Des 162018
 

Jet tempur generasi kelima Su-57 Rusia © Moscow Times

JakartaGreater.com – Jet tempur superioritas generasi kelima Su-57 Angkatan Udara Rusia telah menguji sejumlah amunisi terbaru nan canggih, mulai dari rudal hipersonik R-37M dan rudal udara-ke-udara K-77 berpemandu radar AESA hingga ke bom glide Drel, semua telah dipersiapkan untuk mempersenjatai salah satu jet tempur terkuat didunia saat mereka masuk ke layanan aktif di Angkatan Udara Rusia, seprti dilansir dari Military Watch.

Tambahan terbaru ke dalam arsenal jet tempur siluman dan merupakan turunan yang lebih ringan dari rudal balistik hipersonik Kh-47M2 Kinzhal, telah menjadi pengubah permainan utama terhadap kemampuan serangan petarung ketika dipadukan dengan kecepatan tinggi dan ketinggian operasional serta sensor canggihnya.

Kinzhal atau Dagger yang berarti “Belati”, mulai beroperasi pada awal 2018, hingga saat ini dikerahkan oleh pencegat MiG-31 Foxhound dan pembom Tu-22M Rusia. Presisi tinggi dan super-manuver, jangkauan ekstrim dan kecepatan tak terbendungnya, diperkirakan antara 5-10 Mach, memungkinkannya menembus semua sistem pertahanan udara yang ada serta menjadikannya sebagai platform anti-kapal yang dijuluki “carrier-killer”.

Jet pencegat tempur supersonik, MiG-31K Angkatan Udara Rusia membawa rudal jelajah Kinzhal © Alexander Kazakov via Izvestia

Dikarena jet tempur Su-57 adalah pesawat yang lebih ringan daripada MiG-31 dan Tu-22, untuk mempertahankan kemampuan siluman dengan penyebaran rudal kecil yang dapat diluncurkan dari dalam perut sangat disukai, varian yang lebih ringan dan lebih ramping dari rudal Kinzhal seberat 600 kg pun sedang dikembangkan.

Implikasi dari penyebaran rudal baru ini cukuplah besar, dan bisa membuat Su-57 sebagai pejuang pertama di dunia yang mampu menyebarkan “rudal balistik”. Fleksibilitas Kinzhal terhadap target darat dan laut cenderung mengarah pada penyebaran yang luas di pesawat tempur Su-57 dan tentunya dapat mengarah kepada pembentukan unit Su-57 yang secara khusus didedikasikan untuk peran serangan.

Kemampuan rudal untuk mengerahkan hulu ledak nuklir berpotensi menyebabkan pejuang bergabung dengan triad strategis Rusia untuk pengiriman nuklir Angkatan Udara Rusia, di mana pembom Tu-22M, Tu-160 dan Tu-95 saat ini berperasn untuk itu.

Analog Angkatan Udara AS untuk Su-57 Rusia adalah F-22 Raptor, tapi saat ini tidak dapat melakukan penyebaran amunisi udara-ke-permukaan sebanding dan sangat terbatas dalam kapasitasnya untuk melakukan peran selain sebagai superioritas udara.

Bom pintar dipandu laser KAB-250LG-E (bawah) buatan Rusia. © Vitaly V. Kuzmin (26/8/2016) via Wikimedia Commons

Jet tempur siluman yang lebih ringan, F-35 AS, lebih disesuaikan untuk peran serangan dan mampu mengerahkan beragam amunisi udara-ke-permukaan, namun F-35 itu tidak dapat melakukan serangan nuklir pada jarak aman, dan masih mengandalkan bom pintar.

Induksi Kh-47M2 ke Su-57 ini berpotensi menyebabkan Angkatan Udara AS untuk mencoba melakukan komisioning amunisi udara-ke-permukaan ringan untuk dilengkapi nuklir agar F-35 mampu menyerang pada jarak aman meskipun ini tampaknya bukan jenis hipersonik.

Profil siluman Su-57 yang mampu menghindari radar membuatnya menjadi platform ideal dan potensial untuk menyebarkan rudal hipersonik jarak jauh, sebab ini sangat sulit untuk dideteksi radar dari jarak jauh dan secara signifikan mengurangi potensi serangan balik dan intersepsi oleh pejuang musuh.

Sejauh manakah miniaturisasi Kinzhal akan mempengaruhi jangkauan atau muatannya dan bagaimana membawa senjata berat ini dapat mempengaruhi kemampuan manuver tinggi Su-57, tetap harus dilihat.

Desain bagian buritan kapal induk ringan oleh Krylov Scientific Center, Rusia © Navy Recognition

Jika pasangan ini terbukti berhasil, pengembangan varian khusus Su-57 yang didedikasikan untuk menyebarkan amunisi mungkin harus berkompromi dengan kemampuan lain seperti potensinya dalam pertempuran udara-ke-udara merupakan kemungkinan yang besar.

Harus direncanakan pengembangan varian naval dari Su-57 untuk kapal induk Rusia yang akan datang agar membuahkan hasil, dan lebih jauh lagi akan memiliki implikasi pengubah permainan bagi kemampuan Angkatan Laut Rusia guna melibatkan kapal-kapal permukaan musuh pada jarak yang ekstrim.

jakartagreater.com

  8 Responses to “Su-57 dan Kinzhal, Sang Pengubah Permainan”

  1.  

    Kapan RI mampu mengubah permainan ya? agar tidak dipermainkan seperti sekarang….

    Buat para suhu sekalian, mohon pencerahan…. benarkah TNI AU berencana beli Kowsar?

  2.  

    pfffttt………yg diunggah foto bom 250lb versi rusiyah, bom murah yg jadi andalan F-35…..
    sayang rusiyah belum sanggup buat bom kecil lagi murah atau kit jdam yg sanggup konversi bom 250lb jadi bom berpemandu…… 🙄

    jadi klo dilihat mustahil Su-57 bisa gotong kinzhal, sedangkan judulnya adalah Su-57 dan kinzhal,,,,, dua2 nya itu dipisah tanpa kait2 kan…….. 😛

  3.  

    Su-57 PAK FA merupakan varian jet tempur siluman generasi ke-5 , pruduksi Sukhoi OKB.
    https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/sukhoi-t-50-pak-fa-pesawat-tempur-multi.html?m=1

  4.  

    Borongggggg! Tapi harus kuat dr sangsi sepihak dari AS.