Oct 262017
 

Su-30MKI India (photo: Chris Lofting / commons.wikipedia.org)

Jakartagreater.com. Angkatan Udara India (IAF) saat ini sedang berjuang mengatasi kekurangan kekuatan skadron tempur yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Dalam situasi tersebut, secara bersamaan India mengejar program untuk meningkatkan kemampuan pesawat tempur yang ada, termasuk Sukhoi-30MKI.

Saat ini ada 240 jet tempur Su-30MKI milik IAF yang rencananya akan membuat pesawat tempur tersebut lebih mematikan dengan senjata canggih dan mutakhir, avionik terbaru dan radar Phazotron Zhuk-AE Active Electronically Scanned Array (AESA) Rusia, yang dapat melacak 30 target udara dan menghadapi enam target secara bersamaan. Program Upgrade Su-30MKI ini dilakukan bermitra dengan Rusia, dirilis India.com, 24/10/2017.

Wakil Kepala Angkatan Udara India Marsekal SB Deo mengatakan pasukan berharap program meng-upgrade SU-30MKI dapat segera dimulai.

Menurut pejabat senior IAF, India menerima pesawat tempur Su-30MKI pertama pada tahun 2004 dan sejak saat itu telah dilakukan upgrade besar-besaran di pesawat militer, teknologi dan sistem senjata, termasuk rudal dan bom.

Su-30MKI India (photo: Bikash R Das / commons.wikipedia.org)

India memberikan kontrak kepada Rusia pada tahun 2010 untuk menginstal radar baru, komputer onboard, sistem peperangan elektronik dan kemampuan untuk membawa rudal jelajah BrahMos terhadap 40 pesawat tempur Su-30MKI, yang kini dinamai sebagai Super-30. Jet-jet tempur yang diupgrade bergabung kembali dengan IAF pada tahun 2012.

IAF sekarang ingin melengkapi Su-30MKI dengan rudal stand-off dengan jangkauan 300km dan mesin turbofan AL-41F. Angkatan Udara India mengincar rudal serangan ke darat Brimstone dan rudal udara-ke-udara jarak jauh, Meteor, untuk melengkapi pesawat tempur mereka yang paling paten.

IAF telah memesan 42 tambahan jet tempur Su-30MKI untuk meningkatkan jumlah pesawat dari 272 menjadi 314. Pesawat ini akan menjadi andalan IAF untuk dekade berikutnya. India Hindustan Aeronautics Limited (HAL) sedang membangun pesawat tempur superior multirole twinjet dengan lisensi dari Sukhoi asal Rusia.

Kekuatan IAF saat ini sebanyak 33 skadron (masing-masing 18 pesawat tempur), yang mana India sebenarnya membutuhkan 42 skadron untuk mengantisipasi perang di dua front dengan China dan Pakistan. India mencoba untuk menambah jumlah skadron dengan memasukkan Light Combat Aircraft Tejas dan 36 jet Rafale ke dalam armada tempur IAF.

  21 Responses to “Su-30MKI Kembali Diupgrade Biar Lebih Paten”

  1.  

    Sesuai dg tuntutan keadaan memaksa India untuk trs memperkuat pertahanan negaranya… SU-30 radarnya AESA & bisa bawa rudal Standart NATO…

  2.  

    Duit india gk hbs hbs….ini negara kalo beli juga borongan. Patut di contoh hiks hiks hiks.

    •  

      ngk bisa habis apanya..?? karena tuntutan keadaan yg memaksa india berinvestasi besar2an dibidang militer. Padahal lebih dari 500 juta penduduknya dibawah garis kemiskinan.. Penghasilan perkapita India juga termasuk yg rendah hanya $1.700 dollar pertahun dibanding Indonesia $3.900 dollar.. Kalau mau Indonesia juga bisa menaganggarkan $50 miliyar dollar atau sekitar 600 triliyun untuk anggaran pertahanan.. tpi kamu mau jika setengah penduduk indonesia kembali miskin.??

  3.  

    hahaha tepok jidak dulu ah…….. #pok #pok

    mana bisa pasang radar zhuk-ae ke sukhoi, sudah tahu radom sukhoi gede, diameter zhuk-ae kecil.
    ibarat mau bore up, dinding liner muat 60mm, tapi pakai sehernya yang kecil 50mm…lha itu gimana ceritanya…hihi

  4.  

    India takut sama Pakistan dan China….mau atau tidak mau….wajib upgrade pespur

  5.  

    tetap aja mau di apgred ke generasi plus plus juga India msih ktergantungan sma Rusia, ga kaya cina

  6.  

    Su35 IWB dgn stealth perunit 179 juta dollar siap tempur.
    Indonesia dgn su27 sebanyak 11 unit 16 triliun siap tempur non stealth, tapi masih ketinggalan dgn india yg menginginkan su30, ufgrade avionik baru, senjata, mesin baru, radar aesa, fitur stealth, hampir total semua diufgrade sebanyak 242 unit, dgn biaya keseluruhan 179 x 242= USD 43,318, Inilah hitungan aslinya, hitungan gue kmrin keliru

    Hahhahaaaa

    •  

      Jika mesin baru dgn fitur stealth tanpa body stealth, mungkin biaya ufgrade akan dikurangi USD 18 juta – USD 179 Juta=USD 161 x 242 unit= USD 38,962milyar + ToT= selamaaat

      Hahhahaaaa

    •  

      Bodi Su-35 tidak dirancang Stealth Carin. Kalo pun pake cat penghalau dan penyerap gelombang radar, RCS yg dihasilkan masih lum kecil, masih sekitar +- 1m2, lagian masih pake mesin Saturn AL-31 yg semburannya diliat pake IRST dari jarak 80 km mungkin masih keliatan, tenaganya aja yg gede dan bisa ngepot2.

      Fitur yg sama dgn fitur pespur gen-5 cuma avioniknya aja. Duhh, malu-maluin Russia fan boys aja nih anak. Nih tanya Si Jimmy, beneran gak yg Lo omongin. Pake nyebut Su-35 udah ada varian Stealth segala.

      •  

        Berarti setiap artikel yg loe baca masih nyangkut digigimu.

        Begini, india kmrn menginginkan Su30 ufgrade, dr avionik, senjata, mesin baru dgn fitur stealth & radar aesa, ini hampir semua diufgrade cuma yg tidak masuk afgrade itu body stealthnya, bukan berarti tidak bisa, sangat bisa dgn menggunakan bahan polimer berpaduan pasir kristal kuarsa, yg bisa menyerap radar, tidak mesti mengecet, kalaupun tidak bisa? Masih ada cara lain, menggunakan bahan Su57 si manis ngengat, hahhahaaa.

        Kalau yg dimaksud dgn mesin baru fitur stealth itu ciri2nya setiap semburannya yg mengandung radiasi panas? Akan bersamaan mengeluarkan pendingin & pendinginnya itu 100x lebih dingin dr kulkas yg prnah loe lihat, tapi minyaknya lumayan jugaaa, hahhahaaa.

        Mudah2an komen sy ini tidak dicuri CIA & tidak pula nyangkut digigimu

        Hahhahaaaa

 Leave a Reply