Okt 172019
 

Sukhoi Su-47 Berkut

JakartaGreater.com – Su-47 menjadi salah satu tipe desain pesawat tempur Rusia yang memperlihatkan betapa berliku dan beratnya perjalanan Rusia menciptakan pesawat tempur generasi kelima yang bisa diproduksi secara massal.

Tidak terlihat sejak MAKS 2007, Su-47 Berkut (“Golden Eagle”) dipajang secara statis di Bandara Zhukovsky pada acara MAKS 2019.

Dilansir dari NationalInterest – Berkut diciptakan pada tahun 1983 sebagai program modernisasi besar-besaran bagi pesawat tempur superioritas udara Su-27 Rusia yang produktif, “Su-37” – nama awalnya adalah latihan dalam desain pesawat tempur yang Rusia yang ambisius.

Daya tarik utama Berkut adalah sayapnya yang menyapu ke depan yang tidak lazim, fitur yang memiliki kemiripan dengan pesawat Amerika Serikat, Grumman X-29.

Gagasan intinya sangat sederhana: Pada konfigurasi sayap menyapu ke belakang, udara secara alami bergerak dari akar sayap ke ujung sayap. Teknisi Sukhoi berteori bahwa menyalurkan udara dari ujung sayap ke akar sayap – yaitu membalikkan sayap ke depan- akan mendapatkan keuntungan ekstrem dalam kemampuan manuver, memungkinkan lepas landas minimum dan jarak pendaratan yang lebih pendek, dan memberikan keuntungan kinerja yang signifikan dalam pertempuran udara di sudut tinggi serangan. Selain itu, merubah arah sapuan sayap dianggap akan menciptakan lebih banyak ruang internal untuk persenjataan.

Namun, desain Berkut terbukti terlalu melangkah ke depan. Pengujian selanjutnya, baik di AS dan Uni Soviet, menemukan bahwa membalikkan arah sapuan sayap ke depan memberikan masalah teknis yang tidak dapat diatasi, yang tidak sepadan dengan kemampuan manuver yang di dapatkan.

Sayap menyapu ke depan cenderung sangat tidak stabil, dan seringkali ketidakstabilan tersebut tidak dapat dipulihkan, belum lagi potensi kegagalan sayap akibat pemelintiran yang berlebihan.

Kemajuan teknologi pada mesin dengan fitur thrust vectoring, yang memberikan banyak keuntungan manuver tanpa risiko stabilitas, membuat desain sapuan sayap kedepan semakin tidak menarik untuk terus dikembangkan.

Model prototipe awal ditampilkan di MAKS 1999, pada saat itu kekurangan aerodinamika Berkut terlalu mencolok untuk diabaikan. Pada saat kemunculan berikutnya di MAKS 2001, Berkut diganti namanya menjadi Su-47 dan diubah menjadi pesawat tes eksperimen untuk teknologi pesawat tempur Rusia.

Meskipun gagal untuk memasuki produksi serial, Su-47 kemudian menjadi “laboratorium terbang” untuk beberapa prinsip dan fitur desain aerodinamis pada pesawat tempur generasi kelima Su-57 andalan Rusia.

Su-47 tidak hanya menjadi prototipe dari apa yang menjadi ruang senjata internal Su-57, tetapi juga menjadi awal dari sistem avionik digital yang digunakan. Selain itu, penggabungan Su-47 nanti dengan thrust vectoring memberi para insinyur Sukhoi data kinerja yang digunakan untuk memperbaiki mesin thrust vektoring pada pesawat Sukhoi lain termasuk Su-57.

Penampilan Su-47 yang tak terduga, bagi banyak orang, merupakan pengalih perhatian yang menyenangkan dari daya tarik utama MAKS 2019, yakni pembukaan versi ekspor Su-57, dan ini merupakan demonstrasi berikutnya kepada pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan.

Tapi mungkin, faktor yang paling menonjol terlihat- 36 tahun setelah pengenalannya yang buruk, Su-47 berfungsi sebagai pengingat yang kuat dari banyak tikungan dan berlikunya jalan panjang Rusia membangun pesawat tempur generasi kelima.

 Posted by on Oktober 17, 2019

  3 Responses to “Su-47 Berkut – Jalan Berliku Rusia Membangun Fighter Generasi Kelima”

  1.  

    KEREN…. CHINA KAPAN BISA YA

  2.  

    Jadi penasaran, gimana ya su47 dipasang mesin berteknologi trhustvectoring,,,wah bisa lebih gila lg ni manuvernya