanya ada 3 jenis missile penangkis serangan udara, jauh-menengah-dekat, ke-3 nya menggunakan tipe missile yg berbeda. Efektivitas masing2 sudah disesuaikan dengan peruntukannya. Jika dilihat dari fungsinya semestinya penangkal serangan udara jarak pendek harusnya lebih presisi atau harusnya tingkat Miss nya lebih kecil. Mungkin juga ini sebab mengapa TNI saat ini masih mengandalkan SHORAD selain karena masalah dana. Sudah saatnya TNI dilengkapi dengan pertahanan menengah juga untuk saat ini.
        Kembali ke artikel diatas, semuanya bisa dilakukan oleh Israel karena menggunakan strategi yg baik. Senjata yg canggih sekalipun jika di operasikan oleh operator biasa tetap saja hasilnya tidak akan maksimal. Mudah2an TNI juga memiliki ahli strategi perang untuk 4 dimensi seperti elektronik, hardware (peralatan perang), kekuatan personel dan juga penguasaan Medan. Amiin

      • Dulu juga waktu Suriah menggelar S200 nya, bukan cuma ruang udara mereka yang ter cover, malah sekalian dengan Libanon. Walaupun dioperasikan oleh personel PVO strany, dan terhubung via satelit ke network hanud Sovyet plus wanti wanti Kremlin agar jangan dipake nembakin pesawat AS dan Perancis yang sedang cawe cawe di Libanon, AS takut juga. Setidaknya mereka bawa seabrek E2C dan Prowler mengiringi pesawat serang mereka menggebuk milisi Hisbulah dan Druze. Dan lagi lagi israel lah yang ngetes sistem tersebut. Mungkin yang ini juga buat mancing apa bener Suriah punya S300? Dan kalau punya dan terpancing, tentu mereka dapat harta karun tentang karakteristik sistem hanud ini.

  5. Perang memang seru tapi bikin menderita

  6. strategi yang hebat, tapi menunujukkan kapabalitas maksimal jammer israel, menunjukkan kali syuria sekarang beda dengan dulu, bisa menggigit para penyerangnya. dengan BUK bisa menggebuk apalagi kalo pakai s

  7. Keberhasilan misi penerbangan Israel tidak terlepas dari peranan dari teknology PERNIKA. ( Perang Elektronika), di samping faktor latihan yg tiada henti, dan siaga tinggi dari AB Israel..

    Wajar kalau Israel mampu melakukan hal itu, karena dengan faktor penelitian dan pengembangan teknology pertahanan Israel secara terus menerus di lakukan, yg akhirnya menghasilkan produk unggulan dalam aspek teknology pertahanannya.

    Dalam upaya uji coba hasil penelitian dan pengembangan tersebut, Israel tidak segan-segan melaksanakan melalui operasi militer yang riil, dan tentu hal tersebut di lakukan setelah
    melakukan latihan yang rutin dan terus menerus.

    Jadi wajar saja kalau Israel mampu melakukan serangan udara di atas Syria, dan dapat menghindar dari sengatan rudal BUK Syria.

    • Jadi inget saat baca2 perang yom kipur. Pada awal perang Israel sempat kewalahan menghindari sergapan sam dari Mesir. Dari situ mungkin Israel sudah mengenal betul bagaimana teknologi sam dan bagaimana cara mengelaknya. Kalau dilihat dulu juga pesawat yang dipakai bukan yang paling canggih.

  8. SAM nyatanya juga bisa bobol… Entah itu buatan barat atau timur. Apalagi kalo targetnya banyak

  9. Menyerang negara yng sudah mu hancur coba nyerang iran

  10. buk,hanya segitu kemampuanya?
    s-300 seberapa ya?

  11. Yang diperlukan untuk mengawasi dan mendeteksi kehadiran pesawat atau objek terbang adalah radar , AWACS dan satelit .. radar tanpa bimbingan AWACS dan satelit akan susah memberi kordinat rudal jarak jauh untuk memandu rudal tersebut menemukan sasarannya ..
    Untuk itu kenapa indonesia hanya membeli rudal MANPADS dan SHORAD , karena indonesia belum punya elemen lainnya ..

  12. sebuah taktik dan strategi serangan udara yang bisa dijadikan pelajaran bagi TNI AU dan terutama bagi KOHANUDNAS untuk mengantisipasinya …………..

  13. Sukses israel kali ini atas dasar
    brapa kali uji coba penyerangan trhdp wilayah suriah y… ada info g brapa kali gagal gk y…?

  14. kalo gitu jangan-jangan obama ma putin juga mesra bung agus? biar senjatanya banyak yang beli? 😎

    • Pernyataan Anda mungkin benar Bung MJ. Perekonomian 2 negara digdaya tsb banyak digerakkan oleh penjualan senjata dan juga migas. Jika pernyataan Anda salah pun (jika usa dan Rusia bermusuhan) tetap saja yg terimbas dari permusuhan mereka akan berjaga jaga sehingga beli senjata ke mereka juga.

  15. menagkap tikus pakai kucing. bukan pake singa. jadi biarpun s 60 jadul tapei tetap punya keahlian tersendiri dibandingka rudal anti udara jangkauan jauh.
    :newyear

  16. Sepertinya rudal ada mode menerangkannya dan bisa ditentukan oleh operator rudal.. bener ndak? Mode full otmatis, mode lainj yang gak mudeng hee hee

  17. strategi yang sangat brillian..Israel sudah melakukan simulasi beberapa kali yang di publish yang berhasil. saya yakin para pakar pertahanan rusia sekarang lagi mencari cara antidotnya. bagaikan main catur atur strategi saling mencari cara kelemahan lawan. TNI harus banyak belajar dari hal ini

    • Yang jelas Israel bisa karena jam terbangnya dlm berperang menggunakan serangan udara sudah cukup tinggi sehingga strategi mereka bisa berkembang dari pengalaman tersebut. Peralatan yg canggih tidak menjamin keberhasilan dari suatu peperangan. Operator peralatan tsb juga menjadi kunci sukses. Coba perhatikan kekuatan TNI kita, jelas jawabannya adalah perang gerilya. Karena pengalaman kita dijajah ratusan tahun kita melawan dengan teknik gerilya. Hal ini yg perlu dipikirkan oleh TNI untuk meningkatkan kemampuannya, terutama untuk TNI AU dan TNI AL yg bisa dibilang jam terbang tempurnya kurang. Bukan berarti harus ikut perang tetapi jam operasional peralatannya harus maksimal jangan pesawat tempur terbang cuma 1 jam dalam seminggu atau kapal frigat yg melaut cuma seminggu dalam sebulan. Dalam operasi tsb mereka bisa membuat simulasi tempur dengan kondisi yg beragam sehingga bisa memiliki strategi yg variatif dan lebih kompleks dari sekedar menembakkan missile atau meriam saja

    • yupp betul sekali bung….jadi pelajaran berharga bagi TNI AU dalam menyusun strategi pertahanan udara nasional……

  18. Interceptor dimana ini? MiG-31 cuma dijadikan pajangan apa?

  19. ISIS bentukan Amerika dan Israel untuk melemahkan Irak dan Suriah, supaya Irak tetap tidak stabil adalah target antara sedang target utamanya melemahkan Suriah supaya Israel dan Amerika bisa masuk ke Suriah pura2 memerangi ISIS padahal melihat kekuatan Suriah setelah itu coba mengetesnya, untuk selanjutnya……………..tunggu tanggal mainnya

  20. f15 israel luar biasa… mungkin ini juga alasan kenapa tni au juga menginginkan f15 silent eagle terbukti mampu. mudahan bisa di beli pak… antidot su 27 dan su 30 adalah f 15s

 Leave a Reply