Jan 072019
 


Su-35 (foto : Wikipedia)

Pesawat tempur Su-35 “haus darah” melawan pesawat tempur pesaing, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keinginan Rusia yang ingin menggenjot ekspor pesawat tempur Su-35.

Meski sudah diproduksi sebanyak 100 unit Su-35, dimana 24 diantaranya sudah diekspor ke Tiongkok dan selebihnya digunakan oleh Angkatan Udara Rusia sendiri, namun jumlah tersebut masih terasa kecil bila dibandingkan dengan produksi dan ekspor Su-30 berbagai varian.

Digadang-gadang sebagai penerus pesawat tempur termodern Flanker Su-27, Su-35 masih belum menjumpai lawan-lawan di udara. Meski pernah melakukan misi pemboman di Suriah, Su-35 seperti pesawat tempur yang kesepian karena menghadapi kelompok ISIS yang tidak memiliki kekuatan udara.

Meski ada beberapa negara yang menyatakan ketertarikannya untuk membeli Su-35, namun hingga kini belum ada kepastian pembelian dari negara lain setelah China.

Su-35 sebenarnya sangat tepat sebagai pesawat tempur dengan kemampuan diatas pesawat tempur generasi 4 namun dibawah generasi 5 karena tiadanya fitur stealth.

Untuk negara – negara yang tidak mampu membeli pesawat generasi 5 ataupun tidak bisa membeli karena larangan dari negara produsen pesawat siluman, Su-35 adalah pesawat tempur yang bisa dijadikan pilihan.

Dengan kecanggihan pada sistem avionic (meski beberapa analis menilai masih lebih baik avionic buatan Barat dan Eropa), kekuatan mesin yang besar, sistem knalpot mesin yang fleksibel dan kemampuan menembakkan persenjataan terbaru buatan Rusia, Su-35 ditangan pilot yang mahir dapat membuat kesulitan bahkan pesawat tempur generasi lima F-35 buatan AS.

jakartagreater.com
 Posted by on Januari 7, 2019  Tagged with:

  10 Responses to “Su-35 di Tangan Pilot Mahir Bisa Sangat Berbahaya”

  1.  

    Su-35 memiliki – Tiga pendeteksi ancaman, yaitu :
    1. MAWS (Missile Approach Warning Sensor) dengan enam detektor (depan kopit, belakang kokpit, bagian bawah bodi) yang mampu mendeteksi peluncuran rudal hanud panggul (MANPADS) dari jarak 10 km, rudal udara ke udara dari jarak 30 km, maupun rudal hanud darat ke udara jarak menegah dari jarak 50 km.
    2. Laser Warning Sensor yang masing-masing sebuah diposisikan di samping bagian depan dekat hidung pesawat, mampu mendeteksi penjejakan oleh perangkat laser rangefinder lawan dari jarak 30 km.
    3. Radar Warning Receiver (RWR) L150-35 pastel yang juga digunakan oleh beberapa pesawat tempur Rusia lainnya, dan mempunyai keistimewaan bisa digunakan sebagai perangkat penuntun rudal antiradar (anti radiation missile) seperti Kh-31P, yaitu varian anti radar dari rudal berkecepatan tinggi Kh-31( AS- 17 Krypton). Detektor pada nomer 1 dan 2 diatas dibuat oleh NPK-SPP, sedangkan nomer 3 dibuat oleh TKBA (Tsentralnoye Konstruktorskoye Byuro Avtomatiki / Central Design Bureau of Automatics)…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/sukhoi-su-35s-flanker-dinasti-flanker.html

  2.  

    sukhoi memang membingungkan,,,, setahun yg lalu klo ga salah su-30 bercanard yg akan dijadikan tulang punggung frontal aviation eh VVS ding,,,, waktu di malaysia sudah turunin su-30sm bahkan sampai ada versi exportnya su-30sme 🙄 ……

    sekarang tahu2 sudah jadi 100 bijik aja tuh su-35 🙄 klo su-30sm populasinya cuma berapa, bisa dihitung pake jari…..

    tpi klo bisa buka dulu link yg dibawah ini 🙄
    https://mega.nz/#!KAoWCCRK!Glj4Y9XA-utH-HB6w_vbYTd-xswhC_HKsBvuLTybTMU

  3.  

    Mau tambah garang, mau tambah sangar bikin migren aja ni pesawat..

  4.  

    MAU GEN 4 tanpa PLUS si 35 ini tetaplah membuat gentar KAWASAN………
    MAKSUD NYA Gentar dengan SANKSI NYA USA…………… Mueheheheheee

  5.  

    Makin sedap aja bumbu penyedap promosi ni h SU-35 TNI AU harab2 cemas akan kepastian peberimaannya!he3