Su-35 Hanya Bisa Dijadikan Pesawat Tempur “High Class”

Indonesia segera menambah kekuatan armada tempur udara. Kementerian Pertahanan akan membeli 10-11 unit pesawat tempur Su-35 buatan Rusia yang akan menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Su-35 yang mendapat julukan Super Flanker sudah mulai memperkuat Angkatan Udara Rusia dengan menunjukkan kemampuannya yang mumpuni di medan perang Suriah. Dan hasil dari uji di medan perang tersebut, beberapa negara kepincut untuk segera memilikinya termasuk Uni Emirate Arab.

Su-35 bisa dikatakan sebagai jet tempur pesawat generasi 4++ Rusia yang paling canggih, yang secara teknis kemampuannya berada diatas pesawat generasi 4 lainnya seperti Rafale, F-18 dan F-16.

Jangkauan radar Super Flanker dua kali lebih jauh dibanding pesawat tempur generasi 4 atau 4+, yang memungkinkan Su-35S melakukan aksi First Look-First Shoot-First Kill lebih dahulu sebelum pilot musuh melihat super flanker.

Di sektor mesin milik Su-35S jauh lebih bertenaga, mesin ganda 117S sangat kuat di banding pesawat tempur lain. Mesin 117S juga menggunakan system Trust vectoring control (TVC), selain membuatnya lebih lincah juga dapat take off pada landasan yang pendek.

Namun bukannya tanpa cela, Su-35 juga memiliki sejumlah kelemahan yang sepertinya masih menjadi pertimbangan khusus bagi negara – negara yang ingin membelinya, apalagi yang memiliki anggaran pertahanan pas-pasan.

Su-35 hanya tersedia dalam varian kursi tunggal, menjadikan proses untuk melatih pilot tempur hanya bisa dilakukan di simulator atau menggunakan pesawat tempur Su-30 lain.

Biaya operasional per jam Su-35 juga terbilang paling tinggi, biaya terbang per jam (cost of flying per hours) pesawat tempur Flanker lainnya mencapai US$7.000, sedangkan pada Su-35 biaya operasi per jam bisa mencapai dua kali lipatnya, sekitar US$14.000. Sebagai perbandingan biaya operasional per jam F-16 hanya US$3.600.

Biaya operasional yang mahal menjadikan Angkatan Udara Indonesia akan kesulitan apabila menjadikan Su-35 sebagai pesawat tempur patroli rutin. Lebih tepat apabila Su-35 dijadikan pesawat tempur “High Class”, yang beroperasi secara berkala dan khusus diterjunkan untuk menghadapi pesawat tempur musuh dengan prioritas tinggi.

Leave a Reply