Feb 182016
 

images (3) copy
Foto hanya ilustrasi

Seperti dilansir beberapa media pada 16 Februari, pesawat tempur Angkatan Udara Rusia sering membayangani penerbangan pesawat tempur Tornado milik Angkatan Udara Jerman yang melakukan misi pengintaian di wilayah udara Suriah.

Meskipun membayangi sebuah pesawat tempur asing di langit Suriah dapat menyebabkan situasi yang menegangkan dan berbahaya, kedua belah pihak bertindak secara profesional dan tanpa insiden.

Letnan Jenderal Joachim Wundrak, pejabat Luftwaffe Jerman yang baru saja kembali dari pusat koordinasi operasi anti ISIS di Qatar, pilot Angkatan Udara Rusia tidak bertindak agresif terhadap pesawat Tornado Jerman dan tidak ada insiden serius yang terjadi dan ‘pertemuan pesawat tempur keduanya berlangsung secara profesional’.

Wundrak mengungkapkan bahwa di antara pesawat tempur yang digunakan oleh Rusia untuk membayangani Tornado Jerman adalah pesawat tempur superioritas udara Su-35S Flanker yang baru bergabung di Suriah beberapa minggu yang lalu.

Menurutnya penerbangan pesawat tempur Rusia yang membayangi pesawat temprur koalisi seakan memberi isyarat jelas “tidak seperti koalisi internasional anti ISIS (pimpinan AS), Rusia beroperasi atas undangan pemerintah Suriah yang sah”.

Namun demikian menurut Wundrak pertemuan pesawat tempur Rusia dan Jerman dilakukan secara aman karena pilot Luftwaffe Jerman sudah berpengalaman berinteraksi dengan pilot-pilot dari Rusia selama malakukan misi Baltic Air Policing, di mana Jerman secara teratur mengerahkan jet tempurnya untuk berpatroli wilayah udara negara-negara anggota NATO yang tidak memiliki pesawat tempur pencegat seperti Estonia , Latvia dan Lithuania.

Luftwaffe telah mengerahkan enam pesawat tempur pembom Tornado dan pesawat tanker Airbus ke pangkalan udara NATO di Incirlik Turki sebagai bagian dari kontribusi Jerman untuk perang melawan ISIS.

Theaviationist

Bagikan:
 Posted by on Februari 18, 2016