Su-27 Berlatih Pertempuran Udara di Atas Laut Baltik

Kaliningrad, Jakartagreater.com – Pesawat tempur Sukhoi Su-27 dari naval aviation armada Baltik melakukan latihan pertempuran udara di atas laut, rilis siaran pers Armada Baltik pada hari Jumat dan dilansir oleh Tass.

“Pilot dari skuadron armada naval aviation melakukan penerbangan untuk mempraktikkan taktik pertempuran udara dengan pesawat tempur musuh. Para kru Su-27 mempraktikkan teknik piloting dengan menggunakan manuver ofensif dan defensif di berbagai ketinggian dan pada waktu yang berbeda siang dan malam hari, “kantor pers mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Untuk menyelesaikan tugasnya, pilot pesawat tempur Su-27 dan juga Su-30SM secara bergantian berlatih mencari, mendeteksi dan menghancurkan pesawat tempur musuh selama taktik pertempuran, kata pernyataan itu.

Menurut siaran berita yang dilansir oleh Tass, latihan udara tersebut melibatkan hingga 10 pesawat tempur .

Rute penerbangan jet tempur Rusia telah disepakati oleh otoritas lalu lintas udara dan diterapkan secara ketat pada aturan internasional yang menggunakan wilayah udara di atas perairan netral di Laut Baltik, rilis siaran pers Armada Baltik.

Su-27 adalah pesawat tempur supersonik generasi keempat segala cuaca yang dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan dari berbagai jenis (Su-27 memiliki 10 titik hardpoint eksternal untuk rudal dan bom). Jet tempur juga dilengkapi dengan meriam otomatis 30mm (dengan daya sembur tembakan 1.500 butir per menit dan beban amunisi 150 butir).

Sedangkan Su-30SM adalah jet tempur super-manuver dua-kursi generasi 4 ++ yang diproduksi seri dan terus mengalami upgrade. Su-30SM dilengkapi dengan dua mesin turbofan thrust-vectoring reheated double-flow AL-31FP. Pesawat tempur memiliki jangkauan operasi 1.500 km dan daya tahan penerbangan 3,5 jam tanpa pengisian bahan bakar.

4 pemikiran pada “Su-27 Berlatih Pertempuran Udara di Atas Laut Baltik”

    • Bebas koq beropini, tapi institusi TNI AU artinya dominan prajurit udara kita pilih Su-35 karena mungkin sbb (opini awam rakyat jelata) :
      1. Su-35 tidak dikebiri persenjataannya dan silahkan pakai suka2 pemilik
      2. F-16 seri terbaru milik kita pun yang akan datang 2 squadron tidak full spec keras bawaan pabrik jadi kemampuan dan senjata diturunkan sama produsen.
      3. Beli F35 terlalu mahal belum lagi dijamin bakal dikebiri dibawah Singapura dan Australia, negara belum mampu lebih utamakan bangun dan makmurkan negeri terlebih dulu.
      Dan jangan lupa Singapura dan Australia pesan F35 karena untuk hadapi Su-35 Indonesia, mereka tidak pede dengan F15 Eagle dan F18 Hornet jika berhadapan dengan TNI AU kelak toh terbukti saat latih tanding Pitch Black, Hornet ke kunci melulu sama Su-30 TNI AU yg secara spec dibawah Su-35.
      Belum lagi pilot US Airforce saat pameran kedirgantaraan di Fanborough Perancis diberi kesempatan kemudikan Su-27 saja sudah geleng2 kepala akui habis2an kemampuan Sukoi dan menstatemen dan simpulkan jika kemampuan Eagle dan Hornet jauh dibawah Sukoi.
      Tapi ini pendapat pribadi orang awam anggota keluarga besar rakyat jelata.

Tinggalkan komentar