Mar 222017
 

Jet tempur multiperan Sukhoi Su-30MKI. (© Angkatan Udara India)

Dilansir dari Defence Update, pada hari Jumat, 17 Maret 2017, India dan Rusia telah menandatangani dua kesepakatan kunci untuk pemeliharaan jangka panjang dan dukungan teknis bagi jet tempur Su-30MKI untuk Angkatan Udara India. Dan sekarang telah muncul detail dari upgrade besar yang direncanakan untuk armada Su-30MKI berikutnya yang akan dilaksanakan HAL dan Rusia.

Dibawah program upgrade “Super Sukhoi”, jet tempur Su-30MKI Angkatan Udara India akan ditingkatkan menjadi standar Su-35+ yang mana akan jauh lebih unggul dari jet tempur Su-35 yang saat ini telah dioperasikan oleh Angkatan Udara China, bahkan Rusia.

Program modernisasi Sukhoi Su-30MKI ini merupakan proyek Angkatan Udara India yang telah lama tertunda. Proyek “Super Sukhoi” adalah proyek yang telah di usulkan sejak awal tahun 2010 yang lalu, setelah mengumumkan tender pengadaan MMRCA.

Kebanyakan dari pemenang hampir lupa pada program modernisasi ini, yang mana tidak dipertimbangkan sebagai prioritas utama, jet tempur Su-30MKI adalah tulang punggung pelindung udara India, di mana baru-baru ini mengalami masalah pada ketersediaan layanan dan mesin yang membuat kesal.

Sementara sebagian armada angkatan udara negara yang lain meningkatkan kemampuan tempur utama mereka, misalnya Pakistan dengan mendatangkan jet tempur F-16 Block 52, China saat ini sudah berhasil memasang radar AESA dan sistem peperangan elektronik buatan dalam negerinya, termasuk melakukan pembicaraan dengan Rusia untuk membeli mesin jet 117 yang lebih canggih, untuk dipasang pada Flanker buatan mereka, sebagaimana dilansir dari Defence News.

Rencananya saat ini adalah untuk meng-upgrade 80 unit pertama Su-30MKI menjadi “Super Sukhoi” yang akan memiliki radar dan sistem persenjataan yang sangat canggih, sumber Angkatan Udara India.

Sumber tersebut mengatakan rencana itu termasuk melengkapi jet tempur “Super Sukhoi” dengan rudal jarak jauh dengan jangkauan hingga lebih dari 300 km dan Permintaan Informasi (RoI) yang dikeluarkan baru-baru ini untuk pengadaan seperti sistem persenjataan dari para vendor.

Dibawah program tersebut HAL dan DRDO bekerjasama untuk mengintegrasikan rudal Brahmos A ke dalam pesawat tempur Super Su-30MKI, dimana sejumlah 44 unit dari Su-30MKI dapat dimodifikasi untuk mampu membawa rudal Brahmos A, yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir.

Kemungkinan Upgrade ke dalam Su-30MKI adalah menambahkan multiperan yang lebih efektif, seperti beberapa rak ejektor, radar AESA, sistem jamming dan pernika yang lebih kuat, termasuk mesin yang berkinerja tinggi

Super Sukhoi akan menggunakan radar AESA buatan Rusia yakni Phazotron Zhuk-AE. Radar X Band yang dapat melacak hingga 30 target udara dalam mode melacak sambil memindai dan dapat melibatkan 6 target secara bersamaan dalam mode serangan.

Teknologi radar AESA menawarkan peningkatan kinerja dan kehandalan yang signifikan dibandingkan dengan radar tradisional yang memindai secara mekanis.

Dalam pengujian MMRCA di India, radar AESA Phazotron Zhuk-AE menunjukkan kemampuan yang sangat signifikan, termasuk mode pemetaan darat serta berbagai kemampuan untuk mendeteksi dan melacak target udara. Pada “Super Sukhoi”, peralatan elektronik akan benar-benar diupgrade secara total agar mampu membawa lebih banyak persenjataan dibandingkan dengan jet tempur Su-35.

Super Sukhoi Su-30MKI akan memiliki mesin yang sama seperti yang digunakan pada Sukhoi T-50 PAK FA. Sehingga ini akan menambah siklus hidup jet tempur Su-30MKI. Namun, pesawat pertama baru akan ditingkatkan dalam waktu dua tahun kedepan.

Rudal Brahmos pada “Super Sukhoi” yang mampu menembus jauh ke dalam pertahanan lawan akan membuatnya menjadi jet tempur paling mematikan di di muka bumi setelah F-22 Raptor dan menjadi pesawat tempur dengan kemampuan manuver dan pertempuran udara No.1.

Angkatan Udara India saat ini mengoperasikan sekitar 272 unit jet tempur Su-30MKI, dan seluruhnya akan diubah menjadi “Super Sukhoi” yang membuat mereka memiliki kemampuan hanya sedikit dibawah pesawat tempur generasi kelima.

Hindustan Aeronautics Limited (HAL) akan bekerjasama dengan Rusia di bawah proyek yang diperkirakan akan menghabiskan biaya hingga USD 12 miliar untuk upgrade Su-30MKI menjadi “Super Su-30MKI”. Upgrade direncanakan akan dilakukan sebelum tahun 2020 dan batch awal Super Su-30MKI akan diterima pada tahun 2025.

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  28 Responses to “Super Su-30MKI Lebih “Superior” dari Su-35 China & Rusia”

  1. Gile lu ndro… 272 pesawat Su-30MKI mau dijadikan super sukhoi???

  2. Gila!
    India memang total dalam pengembangan kekuatan alutsista. Tapi alutsista darat jarang mendapat publikasi. apakaha hanya matra udara dan laut saja yg menjadi prioritas India?

  3. super sukhoi rasa tejas

  4. kalau gendong brahmos apa masih bisa super manuver???
    L300 saja kalau angkut sapi brahma 4 ekor sdh ngeden naik tanjakan…

  5. Ini hanya cerita ngibul India aja. Sbg propaganda dlm psy war terhadap negara tetangganya krn sdh punya SU-35. Sementara India sdh terlanjur punya banyak SU-30 MKI yg dng adanya SU-35 jd spt uzur kecuali diupgrade Airframe dan jeroannya secara total

    • Hahaha tau aja

      Beli rafale aja nawar abis2an

      Pelit brooo .. sukhoi udah berjatuhan baru sadar mendingan maintenance langsung ATPM kantor pusat .. mau ngirit malah rugi banyak

  6. SU30MKI diupgrade dengan mesin PAK FA T-50 ….ini turun mesin total …. ngga body-nya sekalian saja….

    • kemungkinan desain mesin gak beda jauh, karena mesin terbaru PAK FA kabarnya juga akan dipasang pada Su-35

      • kabarnya mesin baru utk PAK FA dulu mas bro. kalo sdh kebutuhan internal tercukupi baru di ekspor.

        Kabar dr siapa ya.? au ahh…

  7. Su35 indonesia juga bedA g sama kyk cina dan rusia… Mungkin mirip india. Karna pakek non rusiA….. Hehehe… Lebih +++ hehehehe

  8. india lupa, Su 35 China,Rusia dan INDONESIA akan diupdate menjadi Super Super Sukhoi Su35+ ?

  9. Jika dibandingkan dengan rafale, su30mki seperti memang kalah.
    Rafale memiliki OSF yg membuat Rafale mampu mendeteksi beberapa target dari jarak 31mil tanpa harus mengaktifkan radar
    Dan juga Rafale didukung oleh SPECTRA, plus Rafale memiliki RCS yg lebih kecil dari F16

    Jd tdk heran Kalau Indiaau beli Rafale dan mau upgrade su30mki.

  10. Btw….saya kok jadi keingit DBZ?
    Super Flanker
    Super sukhoi
    Berikutnya apa? Super Saiyan God sukhoi?
    SSGS2?
    SSGS3?
    😆 😆 😆

  11. mungkin Teknologi metafisik dari Tejas ada yg di cangkokkan

  12. Meragukan. Gila bener.

  13. biasalah barangnya sendiri, ya pasti di katakan paling bagus dan paling super.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)