Sep 142019
 

Jet tempur Su-35 (foto : Cem Dogut)

Pesawat tempur Su-35 Rusia dilaporkan mencegat pesawat tempur Israel di Suriah selatan pada malam tanggal 10 September, sehari setelah 18 orang tewas dalam serangan yang diduga dilakukan Israel terhadap pos tentara Suriah yang menampung milisi yang berafiliasi dengan Iran, lansir Defeseworld.

Pesawat Rusia lepas landas dari pangkalan udara Khmeimim dan mencegat pesawat tempur Israel di atas Suriah selatan, lansir Avia.pro yang mengutip dari sumber yang tidak disebutkan namanya. Beberapa sumber berita Rusia lainnya juga melaporkan kejadian ini tanpa atribusi.

Israel belum mengomentari perkembangan ini dan laporan sebelumnya tentang penyerangan posisi Iran di Suriah oleh pesawat tempurnya. Kementerian Pertahanan Rusia juga belum membuat komentar tentang pesawat tempurnya yang mencegat pesawat Israel.

Instalasi sistem rudal S-300 oleh Suriah tampaknya tidak menghalangi pesawat tempur Israel yang menyerang target Suriah dengan impunitas. Namun, dengan pesawat tempur Rusia di langit, pesawat Israel mundur tanpa konfrontasi, tulis Avia.ru.

Rusia berada di bawah tekanan dari Suriah sejak serangan pada 9 September ketika ada serangan pesawat tempur yang menargetkan depot senjata Suriah, menewaskan sedikitnya 18 orang dalam serangan malam hari.

Sebelumnya selama kunjungannya ke kota Sochi Rusia pada hari Kamis, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa negaranya harus diizinkan untuk bertindak bebas terhadap Iran.

Menurut Israel, koordinasi keamanan antara Israel dan Rusia penting, karena dalam sebulan terakhir telah terjadi peningkatan serius Iran di Suriah dan menempatkan rudal presisi untuk digunakan melawan Israel, klaim Israel seperti dikutip media Rusia

Kedua pemimpin telah bertemu lebih dari selusin kali dalam beberapa tahun terakhir dan militer negara-negara itu telah bekerja untuk menghindari bentrokan tak disengaja di Suriah, di mana Israel mengatakan telah melakukan ratusan serangan terhadap target Iran untuk menghentikan Teheran membangun kehadiran militer permanen di Suriah.

Bagikan:
 Posted by on September 14, 2019