Mei 252019
 

Rajasthan, India,  Jakartagreater.com – Organisasi Riset Pertahanan India (DRDO) berhasil melakukan uji terbang Bom pintar berpandu (Inertial Guided Bomb) kelas 500 kg pada hari Kamis 24-5-2019 dari Pesawat Su-30 MKI dari lokasi uji coba Pokhran di Rajasthan. Bom yang dipandu mencapai kisaran yang diinginkan dan mengenai target dengan presisi tinggi, dirilis situs pib.nic.in, 24-5-2019

Uji Inertial Guided Bomb India. (pib.nic.in – India MoD)

Kementerian Pertahanan India mengatakan semua tujuan misi telah tercapai. Sistem senjata mampu membawa hulu ledak yang berbeda.

Uji Inertial Guided Bomb India. (pib.nic.in – India MoD)

Rudal Brahmos

Angkatan Udara India (IAF) juga berhasil menguji menembakkan Rudal jelajah Supersonik BrahMos-A (Air) dari pesawat tempur Multirole Sukhoi Su-30MKI pada 22 Mei 2019 melawan sasaran darat di lepas pantai Timur negara itu di Teluk Bengal, dirilis Janes.com.

Rudal jelajah peluncur (ALCM) 2,5 ton, dua tahap, diluncurkan dari udara – dikembangkan oleh perusahaan patungan (JV) antara NPO Mashinostroyeniya Federasi Rusia dan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) – diluncurkan dari Su 30MKI dan “Rudal itu mengikuti lintasan yang diinginkan sebelum langsung mengenai sasaran darat”, menurut pernyataan oleh Biro Informasi Pers (PIB) pemerintah.

“Hari ini adalah peluncuran senjata yang kedua kalinya secara langsung”, sekitar 18 bulan setelah senjata menyelesaikan test langsung pertama terhadap target Angkatan Laut pada November 2017, kata PIB, menambahkan bahwa “integrasi senjata pada pesawat itu sangat kompleks yang melibatkan modifikasi mekanik, listrik, dan perangkat lunak di pesawat “.

Rudal jelajah supersonik dengan jangkauan 300 Km adalah varian modifikasi dari konfigurasi dasar untuk angkatan laut/darat. Ini fitur beberapa perbaikan desain, yang meliputi sistem propulsi yang lebih ringan, serta sirip dan tutup hidung didesain ulang.

“Super” Su-30 MKI

Sukhoi Su-30MKI (NATO : Flanker-H) adalah pesawat tempur Superioritas udara yang dikembangkan bersama oleh Sukhoi Rusia dan Hindustan Aeronautics Limited (HAL) India untuk Angkatan Udara India (IAF). Sebuah varian dari Sukhoi Su-30.

Pengembangan varian mulai setelah India menandatangani kesepakatan dengan Rusia pada tahun 2000 untuk memproduksi 140 Su-30 Jet tempur. Pesawat Su-30MKI buatan Rusia pertama diterima ke dalam Angkatan Udara India pada tahun 2002, sedangkan Su-30MKI pertama dirakit masuk layanan dengan IAF pada tahun 2004.

Pada tahun 2007, IAF memesan 40 MKIS tambahan. IAF memiliki 157 Su-30MKI dalam pelayanan aktif selama Januari 2012, pihaknya berencana memiliki 272 armada. Su-30MKI diharapkan untuk membentuk tulang punggung armada pesawat tempur Angkatan Udara India untuk tahun 2020 dan seterusnya.

Pesawat ini dibuat khusus untuk spesifikasi India dan mengintegrasikan sistem India dan Avionik serta subsistem Prancis dan Israel.  Pesawat ini memiliki kemampuan mirip dengan Sukhoi Su-35 dengan banyak fitur dan komponen.