Su-35, Su-30SM dan Su-27SM3 Tetap Menjadi Pesawat Tempur Garis Depan Rusia

Dimasa depan Angkatan Udara Rusia ingin memiliki kekuatan total 700 pesawat. Hingga tahun 2025 dari sejumlah 700 pesawat, 40% diantaranya adalah pesawat tempur superioritas udara sedangkan sisanya terdiri dari pesawat pembom, pesawat serang, pesawat pengintai, pesawat latih dan pesawat-pesawat khusus.

Sekitar 450 pesawat adalah dari tipe Sukhoi, selain itu dengan belum diproduksinya secara penuh pesawat tempur generasi kelima, maka pesawat tempur multirole Su-30SM dan Su-35, serta sejumlah Su-27 SM2 dan Su-27SM3 masih akan tetap menjadi pesawat tempur garis depan Angkatan Udara Rusia. Termasuk juga sisa-sisa MiG-31, MiG-29 dan pesawat tempur terbaru MiG-35.

Pada saat ini, dari catatan data berbagai sumber, Angkatan Udara Rusia memiliki sekitar 580 pesawat tempur dari berbagai jenis. 210 diantaranya berumur kurang dari 10 tahun (58 unit Su-35S, 66 unit Su -30SM, 20 Su-30M2 dan 12 Su-27SM3, 44 MiG-29 SMT, 10 MiG-29UB) sedangkan 370 lainnya adalah pesawat tempur tua yang terdiri dari sekitar 160 unit Su-27, 120 unit MiG-29, dan 90 unit MiG-31.

Untuk mencapai target 700 pesawat tempur pada tahun 2025, Angkatan Udara Rusia memerlukan pasokan teratur dari produksi pesawat tempur Su-35 dan Su-30SM, yang rata-rata kecepatan produksinya mencapai 25-30 unit per tahun selama periode 2021-2025.

Adapun pesawat tempur generasi kelima T-50 PAKFA hanya bisa menyumbangkan batch produksi yang relatif kecil selama periode 2021-2025, dan kemungkinan baru benar-benar diproduksi secara massal pada “tahap kedua “usai tahun 2025 nanti.

Leave a Reply