Apr 212014
 
Sukhoi Su-35

Sukhoi Su-35

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Salam sejahtera.

Beberapa minggu sampai sekarang JKGR tercinta menampilkan artikel-artikel terkait dengan Su-35, dan menimbulkan komentar pro dan kontra yang ramai secara sehat. Mengapa begitu? Tentu saja terkait antara lain dengan keputusan TNI AU dalam memilih Su-35 sebagai pilihan nomor 1 sebagai pengganti F-5, dan antisipasi ancaman kedaulatan udara kita jangka waktu 5 – 10 tahun ke depan.

Pertanyaannya, mengapa sebagai nomor 1 dipilih Su-35, dan bukan pespur lain seperti F-16 Fighting Falcon di atas blok 24 buatan Amerika Serikat, F-15 Strike Eagle buatan Amerika Serikat, atau SAAB Gripen buatan Swedia, maupun Eurofighter Typhoon buatan konsorsium Eropa, atau Rafale buatan Perancis. Meskipun tidak pernah dijelaskan secara gamblang, namun dapat diduga bahwa TNI AU tidak mau diembargo lagi, sudah berpengalaman dan nyaman lebih satu dekade mengoperasikan pesawat sejenis (Flanker), dan percaya/ yakin kepada kelebihan Su-35 di atas pespur-pespur lain tersebut. Soal harga itu adalah domain pemerintah, meskipun nyatanya harga Su-35 sangat bersaing.

Beberapa fitur-fitur kelebihan Su-35, yaitu antara lain :
o Pengembangan Su-35 dari Su-27M
o Airframe (Fuel fraction, combat persistence dll)
o Radar (avionik dan ECM)
o Kinematika (Thrust vectoring control 3D, wing loading, T/W ratio dll)
o Persenjataan
o Nilai strategis dan taktis,

Namun tidak semuanya dibahas karena akan memakan ruangan yang cukup besar. Supaya tidak ditegur oleh Bung Diego/ Bung NYD, maka rencananya Insha Allah akan ditulis dalam beberapa seri.

Beberapa singkatan kata

W/L : wing loading
T/W : thrust weight (ratio)
TVC : thrust vector control
3D : 3 dimensi
VLO : very low observables (siluman/ stealth)
MFD : multi function display
HUD : heads up display
HOTAS : hands on throtle and stick
SINS : strapdown inertial navigation system
SAR : synthetic aperture radar
JTIDS : joint tactical information distribution system
MIDS : multifunctional information distribution system

Pengembangan Su-35
Su-35 dikembangkan dari Su-27M, sebagai sebuah konsep upgrade komprehensif dari keluarga pesawat tempur Su-27/ Flanker, dan telah dimulai pada pertengahan dekade pertama abad baru. Jadi, apa yang baru dalam desain Su-35 itu ?.

Airframe : peningkatan airframe menampilkan lebih banyak paduan titanium, yang menghasilkan perpanjangan service life pesawat yang cukup besar hingga 6.000 jam atau 30 tahun beroperasi, dengan waktu sebelum rekondisi pertama dan antara overhaul tumbuh sampai 1.500 jam atau 10 tahun beroperasi.

Konfigurasi aerodinamis Su-35 adalah sama seperti yang Su-27, lihat Gambar 1 dan 2, ada perbedaan sedikit lebih besar di tinggi badan dan bentang sayap, dan juga karena dilengkapi dengan TVC 3D, kemungkinan posisi mesin lebih renggang serta di belakang sedikit menjorok ke luar untuk memaksimalkan efek TVC. Namun volume internal badan pesawat didesain ulang memungkinkan peningkatan kapasitas bahan bakar Su-35 lebih dari 20 persen menjadi 11.500 kg dibandingkan 9.400 kg kapasitas Su-27 . Selain itu, pesawat dapat membawa dua drop tank 1.800 liter masing-masing di bawah sayap. Dengan drop tank, total ukuran kapasitas bahan bakar menjadi 14.300 kg. Pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem pengisian bahan bakar AAR.

Gambar 1 – 3 view line drawings Su-27

Gambar 1 – 3 view line drawings Su-27

Gambar 2 – 3 view drawings Su-35

Gambar 2 – 3 view drawings Su-35

Keluarga pesawat tempur Flanker dari semula tidak didesain sebagai pesawat VLO, namun berita beredar menyebutkan bahwa Su-35 akan dilengkapi dengan radar absorbent material untuk mewujudkan pemotongan/ reduksi X–band RCS dalam sektor ± 60°.

On board systems: berbeda dengan Su-30MKI, tidak akan memiliki canards tetapi akan menampilkan sebuah quadruplex, digital fly-by-wire control system KSU-35 dikembangkan oleh Avionika Moscow Research and Production Complex JSC (MNPK Avionika). Ciri khas dari Su-35 adalah on board systems baru yang utamanya adalah sistem informasi manajemen (IMS), yang mengintegrasikan informasi, fungsional, logis, dan subsistem perangkat lunak ke dalam sebuah kompleks tunggal yang menjamin interaksi antara pilot dan peralatan.

IMS termasuk dua pusat komputer digital, perangkat pembantu dan informasi serta sistem indikasi yang dibangun di atas konsep “all glass cockpit”, dengan dengan dua 230mm x 305mm LKM-35 liquid crystal display resolusi tinggi dengan panel kontrol multifungsi dan HUD display IKSh-1M dengan lebar bidang pandang (FOV) 20° x 30°.

Pilot memiliki dua VHF / UHF sistem komunikasi radio terenkripsi dan sistem data link militer yang jam resistant antara pesawat dalam satu skuadron dan antara pesawat dan ground control. Sistem navigasi didasarkan pada tampilan peta digital dengan sistem navigasi inersial strapdown (SINS) dan GPS. Pada saat yang sama, KSU-35 akan menangani fungsi keselamatan proaktif. On board systems dan persenjataan serta kontrol mesin di kokpit baru Su-35 dikendalikan oleh tombol multi-fungsi dan switch pada joystick kontrol pesawat. Sehingga konsep HOTAS direalisasikan dan kinerja penerbangan dan manuver tempur akan menjadi lebih maju karenanya.

Gambar 3 – Simulator Su-35 all glass cockpit dan joystick

Gambar 3 – Simulator Su-35 all glass cockpit dan joystick

Sistem ini menggantikan penanganan pekerjaan yang dulu dilakukan oleh beberapa sistem individu di Su-27, fly- by-wire system, sistem kontrol otomatis, peringatan stall dan data udara, pengereman roda landing gear dan sistem kontrol nosewheel .

Kokpit dilengkapi juga dengan sebuah kursi lontar Zvesda K-36D-3.5E zero-zero ejection seat yang memungkinkan pilot untuk eject pada zero speed dan pada zero altitude.

Engines : fitur kunci lain membedakan Su-35 dari pendahulunya keluarga Su -27 adalah mesin pendorong yang sangat ditingkatkan dikembangkan oleh NPO Saturnus dan dijuluki ‘Produk 117S’.

Sejauh desain mesin yang bersangkutan, ini adalah turunan dari produksi sebelumnya AL-31F, menggunakan teknologi generasi kelima, kipas dengan diameter 3 % lebih besar ( 932 mm dari 905 mm ), kemajuan metalurgi dan sistem kontrol all-new digital.

Ketentuan telah dibuat untuk menggunakan nozzle TVC 3D mirip dengan AL- 31FP . Upgrade telah menghasilkan tambahan gaya dorong sebesar 16% menjadi 14.500 kgf dalam moda afterburner/ wet dan sebesar 8.800 kgf dalam maksimal moda non– afterburning/ dry . Dibandingkan dengan AL – 31F , service life mesin baru melonjak dengan faktor 2-2,7 kali, dengan waktu antara overhaul meningkat dari 500 jam ke 1.000 jam, waktu sebelum perbaikan pertama di 1.500 jam dan umur mesin melonjak dari 1.500 jam ke 4.000 jam.

Gambar 4 – Mesin 117S (AL-41F1) mesin generasi 5 dengan TVC 3D

Gambar 4 – Mesin 117S (AL-41F1) mesin generasi 5 dengan TVC 3D

X-band Radar: Su-35 telah dilengkapi dengan X-band radar PESA ‘Irbis’ E, yang merupakan komponen penting dari sistem fire control pesawat, merupakan pengembangan dari NIIP PESA ‘Bars’ radar, yang mempunyai sudut pindai lebih besar dan dipasang ke sebuah two-axis (azimuth and bank) hydraulic drive. Radar ini mampu mendeteksi sasaran udara RCS 3 meter persegi head-on pada jarak 400 km (250 mil), sementara overtaking pada jarak tidak kurang dari 150 km (dengan tinggi sasaran 10 km atau lebih).

Sasaran “siluman” RCS 0.01 meter persegi dapat dideteksi pada jarak 90 km. Dan dapat melacak (track & scan) 30 sasaran udara dan mengunci serta menembak delapan di antaranya pada waktu yang sama, memastikan penembakan simultan dari dua sasaran dengan dua rudal pemindai semi- aktif dan hingga delapan sasaran dengan delapan rudal pemindai aktif, dalam kasus seperti empat sasaran pada jarak lebih dari 300 km. Radar juga dapat memetakan sasaran di tanah dengan menggunakan berbagai moda, termasuk moda SAR.

 Gambar 5 – Radar Irbis E (kanan) dengan dudukan two-axis (azimuth and bank) hydraulic drive (kiri)


Gambar 5a – Radar Irbis E

 Gambar 5 – Radar Irbis E (kanan) dengan dudukan two-axis (azimuth and bank) hydraulic drive (kiri)


Gambar 5b – Radar Irbis E  dengan dudukan two-axis (azimuth and bank) hydraulic drive

L-band Radar : Su-35 juga dilengkapi dengan 2 radar L-band yang dipasang di leading edge sayapnya. Radar L-band ini menjadi sangat penting karena pesawat siluman rentan terhadap radar yang beroperasi pada gelombang pendek seperti L-band dan juga VHF-band.

Website APA mem-posting artikel yang bagus “Assessing the Tikhomirov NIIP L-Band Active Electronically Steered Array” tentang ini. Selain sebagai counter VLO, radar L-band juga dapat dikembangkan untuk digunakan pada :

o Pelacakan pasif jarak jauh sudut dan geolokasi dari emitter JTIDS/MIDS/Link-16.
o Pelacakan pasif jarak jauh sudut dan geolokasi dari L-band AEW&C / AWACS dan radar di darat.
o Pelacakan pasif jarak jauh sudut dan geolokasi IFF musuh (yaitu Barat) dan transponder SSR.
o Active jamming daya tinggi dari emitter JTIDS/MIDS/Link-16.
o Active jamming daya tinggi dari penerima navigasi satelit di daerah yang luas.
o Active jamming daya tinggi jarak jauh L-band AEW & C / AWACS dan radar di darat .
o Active jamming daya tinggi guided munition command datalinks di daerah yang luas.

Gambar 6 – Radar L-band dipasang pada wing leading edge

Gambar 6 – Radar L-band dipasang pada wing leading edge

 Gambar 7 – Susunan AESA menghasilkan bentuk kipas yang menyapu di azimuth untuk menutupi volume di sebelah depan pesawat


Gambar 7 – Susunan AESA menghasilkan bentuk kipas yang menyapu di azimuth untuk menutupi volume di sebelah depan pesawat

 Gambar 8 – Bidang geometris AESA, dengan asumsi sudut mainlobe beam steering angle ± 50° off boresight array (credit APA).


Gambar 8 – Bidang geometris AESA, dengan asumsi sudut mainlobe beam steering angle ± 50° off boresight array (credit APA).

Gambar 9 – Solusi paling murah untuk mendapatkan kemampuan heightfinding adalah menyuruh pilot untuk mengarahkan hidung pesawat ke sasaran kemudian melakukan sebuah aileron roll manoevre pada saat yang sama, dengan demikian memperoleh hasil ketinggian dengan azimut (credit APA)

Gambar 9 – Solusi paling murah untuk mendapatkan kemampuan heightfinding adalah menyuruh pilot untuk mengarahkan hidung pesawat ke sasaran kemudian melakukan sebuah aileron roll manoevre pada saat yang sama, dengan demikian memperoleh hasil ketinggian dengan azimut (credit APA)

Gambar 10 – Solusi cerdas lebih mahal tetapi lebih pasti untuk mendapatkan kemampuan heightfinding adalah dengan menambah antena heightfinding pada sirip tegak ekor pesawat (credit APA)

Gambar 10 – Solusi cerdas lebih mahal tetapi lebih pasti untuk mendapatkan kemampuan heightfinding adalah dengan menambah antena heightfinding pada sirip tegak ekor pesawat (credit APA)

Gambar 11 – Tikhomirov NIIP L-band AESA memiliki potensi pertumbuhan yang besar berdasarkan ukuran airframe pesawat Flanker yang besar, memungkinkan tambahan elemen antena, pendinginan dan daya (credit APA)

Gambar 11 – Tikhomirov NIIP L-band AESA memiliki potensi pertumbuhan yang besar berdasarkan ukuran airframe pesawat Flanker yang besar, memungkinkan tambahan elemen antena, pendinginan dan daya (credit APA)

 Gambar 12 – Diagram sederhana menjelaskan efek gelombang radar pada pesawat siluman : hijau aman, kuning waspada, dan merah kritis


Gambar 12 – Diagram sederhana menjelaskan efek gelombang radar pada pesawat siluman : hijau aman, kuning waspada, dan merah kritis

IRST : Seperti pada pendahulunya, Su-35 juga dilengkapi OLS-35, yang adalah sistem pencarian dan pelacakan inframerah (Infra Red Search & Track), sistem pengendalian penembakan canggih yang dirancang untuk generasi pesawat tempur 4++ menggantikan OEPS-27 dan 30 yang dipasang pada keluarga pesawat Su-27/Su-30. OLS-35 terdiri dari pencari panas, laser rangefinder / designator dan kamera TV bersama dengan algoritma baru dan perangkat lunak canggih untuk mengungguli pendahulunya dalam hal jangkauan, presisi dan keandalan. OLS-35 menyediakan cakupan + / -90° di azimuth dan +60° / -15° di ketinggian dengan berbagai akuisisi sasaran untuk non-afterburning head on target dari 50 km dan 90 km untuk overtaking target. Penjejak jarak laser memiliki lima meter CEP dan berkisar hingga 20 km untuk target udara dan 30 km untuk target di tanah.

Kabarnya, OLS-35 juga dapat digunakan sebagai fire control system kanon 30mm yang diusung Su-35, lebih akurat dari radar.

Kesimpulan dan Penutup
Su-35 adalah sebenar-benarnya generasi pesawat tempur 4++ sebelum generasi 5 (siluman) yang tercanggih di dunia saat ini. Pihak Barat belum punya pesawat sekelas yang bisa menandinginya, apalagi melebihinya. Bila diadu sekalipun dengan pesawat siluman F-22 Raptor, belum tentu kalah, apalagi dengan F-35 Lightning II yang lamban dan gendut dijuluki “Pigeon”.
Karena merupakan pengembangan dari seri keluarga Flanker sebelumnya, maka beberapa fitur canggih Su-35 secara teknis mudah dicangkok/ retrofit ke “adik2nya”, antara lain mesin, radar X-band dan L-band, serta IRST OLS-35.

Sebagai pengguna Su-27/30, TNI AU (sebagaimana juga AU China) pasti merasa kekurangan pada sistem radar yang diusung yaitu N001E Myech/ N001M. Karena itu, dengan membeli Su-35, kita akan mendapat juga kesempatan emas untuk upgrade Flanker kita, sebaiknya dengan cara dikerjakan disini, mungkin melalui semacam Maintenance Depot. Isu selentingan cangkok/ retrofit ini mungkin sudah dilakukan secara rahasia, karena alasan disebutkan di atas. Akan tetapi isu baby Flanker dapat dipastikan tidak benar alias hoax, karena dengan badan yang lebih kecil, Flanker akan kehilangan combat persistence – nya, yang justru merupakan keunggulanya.

Sebagai penutup, mohon maaf bila ada kesalahan disengaja maupun tidak, dan diucapkan terima kasih kepada para pembaca.
Wasalammu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh (by Antonov)

Bagikan:

  387 Responses to “Su-35 Super Flanker Strong !”

  1.  

    waalaikumsalam wr wwb

  2.  

    Mau tanya,
    Lapisan anti radar hasil penelitian ITS perkembangannya udh sampai mana ya? Apa sudah digunakan utk kapal perang/pespur kita.
    Kalo su-35 kita nanti dicat anti radar ini tambah sangar pasti.

  3.  

    bungkuss,,,,,ga pake nunggu lama,jaya Terus nkri

  4.  

    saya sangat setuju kalu TNI_AU PILIH SU-35, udah jangan lama’ bungkus aja PAK PUR 2 SUKDRON SU-35nya

  5.  

    setuju kalau TNI_AU pilih SU-35 untuk NKRI

  6.  

    Betul Bung Telik Sandi ,
    Video manuverability Su-35 ada disini :
    http://www.aviationweek.com/Blogs.aspx?plckPostId=Blog:27ec4a53-dcc8-42d0-bd3a-01329aef79a7Post:4d83fa8d-5080-44b6-9922-26db4499a89b dan
    http://www.youtube.com/watch?v=yVlmoNtcyhY

    Maaf saya belum bisa menampilkan video di komen seperti yang lain.
    Salah seorang komentator Barat setelah menyaksikan sendiri aksi Su-35 malah menulis “it’s like a religious awakening…” he he.

  7.  

    saaaaaaangat setuuuuuuju kalau TNI-AU pilih SU-35, pokonya aye dukung

  8.  

    Tapi katanya Bung Jalo :

    Indonesia akan membuat pesawat sendiri dengan kualitas setara dengan Sukhoi.

    sangat senang dan bangga mengetahui kemajuan dirgantara Indonesia. Tetapi saya kok mikir ya, selama ini teknologi pesawat yang dikuasai oleh Indonesia adalah teknologi baling-baling belum sampai ke arah pesawat tempur jet. mungkinkah bisa langsung melompat ke pesawat tempur setara Sukhoi ??

    Indonesia mampu membuat pesawat tempur serang ringan saja semacam F-50 korea atau F-20 Tiger Shark itu sudah merupakan prestasi awal yang luar biasa.

    untuk menutup gab itu, keberadaan skadron berat SU-35 adalah kebutuhan pokok bagi TNI AU

    •  

      Hehehehehe, mbah moel ngajak diskusi terus… Saya pernah bertemu dengan salah satu dosen yg ikut dalam program ini,.dia mengatakan begini. Dalam mengejar ketinggalan teknologi itu ada 3 yg harus diingat, pertama Basic knowledge, self improvment dan program ToT-nya. Kita sudah punya dasar basic knowledge dari pembuatan pesawat baling2, untuk pembuatan pesawat itu sama saja tergantung instrumennya, kalau sipil itu mengejar keekonomisan dan militer mengejar performancenya. Mereka pernah terlibat dalam project Nova, ini adalah jet latih, disini mereka belajar tentang teknologi dasar pesawat jet.

      Saat tim kita di Korea sana peneliti Korea selalu menganggap sepele kita, mereka kaget karena basic atau dasar ilmu kita sudah lumayan. Orang Korea itu sama kayak Mbah Moel tahunya kita cuman bisa membuat pesawat baling2, jangan salah tim ini telah melewati beberapa kali penelitian dan banyak tidak dibantu oleh pemerintah.

      Ok itu adalah basic knowledge, nah ke self improvment, ada beberapa dosen dan peneliti kita juga sudah melakukan penelitian kepada pespur hawk, F-16, dan sukhoi kita. Salah satu dosen ITB yg saya yg pernah saya temui saat ini di Korea pernah mengatakan ke saya bahwa dia tertarik dengan teknologi air frame-nya sukhoi kita. Katanya, mereka sudah melakukan penelitian untuk mengetahui teknologi2 apa yg ada di pespur sukhoi kita. Dan beberapa pilot kita waktu di Russia juga sudah belajar tentang dasar teknologi Sukhoi. Pesawat yg akan dibangun oleh tim ini juga harus tahu, harus berdasar dari user. Tim peneliti kita sudah tahu apa yg dimau user, makanya mereka membuat kerangka atau preliminary design untuk project kita. Makanya jangan kaget waktu kita tawarkan design ke Korea dan Korea kaget dengan design yg kita kasih. Karena tim berangkat dari sini sudah mempunyai bekal baik preliminary maupun conceptual design.

      Nah tim yg belajar disana selalu mentransfer ilmu yg didapat disana ke tim disini. Karena kalau project ini gagal, ilmu yg sudah didapatkan tidak sia-sia. Disini juga ada tim yg melakukan penelitian dari transfer ilnu yg didapat disana.

      Yg perlu diketahui, tim yg ikut disana yaitu terdiri atas enam pilot pesawat tempur TNI AU, tiga orang dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, 24 teknisi dari PT Dirgantara Indonesia, dan empat dosen teknik penerbangan dari Institut Teknologi Bandung.

      Maaf ngaco ya mbah… 😀

      •  

        salut buat peneliti kita. walaupun atas dasar “curiosity” saja akhirnya bisa melakukan “RE” untuk teknologi airframe sukhoi. Bahkan sampai filosofi airframenya juga ditemukan.

        •  

          Bung Alugoro, ada cerita unik, Pustekbang Lapan itu baru berdiri pada tahun 2011 tim ini rata2 baru tapi dibawah bimbingan beberapa ahli yg pernah terlibat di pesawat baling2…

          Uniknya, tim ini masih baru tapi sudah berhasil membuat konsep design pesawat tempur yg bagus. Rata2 tim yg berpengalaman ini cuma punya beberapa basic seperti ini.

          Kemampuan rancang bangun pesawat terbang telah dimiliki LAPAN dengan dirancangnya pesawat-pesawat terbang latih LT200 pada tahun 1976 (di buat di LIPNUR, prototipe tlh terbang), pesawat penumpang XT 400 pada tahun 1977(mockup tlh dibuat di LIPNUR), serta Pesawat latih tempur tandem (tdk selesai).

          Nah tim Lapan ini, yg cuman didalamnya 5 tim ahli dan banyak tim newbie melakukan pengembangan pesawat tempur dalam setahun. Penelitian itu anggarannya cuman Rp. 250 juta dan hasilnya mereka sudah menghasilkan conceptual design, merancang bentuk luar LFX dan sudah melakuka uji dengan terowongan angin dan simulasi CFD.

          Dan mereka juga sudah dapat nilai purpose LFX, sampai penentuan materialnya sudah mereka dapat. Itu cuman dalam jangka setahun dengan SDM terbatas dan anggaran yg miris. Pengembangan LFX ini seperti yg bung Alugoro katakan dasar “curiosity”.

          Nih saya kasih sedikit hasil perhitungan, kalau diukur secara logika dengan anggaran miris, SDM tim ahlinya sedikit dan yg lain minim pengalam dan orangnya gak banyak gimana bung Alugoro??

          •  

            maaf gambarnya belum muncul bung Jalo. jadi saya komen sikap mereka saja dulu.

            itulah yang saya sebut “Mengenakan Baju Kebangsaan”. walaupun tidak pernah teriak merdeka atau pidato berapi-api tetapi bisa memberikan bukti bagi tanah kelahirannya. setiap orang harus memberikan beban bagi diri sendiri untuk mengangkat harkat dan martabat tanah ini.

            oh ya jika tiba saatnya nanti membangun ifx, dan pengadaan material khusus dari posco sulit di dapat silakan segera cari alternatif yang lebih murah . contoh :

            The corporation VSMPO-Avisma presented its products at the 13th International Engine Forum MFD-2014 in Moscow.

            A full range of semi-finished titanium products produced by VSMPO-Avisma could be seen at the corporation’s stand, according to the news agency UralPolit.Ru, citing the company’s press service.

            The International Engine Forum is one of the biggest events in the world for the machine-building industry. It takes place once every two years.

            This year, the forum is taking place April 15-18. The Russian Ministry of Industry and Trade, the Russian Chamber of Commerce, and the United Engine Corporation (ODK) supported the event, which saw the participation of more than 100 Russian and foreign companies.

            http://engineeringrussia.wordpress.com/2014/04/21/vsmpo-avisma-participated-in-the-international-engine-forum/

          •  

            jika hanya melihat MTOW-nya saja bisa ada dua alternatif :

            sekedar usulan secara kasar
            – konfigurasi dual engine
            2 x mesin f-16 (F110-GE-100). F-16 mtow 43200 lb
            -konfigurasi single engine
            1 x Pratt & Whitney F135 (F-35 mtow 70000 lb)

            jika cari mudah dan familiar lebih baik cari lisensi mesin F110-GE-100. Jadi jamaah F-16 lebih panjang napasnya.

          •  

            unsur utama dalam airframe modern jet figther adalah Ti bung Jalo. kalau dalam skala lab, mungkin di kita sudah bisa. tetapi kalau dalam skala industri kok agak meragukan. kasus serupa hampir mirip dengan trimaran. setidaknya kita bisa potong kompas untuk analisa “crack” karena ahlinya ada di sini (semoga beliau diberi umur panjang)

          •  

            Nih buat bung Alugoro…

          •  

            sedikit tambahan :

            untuk cadangan bisa menggunakan engine al-41f seperti konfigurasi pakfa dengn mtow 81,570 lb

            jadi benarlah pernyataan pejabat yang berwenang bahwa ifx akan setara dengan sukhoi. karena basis produksinya sesuai dengan keinginan user adalah memang “Sukhoi”. Dan pantas saja tim ahli SK sampai “melotot” terima kasih bung Jalo atas infonya.

          •  

            Kalau lihat disitu mesihnya Rusia–> Bisa saturn, Kalau Inggris apa ya?? 😀

          •  

            2 x Roll Royce RB.183 Tay
            2 x Roll Royce RB.211 series

          •  

            @ bung alugoro, ntu bukannya engine bwat peskom bung?….. he,he,he

        •  

          betul bung Erich…..ya mungkin minta dilakukan miniaturization sedikit biar muat di pespur.

    •  

      Ok saya tambahin sedikit, tim Indonesia dan Korea sudah melalui tahap Feasibility Study dan Technology Development KFX/IFX dari situ ada sekitar 432 teknologi core yang akan diterapkan di jet tempur generasi 4,5 ini. Nah dari 432 itu 48 di antaranya belum dikuasai.

      Nah disini ada yg unik, tim Korea itu kaget kita punya tim yg menguasai Air Combat System, teknologi ini termasuk ilmu yg sulit dalam teknologi penerbangan. Selain itu mereka juga kaget kita punya tim ahli yg jago rancang bangun pesawat. Nah ilmu kedua negara ini dikumpulkan dan hasilnya sisa 48 diatas, itu berkaitan dengan teknologi siluman dan menghindar dari radar.

      Sekarang yg jadi masalah itu untuk program KFX/IFX itu adalah masalah dana dan politis.

      Mbah Moel, pertanyaan anda “Tetapi saya kok mikir ya, selama ini teknologi pesawat yang dikuasai oleh Indonesia adalah teknologi baling-baling belum sampai ke arah pesawat tempur jet.”

      Coba browsing Project Nova Pesawat jet latih PT DI, ini mungkin bisa menjawab… Nah pasti pertanyaannya kenapa tidak dilanjutkan?? Saya akan menjawab karena faktor politis… 😀

      Jadi ghini ada pertanyaan sederhana… Masyarakat Indonesia bangga gak kalau negara kita sudah bisa membuat pesawat tempur?? TNI bangga gak kalau negara kita sudah membuat pesawat temur? Kalau negara luar senang gak kalau Indonesia membuat pesawat tempur??? 😀

      •  

        Luar biasa sekali Bung Jalo.

        Tetapi kira-kira tahun berapa pesawat tempur made in Indonesia terbang ? mohon juga dijelaskan progres dan target dalam 5 tahun kedepan ?

        Bung Jalo, saya request artikel tentang projek Nova jet latih PT. DI. Biar kami semua mengerti akan kemajuan negeri sendiri dan biar kami tidak malas bayar pajak. hehehehehe

      •  

        assalamualikum..
        sebelumnya mohon maaf kpd @bung jalo kl sudah lancang langsung bertanya..(maaf nubie..setahun ini sr mantengin jkgr..)
        kerjsama ri dgn sk dlm bdng miiliter ini adakah kaitannya dgn brita tempo hari mngnai hilangnya laptop petinggi tni yg sy dngr isinya “confidential”..
        maaf kl slh..1x lg nubie:)
        salam kenal pr sesepuh warjag..bung diego, nrya, nydnt, satrio, yayan (nice article..very inspiring) n slurh warjager d seantero bumi..
        tuk @mbh bowo…damai itu indah

  9.  

    artikel su35 vs f35 sesuai potensi ancaman segera meyusul. Senggol bung nara…

  10.  

    Semoga ya @Mbah Moel negara kita bisa mandiri dalam alutsista,,,

  11.  

    Klo kami rakyat kecil tidak perlu di tanyakan kagi perfomance nya

    Pertanyaannya kapan datang ??

    Di List A1 Su-35SI Super Flanker 16-D2014

  12.  

    su-35 harga mati…
    mau jadi apa kalo ngambil f-18, f-15, f-16, typhoon…
    indo bakalan di keliling f-35 tetangga2 sebelah…
    belum lagi ancaman embargo barat…
    klo russia, udah ngejamin ga bakal embargo…

  13.  

    Uhuiii.. kemarin sibuk kartian, eh ternyata ngebahas siseksi su-35. asyikkk.. siap siap foto foto 🙂

  14.  

    Pokoknya kita harus terlibat perang,
    Saran mbah sebagai sesepuh adalah :
    1. Kita harus terlibat di laut china selatan
    2. Setelah LCS selesai, Singapura harus menerima pembalasan.

    Mbah menyarankan saat perang LCS meletus, negara ini harus buat milisi sukarelawan yang terdiri dari orang-orang china, nanti coba kita lihat apa mereka mau melawan saudara mereka sendiri di daratan china ? atau malah menyerang balik kita. Jika mereka mengaku bangsa indonesia maka pasti mau bergabung sebagai milisi.

    MBAH TIDAK benci orang China, bahkan mbah sangat mendukung bila negara kita berkiblat pada taipe dan bukan beijing daratan.

    •  

      mbah selalu mengaku sudah tua dan banyak pengalaman.

      tua + banyak pengalaman = arif bijaksana

      orang arif bijaksana tidak akan berkata “pokoknya kita harus terlibat perang” melainkan “kita harus selalu mencari alternatif penyelesaian damai atas segala masalah, jika terpaksa sekali karena lawan menutup seluruh celah perdamaian, kita akan bersiap untuk perang”

      •  

        Mbah setuju dengan pernyataan dek Danu,
        Ini adalah contoh pemuda yang hebat, yang gagah berani, yang tidak mundur kalau di suruh perang. Ngak kayak yang lain, yang inilah, itulah, damailah, apalah, ujung-ujungnya mengeluh cicilan motor belum lunas, belum nikah, belum beli rumah dan beribu-ribu alasan klise.

      •  

        sekarang china jadi tiongkok, padahal hape atau produk china lainnya ada tulisan made in china,

        kenapa pemerintah merubah china jadi tiongkok?

    •  

      Ayo Mbah Bowo, kita makan siang bareng-bareng dulu

      Tentunya Mbah Bowo capek juga kan ? soalnya sedari tadi sibuk sana sini mengajak perang
      aku ada kiriman kopi luwak bali asli.

      Sebagai orang yang sok tua, sebaiknya kita tidak perlu terlalu membenci sesuatu, takutnya malah berbalik suka nantinya

      Salam sedikit hormat Mbah

      •  

        😀

        hahahahahahaha….

      •  

        wakakakakakakaka……. terus mbah maunya disuap pake apaan? pasti maunya mbah disuap pake sendok dan garpu kan…. dengan didampingi cewe cantik nan bahenol…. moantap seleranya mbah….. ayo mbah… abis di kelonin ma cewe itu, mbah siap siap pergi perang ya….

      •  

        walahh.. terluka hatiku

        Yo wes Mbah Bowo, kalau tidak suka kopi luwak bali, padahal katanya berita, kopi luwak bali itu kopi termahal sedunia. hahahaa

      •  

        wah pas tuhmbah, dah banyak warjagga warjag yg mau ‘masang’ mbah di roket r han kita … ntar tak pastiin bahwa roket dimana mbah diikat, pasti ditembakkan ke singapura jd mbah bisa berakhir gembira karena dah terpenuhi segala hasrat mbah yg mau perang dg singapura sekaligus memberi contoh pemuda sekarang yg pengecut2 ini biar berani seperti mbah mengorbankan nyawa berperang dg diikat di roket rhan kita.

        Salam perjuangan mbah … kita pasti tahlilan buat mbah kok hehehehe ….

      •  

        yaudah mbah perang sendiri aja sono,ngapain provokasi2x segala.mana sok tua lagi.ingat:enemy of my enemy is my friend

    •  

      kalau boleh tahu rumahnya mbah dimana ya?pingin main main dan bawa oleh oleh “sekarung”buat mbah

  15.  

    Dear Admin , mohon bantuan untuk mengamankan mba mbah krn tidak memberi pencerahan dan nyampah saja krn kami bila muncul mba mbah kami skip saja tidak membacanya mohon maaf ya mbah Toloongggg yach

  16.  

    saya tidak percaya Indonesia tidak punya dana untuk beli pesawat tempur SU-35 full satu skadron, alasan tidak punya duit adalah alasan yang sangat sulit diterima, iki alasane nalangin pemilik bank yang sudah kaya raya saja bisa kenapa untuk pertahanan negara tidak :

    “Untuk kesekian kalinya, sejumlah ekonom mendesak pemerintah segera menghentikan pembayaran subsidi bunga obligasi rekapitalisasi (OR) perbankan dari APBN yang mencapai Rp40-60 triliun/tahun sampai 2040”

    http://www.lensaindonesia.com/2013/01/29/hentikan-pembayaran-subsidi-bunga-obligasi-rekap-segera.html

  17.  

    Asw..sorry nih OOT, warjager mau tanya dong, klo LEOPARD TNI yang udah datang sebenernya ada berapa sih?? soalnya di pusdikav udah ada 4 biji

  18.  

    Apapun yang terjadi saya siap Perang Pak, Biarkan orang-orang itu bicara apa tentang Bapak, Jangan dengarakan omongan mereka, kita aja semua orang yang didalam hatinya ada rasa cinta kepada tanah airnya, bukan rasa cita kepada Alutsistanya.. SIAP, Sudahi omong kosong ini Pak, Kita siapakan segala sesuatunnya untuk hala terburuk.

  19.  

    mbah bowo lok koment pake nalar dan ilmu.. jgn asl njeplak… kshan yg baca… mulat salira hanggrasa wani jgn smp keladuk wani kurang deduga..

  20.  

    Reaksi berlebihan NATO kpda Rusia mengenai kasus Crimea membuat Moskow mengaktifkan rudal balistik antar benua.5 rudal itu mengarah pada kota2 besar di amerika serikat.Rudal generasi terbaru tersebut R-36M2 Voyevoda atau SS-18 ICBM.Hal ini membuat panik pejabat militer di pentagon dan white house.

  21.  

    @mbah bowo: jadi maksud anda di sini barangkali ingin menggali isu-isu strategis dari lingkaran dalam pengambil kebijakan strategis militer Indonesia yang nantinya bisa jadi tanpa sengaja keluar dalam bentuk reply komentar atas posting anda tersebut begitu…?

  22.  

    udeeeh… si bowo gak usah diladenin, dibanned sampe kiamat aje..
    sayang nih trit bagus, sampai dapet pujian di tetangga sebelah .. 😎

  23.  

    Di blog sebelah ada yang mengatakan SU 37 Terminator yang dipesan oleh Indonesia bukan SU 35. Mohon pencerahan dan klarifikasinya? Apa perbedaan mendasar 2 pesawat ini karena saya mencari kelihatannya hanya kemampuan take off di lintasan yang pendek yang menjadi perbedaan.

    •  

      Oh.. setahu saya SU-37 belum diproduksi masal (masih eksperimental). SU-37 secara fisik lebih kecilan dikit dari pada SU-35. Tapi itu setahu saya lho ya, kita tunggu pencerahan dari sesepuh.

  24.  

    Yang kasihan adalah penulis artikel bung Antonov threadnya jadi banyak OOT nya karena mbah bowo dan warjager saling berbalas argumen yang diluar topik bahasan

    Atau Jalan tengah nya begini
    Admint membuatkan materi tentang pandangan mbah bowo
    Atau mbah Bowo memuat artikel sesuai pandangannya
    Nah artikel khusus itu mbah bowo bisa menguraikan pendapat dan pandangan nya dan warjager bisa mencounter dengan alasannya sendiri sendiri,,atau yang mendukung dengan alasan tersendiri
    dan untuk warjager yang mau nyari hiburan dan perenungan dan penerawangan lain bisa ikut di thread itu,freedom of speech bisa terwakili dan terakomodasi disana

    Nah mbah Bowo boleh bebas berkoment diartikel lain asal sesuai topik bahasan,,menghormati yang bikin artikel dan warjager lain yang ingin menimba ilmu,dan juga para silent rider yang terganggu dengan koment yang OOT
    imho

  25.  

    Untuk SU-35 memang kita wajib punya, tapi apa pun cerita nya klo bisa biar tetap jadi rahasia yang membuat orang lain penasaran, biarkan aja tim-tim negosiator yang telah “ditunjuk” bekerja ntar klo “kado” nya data lama-lama pasti di publikasikan.

    untu Mbah Bowo (aku panggil Bang Bowo ajalah sesuai logat Medan)
    Bang Bowo mau bayar berapa aku untuk nyerang Singa…, klo ada dana nya bilang bang, biar kukumpulkan lae-lae aku dari kampung ku, soalnya dari kemarin-kemarin dah panas dan soor kali aku bang baca komentarmu, aku memang kek gini orang nya bang…..

  26.  

    mengenai mbah bowo, mungkin beliau ingin sekedar mengingatkan kita tentang peringatan presiden kita bung karno kpd negara ini akan adanya “bahaya kuning”, sekian.

  27.  

    Jakartagreater.com itu seperti miniatur Indonesia

    Ada golongan Pro Amerika
    Ada golongan Pro Russia
    Ada golongan Pro China
    Ada golongan Nasionalis
    Ada golongan Nasionalis ekstrem

    Asal tidak seperti Ukraina yang akhirnya terpecah dan berdarah-darah saja, semua masih OK Lah !

  28.  

    Bung Satrio

    Request penjelasan tentang “registrasi no.22” kok sepertinya menarik untuk dibahas, karena setelah Bung Satrio menduga bahwa Mbah Bowo adalah “registrasi no.22” Mbah Bowo langsung mundur teratur.

    kalau ada “registrasi no.22” maka ada kemungkinan ada juga “registrasi no.1 , 2, 3 dan seterusnya

  29.  

    SU35 sangat menarik performa nya..
    memilliki pesawat ini pertahanan akan semakin meningkat..

    jujur saya masi meragukan ketulusan US dan inggris dalam berbagi..
    jadi SU 35 bukan sebagai alat hankam semata.. namun merupakan instrumen diplomasi yg keras. dgn mengadopsi ini.. kita akan lebih kuat dalam diplomasi luar negri.. bukan cuma mengandalkan secarik nota protes ataupun kata prihatin semata.

    jujur kita layak mengapresiasi langkah pemerintah yg berkelit dari kesulitan ekonomi..
    memang kita lebih baik jauh lebih baik dibanding medio 90akir dan 2000 awal.. namun masi ada Pekerjaan rumah yg harus di selesaikan..

    and bout china..
    suka atau tidak mereka well prepare for future battle..
    rudal sukhoi yg baru kita miliki mereka telah melakukan RESERVE ENGINEER dgn sukses.
    mereka siap melakukan maritim strike..
    sam, aam, asm.. mereka lengkap dan stock banyak..
    namun bukan berarti kita akan membuka front dgn mereka..
    andaikata mereka memulai.. kita siap..

    i honestly trust with MEF program will bust our defence system.. more over, in the future i do sure the goverment not only stop on MEF..

    damn i love NKRI..

  30.  

    Kita generasi sekarang tentu ingin juga seperti generasi Soekarno yang waktu itu mendapatkan Produk berteknologi terdepan didunia pada zamannya yaitu Mig-21 dan Tu-16 soviet serta C-130 Hercules Usa dll, Pilihan Su-35s dengan kecanggihannya saat ini tentunya bisa sedikit banyak bisa mengembalikan keceriaan kita.http://youtu.be/FTCrtrXQBqs

  31.  

    hahaha
    kelihatan sekali bung melektech pro-amerika..

    komputer/prosesor??? *garuk2 kepala

    ane mo nanya nih, untuk pengganti “si macan” bung melektech pilih mana?

  32.  

    Kulo nuwun salam kenal para pinisepuh warjager….sukhoi su35 sangat tepat utk keunggulan perang udara d asia tenggara d smping sbg batu loncatan k teknologi pswat gnerasi k 5 smcam sukhoi PAK-FA

  33.  

    Semoga SU35 dan alutsista strategis yg lainnya terealisasi..

    Pokoke NKRI Harga Mati..!!

  34.  

    Makasih Bung Sukro
    Wah lengkap deh saya dijulukin “salesmen” Su-35! ha ha he he

  35.  

    sukhoi 35 udah pasti jadi lah 😀

  36.  

    Meneruskan Diskusinya Bung Melektech

    Anoa = Perancis
    SS-1 = Belgia
    Sigma = Belanda
    KCR-60 = Berdasar Tech. Jerman
    Changbogo = Korsel/Jerman
    CN-235 = Spanyol
    KFX/IFX = Korsel dibantu AS dan Eropa
    AMX-13 Upgrade = Belgia
    Med-Tank = Turki dan Jerman
    Satelit = Jerman
    Roket = Eropa dan Ukraina (Pro-Barat)
    Komputer Processor = Intel/AMD (AS)
    Komputer Software = Microsoft/Apple/Linux (AS)
    Mesin CNC = Jerman / Barat lainnya
    Semua Alat Industri Strategis rata-rata dari Barat

    Selain produk komputer, semua itu memang Indonesia bekerja sama dengan Barat.

    Itu semua karena sejak pemerintahan Orde Baru berdiri, kiblat pengembangan Alutsista bergeser ke arah Barat.

    Katanya, di era Orde Lama, selain membeli senjata Uni Soviet, Presiden Sukarno juga mengirim ribuan mahasiswa untuk belajar di Uni Soviet. sayangnya, mereka yang dikirim tidak berani pulang kampung.

    Sama dengan NATO, Uni Soviet juga butuh teman, makanya banyak senjata Uni Soviet yang diproduksi oleh sekutu mereka. contoh terdekat adalah Vietnam yang membuat RPG berdasarkan lisensi, China yang memproduksi aneka pesawat tempur, rifle, tank dll yang awalnya juga lisensi.

    Mungkin Indonesia itu mirip China, awalnya bekerja sama dengan negara lain memproduksi senjata dengan lisensi, tetapi setelah mampu, memproduksi sendiri dan akhirnya bisa di jual ke banyak negara. hanya saja China dulu berkiblat ke Uni Soviet / Rusia, sedangkan Indonesia berkiblat ke Amerika dan NATO.

  37.  

    Nambahin dikit tentang L-band : beberapa tahun lalu, brosur Su-35 pabrikanmya Knaapo mencantumkan Irbis E dan L-Band wing leading edge. Sekarang dua item itu sdh nggak ada. Jadi kawatir deh,L-Band tidak jadi untuk Su-35, tapi hanya untuk PAK-FA? Rata2 sumber info PAK-FA mencantumkan L-band ini. Mohon ada yang tahu? Tks.

    •  

      Kalo perkiraan saya sih bung Antonov, itu tergantung dari usernya. Kalo menyimak kata kata bung naayana diartikel sebelumnya, kan bisa dibikin mutan tuh flangker family dan memang kita punya yang versi mutant. hehehehehe maaf kalo oot.

  38.  

    wah….emang ada ska sukhoi lagi selain yg 16 biji udah di publikasikan resmi oleh pemerintah..? weleh2….kalau ada… gimana cara masukinnya ya …. kan ketahuan ..ada satelit dan lain2 yg bisa ngeliat daratan kita ….kalau masukin KS sembunyi2 sih ane udah ngerti lah.. heheh…

  39.  

    http://www.youtube.com/watch?v=qQmzP748oXU

    how beautipuullllllllllllllllll SU35

  40.  

    Australia akan memborong 58 jet tempur canggih F-35 dari perusahaan Amerika Serikat. Pembelian perangkat tempur udara besar-besaran ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah pertahanan Australia.

    Diberitakan Sydney Morning Herald, Selasa 22 April 2014, pembelian ini diumumkan Perdana Menteri Tony Abott dan akan secara resmi disampaikan hari ini. Abott mengatakan, dengan membeli F-35, Australia akan bergabung dengan Amerika Serikat dan sedikit negara lainnya yang memiliki jet tempur generasi kelima.

    Untuk membeli pesawat yang juga disebut Joint Strike Fighter Lightning II, termasuk dengan perawatan, senjata dan suku cadangnya, Australia merogoh kocek US$12,4 miliar atau lebih dari Rp143 triliun.

    Sebelumnya, Australia telah membayar untuk dua jet F-35 dan memesan 12 pesawat ini. Rencananya, pemesanan puluhan jet tempur buatan Lockheed Martin ini akan mulai dikirimkan ke Australia pada 2018 dan mulai beroperasi di Angkatan Udara Australia pada 2020.

    F-35 akan menggantikan Hornet F/A-18 yang direncanakan pensiun tahun 2022. Di masa depan, AU Australia akan memiliki perangkat tempur udara yang beragam. Kekuatan F-35 akan didukung oleh 24 Super Hornet dan 12 pesawat pengacau radar Growler.

    “Generasi kelima F-35 adalah jet tempur yang paling canggih yang pernah diproduksi di dunia dan akan memberikan kontribusi vital bagi keamanan nasional kami,” kata Abbott.

    “Bersama dengan jet tempur Super Hornet dan Growler, F-35 akan memastikan Australia mampu menjaga keamanan batas regional di udara. F-35 akan memberikan kemajuan pesat kemampuan intelijen, pengawasan dan mata-mata dari Angkatan Udara Australia,” lanjut Abbott lagi. (vivanews)

    Mudah2an sudah di antisipasi pleh para petinggi TNI

    •  

      Kan sudah diantisipasi Bung Boom makanya TNI AU pilih Su-35!
      F-16 kita asli beli sdh tua,
      Dan yg bakalan datang/ hibah hanya cukup menandingi Hornet. Ingat insiden MH-370, dimana akhirnya diketahui jalurnya melenceng dan jatuhnya dimana itu kan hasil analisis transmisi dari enginenya yg ditangkap satelit sehingga diketahui posisinya. Berani menjamin tidak akan berlaku pada hibah tersebut?
      Flanker kita Su-27/30 itu masih lemah di radarnya, dan jumlahnya cuma 1 skadron, tidak cukup.

      •  

        Amin Bung Antonov, benar2 tdk rela kalau seandainya itu F35 berjoget di langit kita tanpa ada yg bisa ngejitak atau nyundul. gk kebayang kl hanya ngandelin f16 seperti yg bung bilang bener2 tua.
        sangat ironis sekali bung putra2 terbaik bangsa di pertaruhkan terbang dengan pesawat2 tsb. apalagi jika di kaitkan dengan kedaulatan kita.
        keinginan kuat dari TNI AU selaku user semoga terealisasi dan tdk terancam dengan hajatan demokrasi serta pesta politik yg sedang kita jalani.
        Terima kasih Bung Antonov pencerahannya.
        SALAM NKRI

  41.  

    hehe, menurut sayah pasti ada bonus klo Indonesia memang kebelet beli Su 35

    beli Su 35 bonus Pak Fa T 50 hehe…
    klo benar logika sayah Indonesia beli su 35 pas stelah Pak Fa t 50 sudah resmi, biar sekalian dpt bonusnya gt

  42.  

    SALAM PERSATUAN DAN KESATUAN

    Mohon maaf sebelumnya,… ijin untuk menyampaikan pendapat :

    dengan pengajuan anggaran untuk MEF 2 sebesar Rp. 200 Trilliun,dan mengingat ketersediaan product sukhoi 35 saat ini, kemungkinan dalam beberapa tahun kedepan TNI AU akan menambah 1 skwadron sukhoi 35, dan 2 skwadron rafale/thypon ……. sehingga s/d tahun 2019 ………… kemungkinan TNI AU baru mempunyai :

    – 2 skwadron hawk 109/209
    – 1 skwadron F-5 Eagle
    – 2 skwadron F-16 block 32/52
    – 1 skwadron T.50i Golden Eagle
    – 2 skwadron Rafale/Thypon
    – 1 skwadron Sukhoi 27/30
    – 1 skwadron Sukhoi 35
    ====================================
    – 10 skwadron tempur kombinasi
    ====================================

    memasuki tahun 2020 secara bertahap akan diadakan penggantian 2 skwadron hawk 109/209 dan 1 skwadron F-5 Tiger dengan 3 skwadron IFX ….. sehingga diharapkan hingga tahun 2024, TNI AU sudah mempunyai 10 skwadron tempur campur, dengan pesawat pesawat yang relatif baru ……….

    – 3 skwadron IFX
    – 2 skwadron F-16 block 32/52
    – 1 skwadron T.50i Golden Eagle
    – 2 skwadron Rafale/Thypon
    – 1 skwadron Sukhoi 27/30
    – 1 skwadron Sukhoi 35
    ====================================
    – 10 skwadron tempur kombinasi
    ====================================
    – baru sekitar tahun 2024 / lebih cepat, akan diadakan penggantian 2 skwadron F-16 dengan
    2 skwadron Sukhoi Pak Fa T-50

    harapbanget.com ………….

  43.  

    Already tired of just talking is not clear. There is no real evidence.

    Indonesia is slowly but surely crushed by a sense of nationalism that is lost, the moral hazard of corruption, all the primary needs (groceries) to be purchased from abroad, a sense of regionalism to the disintegration of the nation. Indonesia became stupid (tuition money did not exist). Indonesia became poor (not enough for a meal). Many Indonesian people become slaves to work abroad (much discrimination and torture).

    Indonesian TNI definite losing strength, could not secure the land, sea and air. No money research and development of military weapons. What else to buy a super-expensive fighter aircraft. There is no money at all. Money has run out for the celebration of the feast Indonesian Corruptor.

    And only a matter of time Indonesia towards civil war. Indonesia too well disintegrate into tiny little state does not have the strength anymore.