Su-35 Ternyata akan Diborong Mesir dan Aljazair

Jakartagreater.com – Sebuah grafik yang diperlihatkan kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu selama kunjungannya ke pabrik pesawat Komsomolsk-on-Amur (KnAAZ) telah mengungkapkan pesanan ekspor untuk pesawat tempur Su-35, lansir Alert5.

Terlihat dalam grafik, 22 jet tempur Su-35 akan dikirimkan pada tahun 2020 ke pelanggan asing, dengan 8 pesawat lagi akan dikirimkan pada tahun depan. Pesanan ini kemungkinan besar untuk Mesir.

Mulai dari tahun 2022 hingga 2024, antara 32-34 jet tempur Su-35 akan dikirim ke pelanggan lain, ini bisa jadi adalah Aljazair.

Pesanan 11 pesawat tempur Su-35 untuk Indonesia tidak dimasukkan dalam grafik, kemungkinan karena belum ada kepastian dari Indonesia.

Pesanan dari beberapa negara potensial ini memperlihatkan, prospek ekspor Su-35 masih cukup tinggi dan mampu bersaing dengan varian jet tempur buatan Rusia lainnya seperti Su-30 yang legendaris.

12 pemikiran pada “Su-35 Ternyata akan Diborong Mesir dan Aljazair”

  1. Sebaiknya memang semoga tidak perlu lagi ada angin surga polemik pembelian Su-35 memang jelas kita sekarang lebih terkenal sebagai bangsa penakut yang leda lede, sudah benar itu Rusia buat statement tegas dan ndak perlu ditutup tutupi lagi, bahwa negara kita amat sangat ketakutan dengan ancaman negara Amerika yang tidak dipungkiri memang terkenal hebat mau dicaci maki atau diberi sebutan apapun, saya angkat topi mereka menjadi negara super power ndak peduli bagaimana caranya, mungkin seharusnya memang begitu supaya bisa kuat dan disegani serta menakutkan. Saya malah berharap artikel ini diterbitkan pas tgl 17 Agustus dan berharap di baca oleh banyak para pemangku kepentingan negeri yang merasa jadi orang penting, hebat, berjasa, dan dibutuhkan rakyat, yang kalau bicara anak buahnya dikantor nunduk2 atau beri hormat yang kalau bepergian keluar kantor selalu dikawal oleh orang2 berwajah garang pakai mobil rakyat yang ada sirene nya banter ada toa nya suruh rakyat pemakai jalan supaya sumingkir kasih lewat, yang ternyata berani nya cuma “disini” saja

  2. Tidak berani beli karena Takut embargo USA dan sekutu nya ..
    Uang untuk DP juga tidak ada .. mungkin juga karena dilarang sama IMF dan world bank karena itu dari ngutang ..
    Plus terjebak aturan yang dibuat DepKeu dan bapenas sendiri .. soal barter ..
    Ruwet..

Tinggalkan komentar