Aug 172018
 

Su-35 Rusia. (photo : facebook MoD Russia -Mil.ru).

Jakarta, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan pembahasan pengadaan 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 sudah tuntas, dan dijadwalkan pesawat tiba bertahap pada Oktober 2019.

“Sudah selesai pembahasannya, itu kan G to G (goverment to goverment) yang belum imbal dagangnya,” ujar Ryamizard kepada ANTARA, usai melakukan kunjungan kerja ke Filipina, 11-8-2018.

Perjanjian pembelian 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia seharga 1,14 miliar dollar AS atau Rp 15,3 triliun (kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500) telah ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Rusia.

“Tidak ada masalah, semua sudah tuntas, kontrak sudah ditandatangani. Imbal belinya yang belum,” kata Ryamizard Ryacudu. Kontrak pembelian SU-35 itu dengan spesifikasi full combat (persenjataan lengkap) antara Indonesia-Rusia ditandatangani pada Februari lalu.

Dalam pembelian pesawat tersebut, Indonesia dan Rusia menggunakan sistem imbal beli. Dengan skema imbal beli, Rusia diwajibkan membeli komoditas dari Indonesia sebesar 50 persen dari harga Sukhoi Su-35 tersebut atau senilai 570 juta dollar AS. Adapun produk yang ingin dibeli Rusia dari Indonesia adalah karet, teh, kopi dan kelapa sawit.

Terkait informasi yang menyebut AS berusaha menekan Indonesia agar tidak membeli Sukhoi dari Rusia, Menhan Ryamizard menegaskan, “Hubungan kita dengan Amerika Serikat baik kok. Saya dengan Mattis (Menteri Pertahanan AS James Mattis), bahkan seperti saudara”.

“Kita berdaulat, dan kita memiliki hubungan yang baik dengan semua negara termasuk Amerika Serikat, Rusia dan China,” katanya. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara Marsda TNI Johanes Berchman SW mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan penerbang yang akan mengawaki Sukhoi Su-35.

“Semua sudah siap,” katanya. Awal pekan ini, Deputy Director of The Air Force Departement Rusia, Tsyplakov Yury beserta tim melakukan survei di Pangkalan Udara Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

Survei selama dua hari tersebut untuk mempersiapkan kedatangan pesawat Sukhoi SU-35 yang dibeli pemerintah RI dari Rusia. Sepuluh orang ahli melakukan survei yang meliputi hanggar, `shelter`, `apron`, `aerodrome`, `runway`, `taxyway`, `fire fighter vehicles`, GPL, simulator, Depo 60, dan objek lainnya.

  11 Responses to “Su-35 Indonesia Ditargetkan Tiba 2019”

  1.  

    Siapin sapu dulu aaaah mana tahu ada kucing buduk masuk sini.

  2.  

    Merdeka…

  3.  

    Normatif…

  4.  

    Lho imbal beli sama barter beda yah?

    •  

      kalo barter kan langsung tukeran, barang a sama b, kalo imbal beli hanya keharusan beli produk dari pihak pembeli, bisa ditentukan atau bisa juga terserah yang mau beli produknya. Indonesia menentukan jumlah tertentu jenis barang, Russia tinggal memilih mau beli yang mana.

      barter menggunakan harga yang disepakati di awal. imbal-beli menggunakan harga pasar atas masing-masing barang yang berlaku ketika transaksi beli terjadi.

  5.  

    sudah selesai bagian menhan, tinggal perdagangan aja bisa nembus pasar rusia apa kgk.
    klo imbal dagang = imbal(membalas jasa) dagang. membalas jasa dagangnya 50% dr harga sukro.
    gitu dek jadinya…….

  6.  

    kalau beli dari rusia.elu boleh beli dan mau di pakai buat apa terserah anda.
    beda jauh kl beli dari si amer.
    eluh blh beli tapi kl mau buat serang mesti ijin dulu.mau buat serang mana bro.jgn serang anggota nato loh.nanti gue embargo tau rasa.wkkkkkkkk

 Leave a Reply