Feb 202016
 

SONY DSC

China akan menerima bacth pertama yang terdiri dari empat pesawat tempur Su-35 pada akhir tahun ini dan sisanya akan diserahkan dalam dua tahun ke depan, rilis TASS pada Jumat 19/02/2016.

“Bacth pertama empat jet tempur Su-35 akan dipasok ke China tahun ini,” ungkap seorang sumber di lingkup kerjasama militer-teknis kepada TASS, dan menyatakan kontrak pembelian akan diselesaikan dalam tiga tahun.

Moskow dan Beijing menandatangani kontrak tahun lalu untuk pengiriman 24 jet tempur Su-35 ke China senilai setidaknya $ 2 miliar. Cina adalah negara asing pertama yang membeli pesawat tempur generasi baru ini.

The United Instrument Manufacturing Corporation (bagian dari Perusahaan Negara Rostec) mengatakan kepada TASS sebelumnya bahwa perusahaannya sudah mulai merakit sistem komunikasi untuk pesawat Su-35 yang akan dipasok ke China.

Su-35 adalah pesawat tempur generasi 4 ++ yang sangat ditingkatkan – jet tempur yang super manuver dan serbaguna, menggunakan beberapa teknologi pesawat tempur generasi kelima.

Pesawat tempur ini menggabungkan frame pesawat yang diperkuat, radar dan avionik yang ditingkatkan, mesin dengan daya dorong vectoring, dan jejak radar yang minim.

Berkecepatan maksimum 2.39 mach, jangkauan hingga 3.600 km (1.940 mil), dan radius tempur sekitar 1.600 km (995 mil). Su-35 juga dipersenjatai dengan meriam internal GSH-301 30 mm dan 12 cantelan untuk membawa beragam roket, rudal dan bom.

Bahkan menurut analis pihak Barat, dibandingkan pesawat siluman T-50 Pakfa, yang membedakan dengan Su-35 hanya desain rangka, airframe dan weapon bay yang tersembunyi saja.

Su-35 memiliki sistem radar NIIP Irbis, avionic dan mesin NPO Saturn 117 yang kesemuanya sama dengan yang terpasang pada T-50 Pakfa. Dengan kemudahan dalam perawatan dan harga yang berbeda jauh, diprediksi Su-35 lebih menarik untuk diakusisi dibandingkan T-50 Pakfa.

 Posted by on Februari 20, 2016