Agu 142019
 

File:Russian SU-27 Flanker, from Wikimedia Commons, the free media repository.

Kaliningrad – Jakartagreater.com,  Militer Rusia melaporkan pada hari Selasa 13-8-2019, bahwa sebuah Jet tempur NATO menyelinap mendekati pesawat yang membawa Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di atas perairan internasional di Laut Baltik, ketika ia dan staf pertahanan lainnya menuju Moskow dari wilayah Kaliningrad Rusia.

Pesawat Shoigu sedang dalam perjalanan dari Kaliningrad ke Moskow dengan pengawalan dua Sukhoi-27 dari Armada Baltik. Tiba-tiba F/A-18 NATO mencoba mendekatinya di perairan internasional Laut Baltik tetapi Jet tempur Rusia memaksa Jet itu pergi, dirilis TASS, 13-08-2019.

Kementerian Pertahanan Rusia telah menerbitkan rekaman dramatis yang menunjukkan salah satu dari 2 pesawat Su-27 yang mengawal sebuah pesawat yang membawa Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengejar sebuah F/A-18 dengan lambang Angkatan Udara Spanyol setelah mendekati apa yang tampaknya hanya beberapa ratus meter dari jet penumpang, dirilis Sputniknews.com.

Insiden itu, yang terjadi Selasa 13-8-2019, melihat Su-27 ke arah F-18 yang mengganggu, mendorong Jet NATO untuk terbang menjauh dari Jet Rusia sebelum naik-turun dari Su-27 dan pesawat.

Shoigu berkunjung ke Kaliningrad untuk mengamati bagian dari pertandingan militer Seaborne Assault, bagian dari kompetisi Army Games-2019. Menteri pertahanan tidak asing dengan pesawat NATO yang mendekati pesawatnya di Laut Baltik, dengan insiden serupa terjadi pada 2017.

Penjelasan NATO

Jet tempur NATO mendekati pesawat Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di atas Laut Baltik pada hari Selasa, untuk mengidentifikasi pesawat, ujar seorang pejabat NATO mengatakan kepada TASS.

“Sebuah pesawat Rusia, dikawal oleh setidaknya satu Jet tempur Rusia, terjejak terbang di atas Laut Baltik,” kata pejabat itu. “Jet dari misi Baltic Air Policing NATO berebut untuk mengidentifikasi pesawat yang terbang dekat dengan wilayah udara Sekutu. Setelah identifikasi pesawat terjadi, jet NATO kembali ke pangkalan,” kata pejabat NATO itu.

“NATO tidak memiliki informasi mengenai siapa yang berada di dalamnya,” tambahnya.