Aug 152019
 

F-18 Spanyol yang mencegat pesawat Angkut yang dikawal jet tempur Su-27 Rusia (foto Departemen Pertahanan Rusia)

NATO menuduh jet tempur Su-27 Rusia bertindak “tidak aman” selama pertemuannya dengan pesawat tempur NATO pada hari Selasa, lansir CNN.

Jet tempur Rusia hampir memotong jalur penerbangan, memaksa jet tempur NATO bermanuver untuk menghindari situasi berbahaya, kata seorang pejabat militer NATO kepada CNN.

Insiden itu terjadi Selasa ketika dua jet tempur F-18 Spanyol yang ditugaskan untuk misi Pemolisian Udara Baltik NATO diterbangkan untuk mengidentifikasi pesawat angkut Tu-214 Rusia yang sedang dikawal oleh dua pesawat tempur Su-27 Rusia di atas Laut Baltik, dekat dengan Wilayah udara anggota NATO.

Pejabat NATO mengatakan pesawat tempur Rusia terbang tanpa rencana penerbangan dengan transponder dimatikan, perilaku yang menurut para pejabat NATO dapat menempatkan pesawat sipil dan militer yang beroperasi di daerah itu dalam bahaya.

Kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa Tu-214 membawa Menteri Pertahanan Sergey Shoygu, yang terbang ke Kaliningrad yang dikontrol Rusia.

Para pejabat NATO mengatakan mereka tidak memiliki informasi resmi mengenai siapa yang berada di pesawat.

“Pesawat Tu-214 memiliki rencana penerbangan yang valid, mengidentifikasi dirinya sendiri dan merespons kontrol lalu lintas udara. Tetapi kedua pengawal Su-27 terbang tanpa rencana penerbangan, transponder dimatikan dan tidak berbicara dengan kontrol lalu lintas udara,” kata seorang pejabat militer NATO kepada CNN, menambahkan bahwa F-18 melesat dari Pangkalan Udara Siauliai di Lithuania “untuk menilai situasi.”

Saat ini pesawat tempur F-18 dari Spanyol, jet tempur JAS-39 Gripen dari Hongaria, dan jet tempur Typhoon dari Inggris berpartisipasi dalam misi Pemolisian Udara Baltik NATO yang telah lama berdiri.

NATO sering menerbangkan jet tempur untuk mencegat pesawat yang terbang di dekat wilayah udara NATO tanpa mengajukan rencana penerbangan, tanpa menyalakan transpondernya atau tanpa berkomunikasi dengan kontrol lalu lintas udara.

Kantor berita Rusia TASS mengatakan bahwa salah satu jet tempur Rusia telah memaksa NATO mendekati pesawat untuk meninggalkan daerah itu, dengan sekretaris pers Shoygu memposting video pertemuan jet tersebut di media sosial.

Menurut Pejabat NATO, setelah mengidentifikasi jet Rusia, dua pesawat tempur F-18 berbelok ke kiri untuk menjauh dari pesawat yang dicegat. Tak lama kemudian, salah satu Su-27 Rusia juga berbelok ke kiri untuk hampir memotong jalur penerbangan salah satu F-18 dengan cara yang tidak aman.

“Karena reaksi cepat dan profesional dari pilot F-18, situasi yang berpotensi berbahaya bagi kedua pesawat dapat dihindari,”tambah pejabat itu .

“Melepaskan diri dari pesawat yang dicegat setelah identifikasi berhasil adalah prosedur normal untuk pesawat terbang di bawah otoritas NATO. Pilot yang terbang selama misi NATO mengadopsi sikap de-eskalasi untuk mencegah kesalahpahaman,” kata pejabat militer NATO.

 Posted by on August 15, 2019