Su-30 MKA Aljazair Siap Dikirimkan Rusia

34
7

3705731_original

Pada 10 November, Su-30 MKA pesanan Aljazair sudah menjalani pengujian terbang di pabrikan Irkuts. Sebelumnya Aljazair menandatangani kontrak pembelian 14 pesawat tempur Su-30 MKA dengan Rosoboronexport pada tahun 2015 dan akan diserahkan pada tahun 2016-2017.

Pada tahun 2004 Aljazair mengakuisisi total 44 unit pesawat tempur Su-30MKA, 28 dikirimkan pada tahun 2007-2009 dengan nilai kontrak senilai US$ 1,5 miliar dan 16 pesawat senilai US$ 900 juta yang dikirimkan pada tahun 2011-2012.

3706108_original

Pada 27 April 2016, Perdana Menteri Aljazair Abdelmalek Sellal mengunjungi Rusia dan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev. Keduanya membahas berbagai kontrak pembelian persenjataan.

Pembicaraan juga menyangkut rencana pembelian sistem rudal anti-pesawat S-300VM yang juga dikenal sebagai “Antey-2500”. Selain itu, Sellal dan Medvedev akan membahas kontrak baru pembelian pesawat pembom-tempur Su-32 dan pesawat tempur superioritas udara Su-35.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, setelah memesan batch terakhir 14 Su-30MKA dari Rusia dan kegagalan mengakuisisi pesawat tempur MiG-29SMT akibat skandal pemalsuan suku cadangnya, Aljazair masih membutuhkan 1 sampai 2 skuadron udara untuk melengkapi kekuatan Angkatan Udaranya.

34 KOMENTAR

  1. ALJAZAIR PERNAH DIJAJAH PRANCIS DAN MERDEKA. ALJAZAIR DULU KACAU SEPERTI SURIAH, TAPI SEKARANG ALJAZAIR MENJADI SEBUAH NEGARA BESAR DI AFRIKA, GAS DAN MINYAK MEREKA EXPORT KE EROPA.

    ALJAZAIR WAJIB MERAPAT KE RUSIA UNTUK MEMBORONG ALUTSISTA. KARENA ALJAZAIR MEMPUNYAI TETANGGA YANG TIDAK AKUR, MAROKO SEKUTU AS.

  2. @Siswono : Mohon bersabar…

    Indonesia memperioritaskan 7 item dari 18 item Alpalhankam.
    Kelompok alpalhankam itu sendiri terdiri dari kendaraan tempur, MKB, propelan, roket, senjata, kapal perang atas air, kapal selam, CMS, pesawat tempur, pesawat angkut, UAV, radar, satelit, peluru kendali, bom, alat komunikasi, almatsus Polri, dan nonalutsista.

    “Setelah dilihat tujuh itu, ketemulah prioritas, seperti propelan, roket, rudal, medium tank, radar, kapal selam, pesawat tempur,” kata Ketua Bidang Alih Teknologi dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Laksamana Muda Purn Rachmad Lubis di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).

  3. Jangan pesimis bung.anda tidak tau berapa jumlah asli pesawat TNI AU.hanya sebagian aj.klou g percaya hitung aj di setiap hanggar tni au.pasti kaget..bahkan Anda pasti bangga dan g nyangka….TNi selalu siap perang.apa lagi panglima sudah bongkar ancaman global.tunggu tanggal mainnya.jalmo moro jalmo mati.