Aug 212018
 

Dokdo (LPH 6111) Angkatan Laut Korea Selatan dan USS Bonhomme Richard (LHD 6) © US Navy (CC BY-SA 4.0) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Laut Korea Selatan (RoKN) memasang pemberitahuan tentang tender “proyek penelitian untuk mengeksplorasi” kemungkinan mengoperasikan jet tempur siluman F-35B di atas kapal pendaratan amfibi kelas Dokdo, seperti dilansir dari laman Yonhap pada hari Jumat.

RoKN memprakarsai sebuah tender melalui sistem pengadaan pertahanan elektronik dari Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) yang dikelola oleh negara, mengutip langkah negara-negara tetangga untuk mempertimbangkan menjalankan pesawat tempur F-38B dari kapal perang mereka.

Proyek ini berusaha mempelajari kemungkinan perbaikan pada kapal perang kelas Dokdo berbobot 14.000 ton milik Korea Selatan untuk membawa pesawat tempur F-35B, sebuah varian landas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL). Penelitian ini akan berakhir pada 15 Desember.

Jet tempur generasi kelima F-35B Korps Marinir AS © USMC via Wikimedia Commons

Para pengamat berspekulasi bahwa Angkatan Laut Korea Selatan ini mungkin berusaha untuk menjalankan jet tempur F-35B pada kapal perang Marado yang saat ini sedang dibangun dan dijadwalkan akan dikerahkan pada tahun 2020.

Kapal LPH Dokdo yang ada saat ini terlihat hanya mampu mengoperasikan helikopter transportasi karena deknya tidak terbuat dari bahan yang dapat menahan suhu tinggi yang disebabkan oleh peoperasian jet tempur.

Pada tahun 2014 lalu, Seoul memutuskan untuk membeli 40 unit jet tempur F-35A untuk dikerahkan mulai tahun 2018 – 2021 dengan total biaya sekitar 7,3 triliun won atau US $ 6,4 miliar. Jet tempur F-35A ini adalah varian standar untuk angkatan udara, sedangkan F-35B dan F-35C masing-masing untuk operasi Marinir dan dari kapal induk.

Ada sejumlah spekulasi bahwa Seoul mungkin akan mempertimbangkan untuk segera memperkenalkan F-35B karena mungkin harus membeli pesawat tempur tambahan yang disebabkan kekurangan pesawat tempur yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang dengan pensiunnya armada jet tempur F-4 dan F-5.

Sementara itu, media Jepang telah melaporkan bahwa Pasukan Bela Diri Maritim Tokyo sedang mempertimbangkan untuk membeli armada F-35B untuk bertugas di kapal-kapal perangnya yang berukuran besar.

Berbagi

  7 Responses to “Studi LPH Kelas Dokdo Korea Selatan Untuk Bawa F-35B”

  1.  

    ini yg bikin pusing, perlu apa ga mengembangkan fleet carrier tp manpower dan anggarannya juga besar.
    alasan buat light carrier, ya manpower dan anggarannya lumayan kecil, tpi pesawat yg bisa di taruh cuma f-35 atau harrier, atau pesawat stvol lainnya. cuma masalahnya f-35 itu juga mahal harganya.
    jdi worthed atau ga utk mengembangkan light carrier.

  2.  

    Dokdo Tdk Ada Ski Jump tp F-35B bisa, PT.PAL Secepat Mungkin Membuat 3 LHD Bwt Angkut F-35B

    •  

      emangnya gampang buat kapal, yg bisa memenuhi kebutuhan AU ?
      teknonya saja sulit didapat, apalagi desainnya.
      tangki bensin perlu didesain supaya tak gampang meledak, dan mudah didistribusikan.
      apalagi gudang amunisi, harus kuat dilindungi super struktur baja/besi yg tebal.

      jika 1 kapal mampu menampung 6 pespur, itu harga kapalnya sama saja dengan harga 1 kapal + 6 hanggar dan bunker utk amunisi dan bensin.

      •  

        Antara Gampang Tdk Gampang Yg Penting Bikin Dulu, Kalo Tekno & Mesinx Nanti Impor dg Kesepakatan Nilau Offset Yg akan di beli Utk Acuan Desain PT PAL adalah Dokdo Mengingat Kita Sdh Kerjasama Buat LPD, Sy Rasa Yg Paling Rumit Bg PT. PAL yaitu Bikin Kapal Selam, Bgmana Kasel Tetap Mengapung & Mengambang di bawah laut

  3.  

    Antara Gampang Tdk Gampang Yg Penting Bikin Dulu, Kalo Tekno & Mesinx Nanti Impor dg Kesepakatan Nilai Offset Yg akan di beli Utk Acuan Desain PT PAL adalah Dokdo Mengingat Kita Sdh Kerjasama Buat LPD, Sy Rasa Yg Paling Rumit Bg PT. PAL yaitu Bikin Kapal Selam, Bgmana Kasel Tetap Mengapung & Mengambang di bawah laut

 Leave a Reply