Strekoza, Drone Pembersih Ranjau untuk Militer

Drone Strekoza Rusia. (@STT GROUP)

Moskow, Jakartagreater.com  –  Rusia mengembangkan drone detektor bernama Strekoza (Capung), sebagai alat anti-ranjau improvisasi, untuk melacak dan meledakkan benda-benda yang ditemukannya sendiri, ujar Pakar Rosoboronexport (bagian dari Rostec) Alexander Slobodyanyuk, Rabu 21-10-2020, dirilis TASS.

“Saya ingin memberi tahu (Anda) tentang sistem berbasis Drone untuk mendeteksi alat peledak / ranjau improvisasi. Sistem ini dinamai Strekoza. Kami memiliki Helikopter yang dipasang pencari lokasi non-linier (tidak tetap) dan pos kontrol dengan operator, “kata Slobodyanyuk dalam presentasi video perusahaan di saluran YouTube, sebagai bagian dari pameran keamanan internasional Intrepolitex-2020.

Drone Strekoza beroperasi pada ketinggian hingga 30 meter. Pasukan pembersih ranjau dapat mengarahkan helikopter untuk menemukan objek yang mencurigakan, tepat dalam penerbangan.

Drone juga membawa perangkat suspensi (penahan getaran) untuk memasang bahan peledak (TNT): setelah berhasil mendeteksi ranjau atau alat peledak lainnya, operator drone dapat menempelkan bahan peledak kepada objek yang dicurigai, lalu drone terbang menjauh dan meledakkannya pada jarak yang aman.

Panel kontrol operator juga menunjukkan lintasan penerbangan Helikopter seperti yang ditunjukkan dengan warna hijau jika tidak ada benda berbahaya. Jika Strekoza mendeteksi objek yang mencurigakan, lintasan penerbangan menunjukkan tanda kuning sedangkan tanda merah akan muncul di layar jika detektor secara tepat mengidentifikasi objek berbahaya.

Drone Strekoza dilengkapi dengan kamera video yang memungkinkan operator memeriksa objek berbahaya dan lingkungan secara mendetail dari semua sudut.

Pameran keamanan dalam negeri internasional Interpolitex-2020 ke-24 berlangsung di Pusat Pameran VDNH All-Rusia di Moskow pada 20-23 Oktober 2020.

Tinggalkan komentar