Su-30MKI Kembali Diupgrade Biar Lebih Paten

Su-30MKI India (photo: Chris Lofting / commons.wikipedia.org)

Jakartagreater.com. Angkatan Udara India (IAF) saat ini sedang berjuang mengatasi kekurangan kekuatan skadron tempur yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Dalam situasi tersebut, secara bersamaan India mengejar program untuk meningkatkan kemampuan pesawat tempur yang ada, termasuk Sukhoi-30MKI.

Saat ini ada 240 jet tempur Su-30MKI milik IAF yang rencananya akan membuat pesawat tempur tersebut lebih mematikan dengan senjata canggih dan mutakhir, avionik terbaru dan radar Phazotron Zhuk-AE Active Electronically Scanned Array (AESA) Rusia, yang dapat melacak 30 target udara dan menghadapi enam target secara bersamaan. Program Upgrade Su-30MKI ini dilakukan bermitra dengan Rusia, dirilis India.com, 24/10/2017.

Wakil Kepala Angkatan Udara India Marsekal SB Deo mengatakan pasukan berharap program meng-upgrade SU-30MKI dapat segera dimulai.

Menurut pejabat senior IAF, India menerima pesawat tempur Su-30MKI pertama pada tahun 2004 dan sejak saat itu telah dilakukan upgrade besar-besaran di pesawat militer, teknologi dan sistem senjata, termasuk rudal dan bom.

Su-30MKI India (photo: Bikash R Das / commons.wikipedia.org)

India memberikan kontrak kepada Rusia pada tahun 2010 untuk menginstal radar baru, komputer onboard, sistem peperangan elektronik dan kemampuan untuk membawa rudal jelajah BrahMos terhadap 40 pesawat tempur Su-30MKI, yang kini dinamai sebagai Super-30. Jet-jet tempur yang diupgrade bergabung kembali dengan IAF pada tahun 2012.

IAF sekarang ingin melengkapi Su-30MKI dengan rudal stand-off dengan jangkauan 300km dan mesin turbofan AL-41F. Angkatan Udara India mengincar rudal serangan ke darat Brimstone dan rudal udara-ke-udara jarak jauh, Meteor, untuk melengkapi pesawat tempur mereka yang paling paten.

IAF telah memesan 42 tambahan jet tempur Su-30MKI untuk meningkatkan jumlah pesawat dari 272 menjadi 314. Pesawat ini akan menjadi andalan IAF untuk dekade berikutnya. India Hindustan Aeronautics Limited (HAL) sedang membangun pesawat tempur superior multirole twinjet dengan lisensi dari Sukhoi asal Rusia.

Kekuatan IAF saat ini sebanyak 33 skadron (masing-masing 18 pesawat tempur), yang mana India sebenarnya membutuhkan 42 skadron untuk mengantisipasi perang di dua front dengan China dan Pakistan. India mencoba untuk menambah jumlah skadron dengan memasukkan Light Combat Aircraft Tejas dan 36 jet Rafale ke dalam armada tempur IAF.

Tinggalkan komentar