Jan 302018
 

Jet tempur multiperan Su-30MKI Flanker-H Angkatan Udara India. © g4sp via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Malaysia dan India berusaha meningkatkan kerjasama pertahanan dan juga memerangi terorisme, seperti dilansir dari laman Malaysian Insight.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang mengadakan pertemuan bilateral dengan mitranya dari India, Narendra Modi, mengatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk mengadakan latihan udara gabungan, khususnya pada penempatan jet tempur Sukhoi Su-30MKI.

India akan mengirim pesawat terbang ke Australia tahun ini untuk Latihan Pitch Black. Latihan udara gabungan India dan Malaysia diperkirakan akan terjadi sebelum ataupun sesudah Pitch Black dilaksanakan.

Perdana Menteri India, Narendra Modi menyarankan bahwa dalam perjalanan kembali atau ke Australia untuk melaksanakan latihan udara, pesawat tempur Angkatan Udara India bisa berhenti di Malaysia untuk hal yang sama.

“Saya setuju bahwa latihan udara gabungan diadakan, karena mereka [India] punya pengalaman dalam penyebaran taktis jet tempur Sukhoi, kami juga melihat bagaimana mereka dapat membantu dalam pemeliharaan dan servis pesawat tempur [Malaysia]”, kata Najib kepada wartawan.

Najib berada di ibukota India untuk menghadiri Asean-India Commemorative Summit yang bertepatan dengan ulang tahun India yang ke-69.

Mengomentari perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), Najib mengatakan bahwa Malaysia berharap melihat beberapa pergerakan positif dalam hal perjanjian perdagangan bebas dan arahan baru menuju kesimpulan akhir pada akhir tahun ini.

Ketika ditanya tentang ucapan Presiden AS Donald Trump yang mempertimbangkan kembali Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP), Najib menyindir, “Mari kita lihat apa yang ada dalam pikiran Amerika”.

TPP mengalami kemunduran setelah AS mundur tahun lalu, namun 11 negara anggota lainnya terus maju dengan perundingan tanpa keikutsertaan AS.